Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah mengajarkan manusia
dengan pena, Dia ‘Azza wa Jalla telah mengajarkan kita apa yang tidak kita
ketahui. Salam dan shalawat senantiasa tercurah kepada pemimpin dan uswah
hasanah kita Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang telah memerintahkan sahabat dan ummatnya untuk
menulis sunnahnya dan setiap ilmu yang bermanfaat, semoga rahmat dan berkah
juga senantiasa tercurah kepada keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang
istiqomah hingga hari kiamat. Amma Ba’du.
Hari-hari yang indah dan didambakan itu kini kembali datang
kepada kita. Hari-hari yang terdapat pada bulan yang sangat istimewa bagi Sang
Pemiliknya dan bagi siapapun yang mengetahui keistimewaannya. Tamu nan agung
yang selalu dinanti-nanti oleh semua orang yang merindukannya, dia adalah bulan
Ramadhan nan agung.
Apakah kita sudah melakukan persiapan-persiapan dalam
menyambut kedatangan bulan Ramadhan? Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena dengan nikmat kesehatan,
kesejahteraan, ketenteraman, keamanan dan dipanjangkannya usia kita, maka kita
masih bisa berjumpa dengannya dan dapat melaksanakan ibadah puasa yang menjadi
salah satu kewajiban kita. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, artinya : “Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah : 183).
Di antara bekal dan persiapan menghadapi bulan nan agung ini
adalah :
Pertama, menuntut ilmu berkaitan dengan ibadah puasa.
Bekal ini amat utama sekali agar ibadah kita menuai manfaat,
berfaedah, dan tidak asal-asalan. ‘Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah berkata :
مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ
مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
"Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu,
maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan."[1]
Tidak tahu akan hukum puasa, bisa jadi puasa kita rusak.
Tidak tahu apa saja hal-hal yang disunnahkan saat puasa, kita bisa kehilangan
pahala yang banyak. Tidak tahu jika maksiat bisa mengurangi pahala puasa, bisa
jadi hanya mendapatkan lapar dan dahaga
saja saat puasa.
Kedua, memperbanyak taubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Inilah yang
banyak dianjurkan oleh para ulama kita. Sebelum memasuki bulan Ramadhan,
perbanyaklah taubat dan istighfar. Semoga di bulan Ramadhan kita bisa menjadi
lebih baik. Kejelekan dahulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan
kebaikan di bulan Ramadhan. Ingatlah bahwa syarat taubat yang dijelaskan oleh
para ulama sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir rahimahullah, “Menghindari dosa
untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya
lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama
manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.”[2] Inilah yang
disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni.
Ketiga, banyak memohon kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala .
Selain dua
hal di atas, kita juga harus pahami bahwa untuk mudah melakukan kebaikan di
bulan Ramadhan, itu semua atas kemudahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terus memohon do'a
kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar kita mudah menjalankan
berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak
berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur'an dan kebaikan lainnya. Ya
Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Allahumma inni
as-aluka fi'lal khairaat wa tarkal munkaraat." (Ya Allah, aku memohon
pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran).[3]
Akhirnya, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan Ramadhan kita lebih baik
dari sebelumnya dengan kehadiran buku ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat
secara optimal bagi kaum muslimin.
Tak lupa, kami mengucapkan Jazakumullah Khairan dan
apresiasi setinggi – tingginya kepada segenap pihak dan muhsinin yang berkenan
memberikan bantuan dan donasi dalam rangka pencetakan dan penyaluran buku ini
kepada kaum muslimin. Terkhusus, kepada para ikhwah yang tergabung dalam Tim
Kerja Pustaka Al-Munir dan Ustadzuna al-Fadhil Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA.
yang kembali bersedia mencurahkan perhatiannya di tengah kesibukan yang padat,
untuk memeriksa, mengedit dan menelaah isi buku ini sebelum diterbitkan dan
disalurkan kepada kaum muslimin. Semoga Allah I memberikan ganjaran pahala yang
tidak terhingga bagi mereka semua di akhirat kelak.
Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, penyusun pun
mengharapkan masukan dan saran dari para pembaca sekalian, kiranya buku ini
dapat lebih bermanfaat di masa yang akan datang.
Marilah menyambut Ramadhan mubarak dengan suka cita,
diiringi ilmu, taubat dan do'a kepada Rabbul ‘Alamin untuk kemudahan meraup
segala keutamaannya. Wallahul Muwaffiq.
Kampung Sero’, Sya’ban
1433 H/Juli 2012 M
Al-Faqiir Ilallah
Abu Mujahid
[1] Al Amru bil Ma'ruf, hal. 15
[2] Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 14:61
[3] HR. Tirmidzi no. 3233, shahih menurut Syaikh Al Albani
Daftar Isi Buku :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar