Tidak
terasa, bulan Ramadhan yang penuh berkah dan keutamaan itu berlalu sudah. Ia
akan menjadi saksi di hadapan Allah I atas
segala perbuatan dan penyambutan setiap hamba di hari-harinya. Tak ada yang
tersisa dari bulan tersebut kecuali apa yang telah disimpan pada catatan amalan
yang akan diperlihatkan pada hari akhirat kelak. Seyogyanya, kita banyak
memohon dengan sungguh-sungguh kiranya Allah I menerima amal
kebaikan kita dan mengabulkan segala doa dan permohonan ampun kita kepada-Nya,
sebagaimana sebelumnya, kita juga berdoa agar Allah Ta’ala mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan
dalam keadaan hati kita dipenuhi dengan keimanan dan pengharapan akan
ridha-Nya.
Mengapa
kita patut berdoa? Hal ini agar kita tidak termasuk golongan yang celaka dan
merugi. Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang pernah disebut oleh Nabi r dalam haditsnya, “Celakalah
seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam
keadaan dosa-dosanya belum diampuni” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
