Ujian menyerang
siapa saja tidak pandang bulu. Sebagaimana orang miskin diuji, orang kayapun
demikian. Sebagaimana rakyat jelata hidup di atas ujian, para penguasa juga diuji.
Bahkan bisa jadi ujian yang dirasakan oleh para penguasa dan orang-orang kaya
lebih berat daripada ujian yang dirasakan oleh orang-orang miskin dan rakyat
jelata. Begitu pula, sebagaimana seorang awam diuji, seorang ‘alim pun akan
diuji. Masing – masing tidak lepas dari ujian kehidupan.
Intinya setiap yang
bernyawa pasti diuji sebelum maut menjemputnya. Siapapun juga orangnya. Entah
diuji dengan kesulitan atau diuji dengan kelapangan, kemudian ia akan
dikembalikan kepada Allah I untuk dimintai pertanggungjawaban terhadap
sikap ia menghadapi ujian tersebut. Allah I berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ
بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji
kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan
hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS. Al-Anbiyaa' :
35).

