Maret 21, 2014

Fenomena Suap, Waspada Money Politic

Dalam konteks sistem perpolitikan (baca : non syariah) kekinian, politik dan uang merupakan “pasangan” yang seringkali tak terpisahkan. Uang adalah penting untuk membiayai kampanye politik yang sangat berpengaruh terhadap hasil politik melalui sistem pemilu. Seringkali uang dijadikan sebagai senjata ampuh (nan rapuh) untuk mendongkrak elektabilitas dan suara pemilih dalam pemilu.

Betapa tidak, berdasarkan hasil survei ”Politik Uang dalam Pemilu” yang dilakukan oleh Polling Center pada 30/12/2013 (kompas.com),  yang dilakukan terhadap 2.760 responden di enam daerah, yakni Aceh, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur, menunjukkan bahwa lebih dari separuh (52,1%) masyarakat (responden/sampel) akan menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari partai-partai politik dan pihak lainnya demi suara mereka. Ironisnya, berdasarkan survey tersebut, politik uang seperti ini bagi sebagian masyarakat dipandang sebagai rezeki musiman yang tidak seharusnya ditolak. Belum lagi, jika politik uang ini dibawa kepada masyarakat dengan ”berbalut” bantuan. Tentu akan mendapatkan sambutan meriah dari sebagian masyarakat kita.

Maret 13, 2014

Mencari Berkah Kiswah

Sebuah kasus yang membuat geger baru-baru ini di Masjidil Haram, yaitu pengguntingan kain kiswah (pembungkus ka’bah) oleh salah seorang ibu, jama’ah Indonesia. Ketika beliau ditanya, untuk apa? Katanya, untuk pengobatan cucunya. Beliau menyangka bahwa keberkahan potongan kain tersebut dapat menjadi sebab kesembuhan sang cucu.

Bagaimana sebenarnya Dinul Islam mendudukkan dan mengatur masalah mencari berkah (tabarruk) ini? Berikut kami tuliskan penjelasannya. Semoga Allah I memberikan pertunjukNya kepada kita semua.

DEFINISI

Al-barakah (اْلبَرَكَةُ) yang bentuk jamaknya al-barakaat (اْلبَرَكَاتُ) maknanya adalah kebaikan yang melimpah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata : "Barakah berarti kebaikan yang banyak dan tetap.  Adapun tabarruk (التَّبَرُّكُ) merupakan mashdar dari تَبَرَّكَ - يَتَبَرَّكُ , artinya adalah mengharapkan barakah (طَلَبُ اْلبَرَكَةَ). Jadi tabarruk dengan sesuatu artinya adalah mengharapkan keberkahan dengan perantaraan sesuatu tersebut.

Maret 02, 2014

Tentang Pemilu ; Perlu Dipahami

Segala puji bagi Allah I yang telah menyempurnakan Islam dengan mengutus Rasulullah Muhammad r  yang membawa manhaj dan jalan hidup yang haq, sehingga tidak ada lagi pilihan bagi kaum beriman selain mengikuti manhaj beliau r dalam seluruh aspek kehidupan; dalam beribadah, bermu'amalah, berakhlaq, berda'wah dan berpolitik.

Menegakkan agama Allah I di atas muka bumi ini tidak akan mungkin ditempuh dan dicapai kecuali dengan manhaj (metode) yang digariskan dan dijalani oleh Rasulullah r   bersama para sahabatnya. Begitu juga dengan upaya melakukan perubahan menuju kehidupan yang diridhai Allah I, ia tidak dapat diwujudkan kecuali dengan menempuh manhaj perubahan yang ditempuh Sang Rasul penutup itu bersama dengan para sahabatnya. Sesungguhnya, manhaj penegakan Islam dan perubahan menuju kehidupan yang diridhai Allah itu tersimpul pada dua kata; da'wah dan tarbiyah yang dibangun atas dasar ajaran Islam yang shahih dan murni. Inilah jalan pilihan bagi siapapun yang ingin melihat tegaknya Islam di muka bumi ini dan ingin menyaksikan terjadinya perubahan menuju kehidupan yang diridhai Allah I.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...