November 15, 2010

Hari Raya dan Puasa Arafah, Ikut Saudi atau Indonesia?

Penjelasan dari Ustadzuna al-Fadhil Muhammad Yusran Anshar, Lc
[Direktur Ma'had 'Aliy Al-Wahdah Makassar]

Di akhir Ta’lim Rutin beliau setiap malam Ahad di Masjid Wihdatul Ummah, Makassar, hari Sabtu  13 November, beliau memberikan penjelasan tambahan tentang penetapan hari Raya Idul Adha dan Puasa Arafah.

Beliau memulai penjelasannya dengan menerangkan pendapat ulama yang menguatkan puasa dan lebaran mengikuti ketetapan di negeri masing-masing. Menurut Ustadz,  tiga ulama besar abad ini yakni Syaikh Albani Rahimahullah, Syaikh Bin Baz Rahimahullah dan Syaikh Al Utsaimin Rahimahullah, menguatkan pendapat ini. Bahkan Syaikh Albani Rahimahullah yang dikenal berpandangan bahwa apabila suatu negeri sudah ada yang melihat hilal, maka negeri yang lain mengikuti.  Namun menurut Syaikh Albani, jika Khilafah belum terbentuk, dan dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, maka fatwa yang paling benar adalah masing-masing rakyat mengikuti ketetapan negerinya, agar terjadi persatuan kaum muslimin di negeri masing-masing. Hari Raya merupakan semangat kebersamaan umat yang dipentingkan.

November 11, 2010

Hukum Qurban Orang yang Telah Meninggal

Beberapa waktu yang lalu, redaksi menerima pertanyaan dari salah seorang pembaca, perihal hukum qurban bagi orang yang telah meninggal dunia. Apakah ia boleh mengurbankan orangtuanya yang telah meninggal dunia? Sampaikah pahala qurban tersebut kepadanya?

Masalah ini adalah masalah yang acapkali kita dapati di tengah kaum muslimin. Para ulama, sejak dahulu hingga hari ini telah membahasnya dan menjelaskannya kepada kita. Di antara ulama abad ini yang menjelaskan masalah tersebut adalah Syaikh Utsaimin Rahimahullah Ta’ala dalam Kitab Syarhul Mumti’ .

Pada kesempatan kali ini, kami menuliskannya kepada para pembaca sekalian, yang banyak kami ambil dari fatwa beliau Rahimahullah Ta’ala. Semoga dapat memberikan pencerahan bagi umat. Selamat membaca.

Jangan Lewatkan : 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Di antara keutamaan dan karunia yang Allah  berikan kepada makhluk-Nya adalah dijadikannya musim (masa-masa tertentu) bagi hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memperbanyak amal shalih di dalamnya.

Tak terasa, musim panen kemuliaan itu kembali menghampiri kita. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah kembali datang dengan izin Rabb kita yang mulia, menjanjikan berbagai kemuliaan yang bisa kita raih di dalamnya.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...