Juli 28, 2017

Palestina Memanggil Kita

Bersyukurlah kepada Allah I, karena hari ini kita dapat melangkahkan kaki ke Rumah Allah dengan penuh ketenangan dan keamanan. Bersyukurlah kepada Allah I, karena saat kita duduk bersimpuh di Rumah-rumah Allah, tidak ada gempuran roket yang kita tunggu-tunggu untuk meluluhlantakkan Rumah Allah itu. Subhanallah, betapa banyak nikmat dari Allah I yang harus kita pertanggungjawabkan di Hari Kiamat.

Sekarang, bayangkanlah, jika kota kita ini menjadi sebuah kota yang diisolir dari seluruh penjurunya. Lalu, tiba-tiba terdengar suara pesawat-pesawat jet tempur terbang berputar-putar di atas atap rumah tempat kita tinggal, pesawat-pesawat itu kemudian melepaskan rudal-rudalnya tepat menghunjam ke arah kita, ke arah anak-anak dan keluarga kita. Bayangkanlah, jika malam ini kita hidup dalam gelap-gulita, tak ada tempat bernaung, tak ada makanan, tak ada minuman, tak ada pakaian hangat untuk mengusir dingin, dan tak ada keluarga tempat berbagi duka.

Juli 13, 2017

Apa Setelah Ramadhan?

Lebih dari dua pekan yang lalu, bulan Ramadhan yang penuh berkah dan keutamaan itu berlalu sudah. Ia akan menjadi saksi di hadapan Allah I atas segala perbuatan dan penyambutan setiap hamba di hari-harinya. Tak ada yang tersisa dari bulan tersebut kecuali apa yang telah disimpan pada catatan amalan yang akan diperlihatkan pada hari akhirat kelak. Seyogyanya, kita banyak memohon dengan sungguh-sungguh kiranya Allah I menerima amal kebaikan kita dan mengabulkan segala doa dan permohonan ampun kita kepada-Nya, sebagaimana sebelumnya, kita juga berdoa agar Allah Ta’ala  mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan hati kita dipenuhi dengan keimanan dan pengharapan akan ridha-Nya.

Mengapa kita patut berdoa? Hal ini agar kita tidak termasuk golongan yang celaka dan merugi. Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang pernah disebut oleh Nabi r dalam haditsnya, “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Apa yang tertinggal dalam diri kita setelah Ramadhan berlalu? Bekas-bekas kebaikan apa yang terlihat pada diri kita setelah keluar dari madrasah bulan kebaikan tersebut? Apakah bekas-bekas itu hilang seiring dengan berlalunya bulan itu? Apakah amal-amal kebaikan yang terbiasa kita kerjakan di bulan itu pudar setelah puasa berakhir? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang penting dan patut untuk kita renungkan bersama.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...