Maret 23, 2012

Ketika Ujian Menerpa

Ujian menyerang siapa saja tidak pandang bulu. Sebagaimana orang miskin diuji, orang kayapun demikian. Sebagaimana rakyat jelata hidup di atas ujian, para penguasa juga diuji. Bahkan bisa jadi ujian yang dirasakan oleh para penguasa dan orang-orang kaya lebih berat daripada ujian yang dirasakan oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata. Begitu pula, sebagaimana seorang awam diuji, seorang ‘alim pun akan diuji. Masing – masing tidak lepas dari ujian kehidupan.

Intinya setiap yang bernyawa pasti diuji sebelum maut menjemputnya. Siapapun juga orangnya. Entah diuji dengan kesulitan atau diuji dengan kelapangan, kemudian ia akan dikembalikan kepada Allah I untuk dimintai pertanggungjawaban terhadap sikap ia menghadapi ujian tersebut. Allah I  berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS. Al-Anbiyaa' : 35).

Maret 01, 2012

Yang Terlupa Dalam Memberi Nasehat

Agama adalah nasehat. Begitulah kalimat yang telah dituturkan oleh qudwah kita Rasulullah r . Hal ini menunjukkan betapa tinggi dan agungnya sebuah nasehat dalam Islam. Bahkan nasehat merupakan salah satu wujud nyata dari hadits nabi r yang artinya : “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini karena nasehat adalah mencintai untuk sesama muslim apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri, membimbingnya kepada kebaikan, menunjukinya kepada kebenaran apabila ia keliru, mengingatkannya bila lupa dan menjadikannya seorang saudara.

Memberi nasehat juga merupakan salah satu kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya. Rasulullah r bersabda, artinya : Jika dia minta nasehat kepadamu berilah nasehat (HR. Muslim).

Dari pengertian ini maka nasehat jelas bukanlah mencari-cari kesalahan orang lain. Apabila ia keliru, ditutupi aibnya. Itulah nasehat yang akan mempererat tali ukhuwah dan memperkokoh bangunan iman. Rasulullah r bersabda, artinya : “Seorang mukmin bagi mukmin yang lainnya adalah bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya.(HR. Bukhari dan Muslim).

Demikianlah, nasehat sekali lagi menduduki tempat yang agung dan mulia. Namun perlu diingat bahwa keagungan dan kemuliaannya hanya dapat diraih ketika dilaksanakan dalam wujudnya yang sempurna sesuai dengan adab dan aturan sebagaimana contoh dari Rasululllah r.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...