Makin berisi makin merunduk. Begitulah peribahasa
'ilmu padi' yang sering kita dengar. Semakin ia berisi dengan padi dengan mutu
yang baik, maka batangnya pun akan semakin merunduk.
Dalam syari'at Islam yang mulia pun diajarkan hal yang
serupa, sifat dan sikap merunduk ibarat padi, yakni tawadhu’.
Tawadhu’ adalah sifat yang amat mulia, namun sedikit yang memilikinya dan banyak
yang melupakannya. Ia adalah sifat yang begitu mahal kita dapatkan saat ini. Di
saat manusia merasa “di atas angin” karena telah berilmu pengetahuan dan
memiliki banyak “kelebihan”, ia pun berjalan di muka bumi dengan perasaan
“tinggi” dan sombong. Sampai pun kepada
mereka yang menisbahkan dirinya kepada dakwah
Islam, ;
pejuang kejayaan Islam. Wal’iyadzubillah.
Padahal Allah I dalam beberapa
firman-Nya di dalam al-Qur’an memberikan pujian bagi orang-orang yang tawadhu’
dan membenci orang yang sombong.
Allah I berfirman, artinya : “Dan
hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di
atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka,
mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan” (QS. al-Furqon
[25]: 63).

