Desember 29, 2013

Nasehat di Tahun Baru Masehi

Fenomena menarik di berbagai sudut dan pinggir jalan kota saat ini adalah hadirnya pada pedagang terompet musiman untuk mengais rezeki. Mereka berjejer panjang menjajakan berbagai jenis terompet dan aksesorisnya kepada orang-orang yang lewat. Fenomena ini kerap terjadi di setiap penghujung tahun Masehi. “Ini untuk merayakan Tahun Baru yang akan segera tiba”, kata mereka. Tidak hanya itu, berbagai jenis baliho, umbul-umbul dan spanduk bertuliskan berbagai tema Tahun Baru, tampak menghiasi berbagai sisi jalan dan bangunan kota.

Siapakah mereka? Siapakah konsumen mereka? Siapakah yang meramaikan, menghidupkan, memeriahkan, dan merayakan tahun baru yang akan segera datang itu? Tentunya, kita tidak ragu dan sepakat bahwa mayoritas mereka adalah saudara kita, kaum muslimin. Wallahul musta’an.

Desember 20, 2013

"Salamat Natal", Bukan Basa-Basi

Setiap datang hari Natal, kerap muncul perdebatan seputar boleh-tidaknya mengucapkan “Selamat Natal” bagi kaum Nasrani. Sebagian mengharamkan dan sebagian membolehkan. Namun, jika kita ingin melakukan survey nampaknya (mungkin) suara kalangan yang membolehkannya lebih kencang. Sampai beberapa tokoh nasional dan pimpinan ormas Islam juga bersuara membolehkan ucapan tersebut.

Untuk melegitimasi pembolehan ucapan “Selamat Natal” ini, banyak yang bersandar pada fatwa sebagian pihak. Secara umum, fatwa pembolehan ini berporos pada ayat Al-Qur’an (yang artinya) : “Jika mereka memberikan ucapan selamat kepada kalian, maka balaslah dengan ucapan yang lebih baik, atau yang semisalnya; sesungguhnya Allah atas segala sesuatu Maha Memperhitungkan.” [QS. An-Nisa : 86].

Hal ini tentu membuat bingung kaum muslimin di Indonesia yang sudah sekian lama mengacu kepada fatwa MUI tentang haramnya mengucapkan “Selamat Natal”. Mereka pun bertanya-tanya : manakah yang benar, diharamkan atau dibolehkan?

Nah, demi meluruskan persepsi keliru seputar ucapan “Selamat Natal” ini, berikut kami tuliskan catatan penting, kiranya dapat menjadi dasar dan argumentasi dalam bersikap terhadap perkara ini. Sungguh, hal ini bukanlah perkara sepele dan ringan, melainkan perkara yang besar dan utama karena menyangkut aqidah/keyakinan asasi seorang muslim.*****

Desember 11, 2013

Asuransi Dalam Tinjauan Syariat

Kehidupan manusia pada zaman modern ini sarat dengan beragam resiko dan bahaya. Betapa tidak, manusia sendiri tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.

Dalam upaya mengelola resiko masa depan tersebut, manusia berinisiatif untuk membuat suatu transaksi/muamalah yang bisa menjamin diri dan hartanya agar tetap aman ketika resiko tersebut benar-benar terjadi. Model muamalah ini kemudian dikenal dengan istilah asuransi. Asuransi ini termasuk muamalat kontemporer (masa kini) yang belum ada pada zaman nabi kita Muhammad r . Oleh karena itu, perlu ada penjelasan lebih lanjut mengenai hukum dan batasan-batasannya menurut syariat Islam.

Alhamdulillah, para ulama kita dalam sebagian karya tulis dan fatwa mereka telah membahas hal ini. Berikut kami sampaikan secara ringkas kepada para pembaca sekalian. Semoga dapat menambah wawasan keilmuan kita yang dengannya kita beramal dan beraktifitas. Sebagaimana sikap Imam Bukhari rahimahullah yang menamakan salah bab dalam kitabnya : “Berilmu sebelum berkata dan beramal”. Selamat membaca.

November 30, 2013

Halal-Haram Bisnis Online

Kemajuan teknologi informasi telah memanjakan umat manusia. Berbagai hal yang dahulu seakan mustahil dilakukan, kini dengan mudah terlaksana. Dahulu, praktik perdagangan banyak dibatasi oleh waktu, tempat, ruang, dan lainnya. Namun kini, batasan-batasan itu dapat dilampaui.

Di antara kemajuan teknologi informatika yang banyak membantu perdagangan ialah internet. Dengan memanfaatkan jaringan online internet, kita dapat memasarkan barang sebanyak mungkin dan mendapatkan konsumen sebanyak mungkin pula.

Meskipun demikian, bukan berarti kita bebas menjalankan perniagaan sesuka hati. Berbagai batasan yang berlaku dalam syariat tetap harus kita perhatikan, agar perniagaan online kita sejalan dengan syariat Allah I .

Pada edisi kali ini, redaksi akan memaparkan secara singkat, penjelasan berkaitan dengan batasan-batasan syariat yang wajib diperhatikan dan dipenuhi dalam berniaga secara online agar tidak terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan. Selamat membaca.

November 26, 2013

Korupsi Dalam Pandangan Islam

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun sungguh ironis, di saat yang sama, Indonesia juga termasuk negara yang “berprestasi” dalam hal korupsi. Berbagai kasus para koruptor selalu menjadi bahan berita semua media, sampai di hari-hari terakhir ini. Sungguh, sebuah fakta yang mengiris hati.

Bagaimana sebenarnya kedudukan “korupsi” jika ditinjau menurut syariat Islam? Apakah solusi rabbani yang dapat dilakukan untuk menghilangkannya?

Dengan memohon taufik dan petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, berikut kami tuliskan pembahasan singkat berkaitan dengan hal tersebut. Selamat membaca.

Hakikat Korupsi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan (dan sebagainya) untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

September 25, 2013

Kerancuan Seputar Alkohol

Kerancuan seputar alkohol sudah muncul sejak lama. Mulai dari penggunaan alkohol dalam parfum, obat-obatan atau alkohol yang ada dalam makanan seperti tape. Di antara kerancuan dan kebingungan selama ini adalah penilaian bahwa alkohol adalah haram dan identik dengan khamr yang juga jelas diharamkan dalam agama kita.

Semoga tulisan bisa menjawab beberapa kebingungan tersebut. Selamat membaca. Semoga Allah I memberikan taufiqNya.

Apa Itu Khamr?

Menurut bahasa, khamr bermakna buah anggur yang diperas dan  bisa memabukkan. Khamr disebut demikian karena khamr bisa menutupi akal. Jadi, secara bahasa khamr berasal dari anggur, bukan berasal dari jenis lainnya [Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Quwaitiyyah, 2/1446, Multaqo Ahlul Hadits].

September 13, 2013

Antara Upah dan Keikhlasan

Menerima upah dalam berdakwah atau mengajarkan ilmu agama menjadi ajang perdebatan dan terjadinya kesalahpahaman pada sebagian kalangan baru-baru ini, di antara yang berlebihan dalam melarang dan yang berlebihan dalam membolehkannya. Bahkan -naudzubillah- hingga sampai pada derajat menyesal dan berhenti jika tidak diberi upah atas dakwahnya. Ditambah dengan penetapan tarif upah dalam dakwahnya. Wallahul musta’an.

Pada kesempatan kali ini, dengan memohon taufiq dari Allah I, redaksi akan mengetengahkan sebuah pembahasan singkat berkaitan fenomena ini. Fenomena upah dalam dakwah dan kaitannya dengan keikhlasan. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Wajib Ikhlas Dalam Dakwah

Dakwah mengajak kepada agama Allah I merupakan tugas para nabi, maka cukuplah sebagai kemuliaan bahwa para da’i mengemban tugas para nabi. Allah I  memerintahkan RasulNya untuk mengatakan, dakwah merupakan jalan beliau r, dengan firmanNya, artinya : “Katakanlah: "Inilah jalanku (agamaku). Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata (ilmu dan keyakinan). Maha suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik" [QS. Yusuf : 108].

Juni 28, 2013

Perindu – Perindu Ramadhan

Hari-hari yang indah dan didambakan itu kini akan kembali datang kepada kita. Hari-hari yang terdapat pada bulan yang sangat istimewa bagi Sang Pemiliknya dan bagi siapapun yang mengetahui keistimewaannya.

Tamu nan agung yang selalu dinanti-nanti oleh semua orang yang merindukannya, dia adalah bulan Ramadhan nan agung.

Benarkah kita merindukannya?

Apabila benar kita rindu, sungguh kita akan mencium bau Ramadhan dari jauh. Ya, seperti Ya'qub Alaihissalam mencium bau anaknya, Yusuf Alaihissalam, karena     kerinduan yang menggelora.

Jika benar kita rindu Ramadhan, sungguh kita akan membuat persiapan menyambutnya. Layaknya, seseorang yang merindukan kedatangan kekasih yang telah lama pergi.

Juni 21, 2013

Ketika BBM Naik Nasehat Bagi Saudaraku “Mahasiswa”

Kita semua tahu dan sadar bahwa kenaikan harga BBM mungkin akan membawa kesulitan bagi rakyat banyak. Mengapa? Ya, sederhana saja. Jika BBM naik, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Maka, semakin “tercekik”lah rakyat yang sebagian besarnya berada di bawah garis kemiskinan, begitu katanya.

Ya, demikianlah kebanyakan orang hari ini dalam menghadapi masalah ini. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Kebijakan ini semoga berubah, itu harapannya. Namun, adakah yang berpikir, mengapa pemimpin kita memilih jalan untuk menaikkan BBM? Adakah yang mau merenung, apa betul presiden tercinta kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh rakyatnya sendiri? Lalu mengapa tidak mau menyikapi hal ini dengan bersabar? Wallahul Musta’an

Taat Kepada Penguasa
Inilah prinsip yang menjadi warisan para pendahulu (salaf) kita yang shalih , orang-orang yang meniti jalan para sahabat Nabi radhiallahu anhum. Mari kita renungkan hadits dari  Rasulullah r (artinya) : “ Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak) dari Habasyah[HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih].

Juni 06, 2013

Kontes Miss World : Penistaan Martabat Perempuan

Lazimnya, perempuan biasanya ingin tampil cantik, dan senang dipuji kecantikannya.  Sementara laki-laki  lazimnya senang memandang kecantikan perempuan.  Keinginan naluriah itu ada pada manusia. Rasulullah r pun memberitahukan, bahwa perempuan dikawini karena empat hal: kecantikannya, hartanya, nasabnya, dan juga agamanya.

Nabi r memerintahkan untuk mengutamakan faktor agama, jika rumah tangganya mau selamat. Toh, faktor cantik tidak dilarang untuk dijadikan sebagai pertimbangan. Sebab, itu memang naluriah laki-laki normal. Al-Quran juga menjelaskan, salah satu syahwat dunia adalah kecintaan kepada perempuan, anak-anak, harta perniagaan,emas dan perak, sawah ladang, dan peternakan. (QS 3:14). 

Islam bukanlah agama yang membunuh naluri manusia, sehingga melarang pemeluknya untuk menikah dengan alasan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah I. Tapi, Islam juga bukan agama yang memerintahkan umatnya untuk mengumbar nafsu syahwatnya. 

Mei 31, 2013

Banci Dalam Tinjauan Syariat

Syariat Islam telah mengatur segalanya. Dari perkara yang paling besar hingga yang paling sepele. Laki-laki, perempuan, tua, muda, besar, kecil, penguasa, rakyat jelata; semuanya diatur secara adil dan bijaksana. Bahkan kaum banci pun tak lepas dari pembahasan.

Benar, kaum banci yang sering menjadi ledekan dan bahan tertawaan, ternyata tidak diabaikan oleh syariat begitu saja, sebab ia juga manusia mukallaf (yang dibebani syariat) sebagaimana lelaki dan wanita normal. Karenanya, dalam fiqih Islam, kita mengenal istilah mukhannats (banci/bencong), mutarajjilah (wanita yang kelelakian/tomboy), dan khuntsa (interseks/berkelamin ganda).

Sebelum melangkah lebih jauh untuk membahas mukhannats dan mutarajjilah yang akan menjadi inti pembahasan tulisan ini, perlu pula sedikit menyinggung istilah khuntsa di atas. Menurut para ulama, istilah al-khuntsa adalah orang yang secara fisik punya dua alat kelamin sejak lahir, yaitu kelamin laki-laki dan kelamin perempuan atau orang yang tidak mempunyai alat kelamin sama sekali [Lihat Fiqh Sunnah 4/538].

Download Buku Panduan Ramadhan

Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah mengajarkan manusia dengan pena, Dia ‘Azza wa Jalla telah mengajarkan kita apa yang tidak kita ketahui. Salam dan shalawat senantiasa tercurah kepada pemimpin dan uswah hasanah kita Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang telah memerintahkan sahabat dan ummatnya untuk menulis sunnahnya dan setiap ilmu yang bermanfaat, semoga rahmat dan berkah juga senantiasa tercurah kepada keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang istiqomah hingga hari kiamat. Amma Ba’du.

Hari-hari yang indah dan didambakan itu kini kembali datang kepada kita. Hari-hari yang terdapat pada bulan yang sangat istimewa bagi Sang Pemiliknya dan bagi siapapun yang mengetahui keistimewaannya. Tamu nan agung yang selalu dinanti-nanti oleh semua orang yang merindukannya, dia adalah bulan Ramadhan nan agung.

Mei 16, 2013

Tentang Barang Temuan

Lebih dari sekali, pertanyaan semacam ini masuk kepada kami/redaksi : “Apa hukum barang yang tidak sengaja kita temukan di jalanan?” atau “Bagaimana sikap kita ketika melihat barang yang hilang di suatu tempat?” dan lainnya.

Pada edisi kali ini, dengan izin dan taufiq dari Allah I kami akan mengetengahkan kajian fiqh berkaitan dengan masalah tersebut. Semoga dengannya, kita memperoleh pencerahan dan keselamatan. Amin. Selamat membaca.

Muqaddimah

Agama islam adalah agama rahmat dan kasih sayang dalam segala hal, sampai masalah harta. Rasulullah r bersabda (artinya) : “Tidak halal harta seorang muslim (buat orang lain) kecuali dengan kerelaan hatinya [HR.Baihaqi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil 6/180].

Demi menjaga hak milik (harta) manusia, sekalipun harta yang dimiliki seseorang hilang dari tangannya dan ditemukan oleh orang lain, maka agama Islam mengatur tata cara menyikapi barang temuan sehingga terwujudlah kehidupan yang aman, tentram, dan tidak saling menzhalimi sesama, serta hak- hak manusia tertunaikan, inilah yang dibahas oleh para ulama dengan istilah ‘’luqathoh’’.

Mei 09, 2013

Mengumbar Sumpah

Telah menjadi ramai di berbagai media massa khususnya televisi akhir-akhir ini, tayangan yang mempertontonkan perseteruan antara seorang paranormal dan artis/selebriti yang membuat heboh jagat hiburan tanah air. Tayangan infotainment secara massive berhasil menyihir masyarakat. Aksi maki dan umbar aib dalam video-video parodi pun banyak diunggah di dunia maya (internet).

Salah satu fenomena menarik yang patut dikritisi adalah aksi bersumpah atas nama Pencipta dengan ungkapan “ Demi Tuhan...Demi Tuhan...”.  Kita tidak tahu niat mereka mengucapkan kalimat-kalimat sumpah tersebut. Hanya Allah I dan mereka saja yang mengetahuinya. Semoga saja itu benar. Namun, jika sumpah-sumpah itu terucap dengan enteng dan meremehkan nilainya, apalagi dengan dusta, sungguh ini adalah perkara yang tidak ringan di sisi Allah I.

Di sini, kita tidak akan membahas fenomena “perseteruan” atau infotainment ini. Tidak. Apalagi, berbagai tayangan infotainment, dikhawatirkan sebagian besarnya adalah  ghibah atau menggunjing saudara muslim lainnya yang jelas diharamkan dalam agama.

Namun, yang akan kita bahas adalah kedudukan sumpah dalam agama karena didasari oleh fenomena sumpah tadi. Ya, paling tidak, saudara muslim yang masih gemar dengan hal ini tidak sampai “jatuh tertimpa tangga” karena kurangnya ilmu. Sudah larut dalam parodi ghibah, jatuh pula dalam guyonan sumpah “Demi Tuhan...Demi Tuhan...”

April 26, 2013

Muda Foya-Foya, Mati Masuk Surga ?

Masa muda, kata sebagian orang adalah waktu masa untuk bersenang-senang, masa untuk hidup foya-foya. Sebagian lagi mengatakan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.” Inilah guyonan sebagian pemuda masa kini, bahkan sejak dulu. Wallahul musta’an.

Bagaimana mungkin waktu muda foya-foya, tanpa amalan sholeh, lalu mati bisa masuk surga? Subhanallah, sungguh hal ini dapat kita katakan mustahil. Surga adalah “barang dagangan” Allah I yang tidak murah. Ia hanya dapat diraih dengan rahmat Allah I dengan sebab utama beramal shalih dan bertaqwa kepadaNya. Tidak dengan foya-foya, lalai membuang waktu. Apalagi hidup dengan gelimang maksiat dan durhaka kepadaNya, naudzubillah.

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah I, edisi kali ini akan membahas sedikit nasehat bagi para pemuda (dan tentu juga bagi kaum muslimin secara umum) tentang pemanfaatan waktu muda, waktu luang, dan kehidupan di dunia secara maksimal untuk ubudiyah kepada Allah I menuju kebahagiaan di negeri akhirat kelak.

Semoga bermanfaat.

April 15, 2013

Fenomena Santet (Sihir)

Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi yang semakin pesat, persaingan globalisasi yang canggih, ternyata ilmu yang ‘tidak terlihat’ pun turut mengglobalisasi.

Sebut saja yang sudah tak asing di telinga kita akhir-akhir ini, santet, yaitu ilmu yang diberikan atau ditujukan kepada seseorang dengan  mengirimkan benda-benda ke dalam tubuhnya dengan tujuan untuk memberikan mudharat kepada orang lain. Ilmu ini tidak lain,tidak bukan adalah sihir.

Maraknya fenomena santet ini menimbulkan wacana untuk membuat UU mengatur ilmu-ilmu sesat atau ilmu perdukunan di Indonesia.  Meski ilmu santet ini tidak bisa diterima oleh akal sehat atau secara medis, namun korban-korban mengaku dan  menyatakannya nyata.

Bagaimana sebenarnya keberadaan santet yang tidak lain adalah sihir dalam pandangan Islam. Berikut kami tuliskan sedikit penjelasannya. Semoga bermanfaat.

April 12, 2013

Ringan Berbobot : Hukum Seputar Rambut/Bulu

Termasuk bentuk kesempurnaan penciptaan manusia, adalah dikaruniainya rambut atau bulu di tubuhnya. Allah I menciptakannya tidak dengan sia-sia, namun memiliki hikmah atau manfaat, baik diketahui oleh manusia atau tidak.

Bagaimana keberadaan rambut atau bulu pada tubuh manusia dalam tinjauan fiqh Islam? Insya Allah, bahasan kita kali ini berkaitan dengan hal tersebut. Nampak sederhana, namun sarat dengan ilmu. Semoga kita tidak meremehkannya, bahkan menjadi ladang pahala bagi yang mengamalkannya. Selamat membaca.

Ditinjau dari hukum Islam (fiqh), hukum rambut atau bulu manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Pertama, rambut atau bulu yang harus dihilangkan dan tidak boleh dibiarkan. Kedua, rambut atau bulu yang boleh dihilangkan atau dibiarkan. Ketiga, rambut atau bulu yang wajib dibiarkan dan tidak boleh dihilangkan.

Maret 28, 2013

Lidah, Memang Tak Bertulang

Lidah itu memang lunak tidak bertulang. Tapi dampak dan “rasanya bisa keras seperti tulang, bahkan lebih.  Seorang yang tidak menguasai ilmu beladiri pun bisa bersilat lidah.

Lidah itu tajam laksana pedang bahkan ia adalah pedang bermata dua. Jika luka tersayat pedang tidaklah susah untuk diobati. Tetapi hati yang terluka ditikam kata-kata, kemana kita hendak mecari penawarnya? Entah berapa banyak persaudaraan terputus ditebas lidah laksana pedang tadi.

Padahal Rasulullah r ketika ditanya siapa muslim yang paling afdhal? Beliau r menjawab (artinya) : “Orang yang selamat kaum muslimin dari lisan dan tanganya” [HR. Bukhari dan Muslim].

Lidah itu berbisa bagai lidah ular yang bercabang dua. Ia bisa berbahaya bagi pemiliknya dan lawan bicaranya. Lidah bisa menjadi binatang buas yang bahkan memangsa tuannya sendiri. Makanya, ada ungkapan bijak yang berbunyi : “mulutmu harimaumu”.

Maret 22, 2013

Alasan Wanita Tidak Berhijab


Allah I telah mewajibkan hijab (baca : jilbab syar’i) atas setiap wanita demi melindungi kesuciannya dan menjaga kehormatannya serta menjadi pertanda bagi keimanannya.

Namun, ironisnya, penampakan yang hari ini menghiasi kehidupan kita adalah tersebarnya fenomena sufur (keberadaan wanita keluyuran di luar rumah) dan tabarruj (terbukanya aurat wanita, rambut, leher, wajah, lengan, kaki dan segala perhiasan dan dandanannya).

Sekali lagi, sangat disayangkan, fenomena tidak sehat ini telah menjadi ciri khas masyarakat Islam, meskipun pakaian islami masih tersebar di dalamnya.

Maka pertanyaannya adalah : Mengapa kaum muslimah memilih untuk tidak berhijab, menutup aurat dan melindungi harga diri, kesucian dan kehormatan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ternyata ada beberapa alasan pokok, yang kalau kita cermati ternyata kesepuluh alasan itu sangat rapuh dan lemah.

Maret 15, 2013

Meraih Doa Malaikat

Malaikat adalah salah satu makhluk Allah I yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi-Nya. Ia merupakan makhluk yang selalu menta’ati Allah I dalam setiap keadaan. Hal ini sebagaimana firman Allah I dalam surah at-Tahrim ayat 6 (artinya) : “Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Allah I juga mensifatkan malaikat sebagaimana dalam firmanNya (artinya) : “Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya (QS. Al-Anbiya : 26-28).

Di dalam al-Qur’an ada satu ayat yang sangat terkenal bahkan selalu dan sering kita mendengarnya, khususnya pada saat kita menghadiri shalat Jumat, yakni surah al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi :

Maret 08, 2013

Jika Dipuji Orang

Di antara fenomena umum yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah fenomena pujian.

Sebagian orang mungkin sangat senang akan pujian sehingga yang diharap-harapkannya adalah pujian orang lain. Dalam tataran praktis, pujian dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk: pujian yang diucapkan untuk mengharapkan sesuatu dari orang yang dipuji, pujian yang sifatnya hanya basa-basi belaka, serta pujian yang diucapkan sebagai ekspresi kekaguman.

Bila disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa menjadi hal positif yang dapat memotivasi kita agar terus meningkatkan diri. Namun kenyataannya –dan ini yang paling sering terjadi- adalah pujian justru membuat kita terbuai, lepas kontrol, dan seterusnya. Semakin sering orang lain memuji kita, maka semakin besar potensi kita untuk terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri.

Padahal Allah I mengingatkan dalam firmanNya (artinya) : "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa” (Qs. Al-Najm; 32)

Maret 01, 2013

Membangun Rumah di Syurga

Memiliki rumah indah dan nyaman adalah keinginan setiap manusia. Di dunia ini, memiliki rumah yang indah, luas, megah dan nyaman adalah perkara yang tidak setiap orang mampu mewujudkannya. Ia harus memeras keringat lebih dahulu untuk mencari uang, karena harganya yang mahal.
Namun, syukurlah, rumah di akhirat yaitu di surga kelak bisa dibangun tanpa harus membayar mahal sebagaimana di dunia. Yang diperlukan adalah kekuatan untuk beramal shalih dan menahan hawa nafsu. Dan yang pasti, rumah di surga jauh lebih indah dan nyaman yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan tidak dapat digambarkan oleh pikiran kita.
Rasulullah r telah mengabarkan kepada umatnya tentang amalan-amalan yang apabila dilakukan oleh manusia, maka Allah I akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga.

Apa sajakah itu?

Februari 15, 2013

Masjidul Bait

Rumah merupakan salah satu nikmat besar dari Allah Ta'ala bagi setiap muslim. Allah Ta'ala mengingatkan besarnya nikmat rumah bagi manusia dengan berfirman (artinya) : “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal” (QS. an-Nahl/16 : 80).

Jiwa dan hati akan merasa tenang ketika sudah berada di dalamnya. Rumah akan menjadi tempat melepas lelah, menutup aurat, dan menjadi tempat menjalankan berbagai aktifitas yang bermanfaat, untuk dunia maupun akhirat.

Termasuk pertanda bersyukur kepada Allah Ta'ala atas nikmat rumah tempat naungan ini, hendaknya Allah Ta'ala ditaati di dalamnya dengan menjadikannya sebagai tempat ibadah, dzikir, shalat-shalat sunnah dan ibadah-ibadah lainnya. Bukan sebaliknya, malah menjadi pusat maksiat kepada Allah Ta'ala, dipenuhi berbagai perangkat yang melalaikan orang dari beribadah kepada-Nya.

Di antara faktor yang mendukung keluarga untuk beribadah, dengan dibuatnya tempat khusus untuk beribadah bagi seluruh penghuni rumah, sebagai tempat berdzikir dan tempat mengerjakan shalat-shalat sunnah. Apa itu? Tempat yang disebut dengan istilah “Masjidul Bait”.

Januari 31, 2013

Banjir dan Kemaksiatan

Banjir, salah satu bentuk bencana alam yang baru saja melanda sebagian wilayah kota Makassar, bahkan ibukota negara saat ini di Jakarta.

Kebanyakan manusia di zaman ini hanya menjadikan perkara-perkara lahir yang kasat mata sebagai barometer dalam menilai berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Kebanyakan manusia menilai bahwa banjir hanya terjadi karena tersumbatnya sungai sebagai aliran air, bobolnya tanggul, curah hujan yang tinggi, dan lainnya.

Salahkah? Hal ini jelas tidak salah. Namun sayangnya, pernahkah kita tergerak untuk memahami hakekat yang tersembunyi dari setiap kejadian, di balik yang tampak secara kasat mata? Lupakah kita terhadap kerusakan-kerusakan yang tidak kasat mata namun lebih parah dan fatal akibat buruknya?

Allah I berfirman (artinya) : “Mereka hanya mengetahui yag lahir (nampak) dari kehidupan dunia, sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai(QS. Ar-Ruum : 70).
Dalam sebuah firmanNya, Allah I  juga telah mengingatkan kita (artinya) : “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Ruum : 41).

Januari 18, 2013

Jangan Tertipu Dengan Istilah “Syari’ah”

Telinga kita pasti sudah akrab dengan istilah khamar. Khamar adalah segala sesuatu yang memabukkan baik dari benda padat, cair dan gas. Di masa silam, istilah khamar ini diubah menjadi nabidz. Tujuannya adalah untuk mengelabui orang agar bisa menikmatinya, karena dengan memakai istilah khamar maka orang tidak akan menikmatinya karena jelas diharamkan oleh agama.

Demikian pula di zaman kita saat ini, berbagai istilah kemudian menjadi “bumbu” pada produk-produk tertentu baik pada barang maupun jasa. Beberapa istilah asal yang menjadi nama produk atau jasa tersebut kemudian diubah dengan istilah lainnya dan kerap menggunakan istilah “syari’ah”. Misalnya saja pada produk perbankan yang saat ini banyak menggunakan istilah-istilah syariat. Atau juga pada beberapa ritual dan acara dalam masyarakat kita. Misalnya pada ritual kunjungan ke kuburan para wali dan orang shaleh. Ritual tersebut dinamai sebagai “wisata religi”. Dari istilah, ini nampak sebagai sebuah ritual yang sah-sah saja dan setiap orang boleh mengikutinya. Padahal jika dicermati lebih jauh, ternyata di dalamnya terdapat tawassul atau tabarruk (ngalap berkah) yang bid’ah bahkan bisa sampai tingkat kesyirikan. Wal ‘iyadzu billah.

Januari 10, 2013

Belajar Dari Pohon Kurma

Tidak ragu lagi bahwa perumpamaan itu sangat indah dan mudah dicerna oleh akal karena akan memudahkan kita untuk memahami suatu ungkapan.

Pada kesempatan kali ini, kami mengajak para pembaca sekalian untuk merenungi dan mempelajari bersama sebuah perumpamaan dalam al-Qur’an dan hadits tentang iman.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar t, beliau berkata, “Suatu hari, Rasulullah r bersabda kepada para sahabatnya (artinya) : “Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaannya seperti seorang mukmin?’ Maka para sahabat pun menyebutkan jenis-jenis pohon di badui.’ ” Ibnu Umar t berkata, “Terlintas dalam benakku untuk menjawab ‘pohon kurma’, tetapi saya segan menjawabnya karena banyak para sahabat yang lebih tua dariku. Tatkala para sahabat diam, Rasulullah  r bersabda (artinya) : ‘Pohon itu adalah pohon kurma.’ ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini merupakan penjelasan dan tafsir terhadap firman Allah I (artinya) : ”Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuatperumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat” (QS. Ibrahim : 24–25).

Januari 03, 2013

Perindu – Perindu Malam

Malam adalah saat yang penuh dengan keheningan dan ketenangan, sungguh ini waktu yang tepat untuk beristirahat menghilangkan kelelahan dan kepenatan menjalani hiruk pikuk dunia di siang hari.

Namun, di balik keheningan dan kesejukannya, al-Quran sebagai kalam Allah I, dalam beberapa ayatnya ketika berbicara soal malam, justru tidak berbicara tentang istirahat atau berdiam diri. Akan tetapi, berbicara tentang aktivitas, sebuah kerja dan amal yang agung. Apakah itu?

Di dalam al-Qur’an, Allah I  memerintahkan mengisi sebagian malam dengan mengoptimalkan berbagai aktivitas ibadah, seperti membaca al-Quran, sujud, rukuk, bertasbih, berdzikir, beristighfar, bermunajat, dan berdoa, khususnya degan qiyamullail.

Allah I  berfirman, artinya : "Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang dari sedikit dari itu. Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Alquran dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat untuk khusyu dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.'' (QS. al-Muzzammil : 1-6).

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...