November 23, 2011

Tawadhu’, Sifat Mulia yang Terlupakan

Makin berisi makin merunduk. Begitulah peribahasa 'ilmu padi' yang sering kita dengar. Semakin ia berisi dengan padi dengan mutu yang baik, maka batangnya pun akan semakin merunduk.

Dalam syari'at Islam yang mulia pun diajarkan hal yang serupa, sifat dan sikap merunduk ibarat padi, yakni tawadhu’.

Tawadhu’ adalah sifat yang amat mulia, namun sedikit yang memilikinya dan banyak yang melupakannya. Ia adalah sifat yang begitu mahal kita dapatkan saat ini. Di saat manusia merasa “di atas angin” karena telah berilmu pengetahuan dan memiliki banyak “kelebihan”, ia pun berjalan di muka bumi dengan perasaan “tinggi” dan  sombong. Sampai pun kepada mereka yang menisbahkan dirinya kepada dakwah Islam, ; pejuang kejayaan Islam. Wal’iyadzubillah.

Padahal Allah I dalam beberapa firman-Nya di dalam al-Qur’an memberikan pujian bagi orang-orang yang tawadhu’ dan membenci orang yang sombong.

Allah I berfirman, artinya : “Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan” (QS. al-Furqon [25]: 63).

November 18, 2011

Haji “Mabrur” yang Mabrur

Setiap jiwa yang beriman sungguh merindukan untuk menginjakkan kaki di tanah haram, Makkah al-Mukarramah. Kerinduan untuk dapat hadir di tanah haram tersebut, baik untuk tujuan ibadah seperti haji dan umrah atau lainnya akan selalu ada di setiap jiwa yang beriman.

Ibadah Haji di baitullah al-Haram yang merupakan rukun Islam kelima adalah ibadah yang menjadi dambaan setiap muslim. Hanya saja ibadah tersebut adalah ibadah yang hanya dibebankan kepada orang yang mampu. Bagi mereka yang diberikan nikmat sehingga mampu melaksanakannya, tentu merupakan kebahagiaan dan kesyukuran tak terhingga kepada Sang Pemberi nikmat, Allah Rabbul ‘Alamin.

Kita sering mendengar bahwa haji yang “sukses” adalah haji mabrur. Namun, tahukah kita apa itu haji “mabrur”? Apakah setiap haji “mabrur”, memang mabrur? Berikut akan kami tuliskan beberapa penjelasan berkaitan dengan hal tersebut. Semoga bermanfaat.

Perintah Haji

Ibadah haji merupakan perintah  Allah I. Setiap manusia diperintahkan melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu sebagaimana firman Allah I, artinya :
 “.. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari semesta alam “ (QS. Ali Imran : 97).
Dan bagi setiap hamba Allah I yang mampu menunaikannya maka ia adalah tamu Allah I . Sebagaimana hadits dari Ibnu Umar t, Nabi r bersabda, artinya : “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...