Desember 24, 2015

Tahun Baru

Meskipun hampir setiap menjelang pergantian tahun, hujan terus mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia dengan derasnya, hal itu (sama sekali) tidak menyurutkan semangat dan animo masyarakat untuk menyambut tahun baru. Apa yang terjadi pada malam pergantian tahun baru, pembaca mungkin lebih tahu. Mulai dari aneka hiburan, pesta pora, kembang api, petasan, hura-hura dan lain-lain, hadir menghiasi perayaan malam itu. Ah, tak usah kita menyebutkan semua itu di sini. Yang pasti, mata kita telah menyaksikan gemerlapnya dunia pada malam itu.

Lalu, apa masalahnya? Masalahnya adalah bahwa mereka adalah saudara kita, kaum muslimin.  Seorang beriman, yang memandang kaum muslimin lainnya sebagai saudara se-iman dan ibarat satu tubuh, seharusnya bersedih dan risau dengan kenyataan ini. Mengapa mesti bersedih? Bukankah hal tersebut membuat mereka gembira dan bahagia? Tidak. Sekiranya mereka tahu akan hakekatnya dan mengimani segala aturan syariat berkaitan dengannya, tentu mereka tidak akan melakukannya. Hanya karena kejahilan, hawa nafsu dan godaan setan-lah mereka terjatuh dan rela melakukannya.

Desember 17, 2015

Jangan Gadaikan Aqidahmu!

Memasuki pertengahan hingga akhir bulan Desember setiap tahunnya, kita akan merasakan atmosfir yang terbentuk di sekitar kita yang ditujukan untuk memperingati dan menyambut datangnya perayaan Natal. Di jalan-jalan, penuh dengan slogan ucapan Selamat Natal. Di pusat perbelanjaan, kita disuguhi dengan pernak-pernik perayaan Natal seperti Santa Klaus, lagu-lagu rohani Kristen, dekorasi pohon Natal yang dihiasi dengan hiasan sedemikian rupa dan lainnya. Media, juga tidak lupa untuk mem-blow up perayaan Natal ini. Disuguhilah masyarakat Indonesia dengan film-film, sinetron-sinetron, atau tayangan-tayangan lainnya bernuansa Natal. 

Inilah fakta yang memprihatinkan dari sebuah bangsa yang mengatasnamakan dirinya sebgai Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Namun ironisnya, ia menjelma sebagai bangsa yang terlihat begitu mengagungkan kebudayaan-kebudayaan asing di luar Islam yang katanya dianggap sebagai budaya maju dan modern. Hingga akhirnya, budaya-budaya asing, sebut saja Tahun Baru, Valentine Day, April Mob dan lainnya, begitu mudah masuk dan diterima di negeri ini.

Desember 04, 2015

Nasehat Menjelang Pilkada

Topik Pilkada hari-hari ini menjadi buah bibir dan tema hangat di mana-mana dan berbagai media. Pasalnya, dalam waktu yang tidak lama lagi, beberapa wilayah di Indonesia akan mengadakan hajatan besar untuk pemilihan Pemimpin Daerah secara serentak pada 9 Desember mendatang. Tak terkecuali di Butta Gowa yang kita cintai ini.

Tentu saja, kita semua berharap agar daerah ini kelak dipimpin oleh pemimpin yang mampu menjalankan amanat besar nan berat tersebut dengan sebaik-baiknya.

Berikut ini, beberapa untaian nasehat untuk pribadi kami dan kaum muslimin di Butta Gowa terkait bagaimana menyikapi Pilkada sesuai dengan koridor dan bimbingan Islam yang mulia. Semoga nasehat ini menjadi nasehat yang indah dan memberikan kemashlahatan dan manfaat untuk kita semua.

November 24, 2015

Ketika Smartphone Menghiasi Hari

Smartphone, demikian namanya. Alat komunikasi canggih nan mungil itu demikian akrabnya di genggaman kebanyakan manusia hari ini di dunia, termasuk di kalangan kaum muslimin. Bapak-bapak, Ibu-ibu, anak-anak, laki-laki dan perempuan, semuanya menjadi penikmatnya.

Di rumah-rumah, jalan-jalan, toko-toko dan angkutan umum bahkan pada tempat-tempat tersembunyi sekalipun, intensitas penggunaan alat ini terlihat begitu tinggi. Saking tingginya, jika dirata-rata, mungkin hampir setiap seperempat jam sekali, tangan-tangan penggunanya akan bergerak mengambilnya, menyentuh layarnya, menggeser ke atas, ke bawah dan ke samping.

Jika kita melalukan survei, nampaknya kita akan menemukan bahwa kebanyakan penggunanya adalah penikmat dan pembagi berita-berita melalui perangkat browsing atau social media yang terpasang pada alat tersebut.

November 19, 2015

Canda, Ada Adabnya

Belum lama, media ramai memberitakan fenomena seorang muballig yang kerap muncul menghiasi acara-acara di televisi. Pasalnya, sang muballig telah menyampaikan sebuah statement yang kontroversial bahkan ditengarai telah bertentangan dengan syariat Islam menurut beberapa pihak.

Di sisi lain, sang muballig juga dikenal dengan candaan dan humor dalam dakwahnya. Bahkan, mungkin hal ini yang membuat beliau begitu akrab dan terkenal di kalangan sebagian kaum muslimin.

Tentu saja, statement tersebut menarik dan penting untuk dibahas sesuai timbangan syariat. Namun, buletin kita edisi kali ini, tidak akan membahasnya secara khusus, mengingat redaksi tidak dalam kapasitas untuk mengupasnya. Juga karena media massa, audio visual dan sosial, hari-hari ini telah banyak membahasnya. Meskipun demikian, redaksi tertarik untuk mencermati sisi lain fenomena tersebut yaitu canda dan humor.

November 11, 2015

Ghibah, Bencana Lisan

Anugerah lisan yang fasih terkadang membuat pemiliknya terbuai. Lisan terus menari hingga kehilangan arah kesana-kemari. Bencana lisan pun senantiasa mengancam bagi setiap mereka yang tidak mampu menjaganya agar tetap di atas rambu- rambu syariat ilahi.

Terkadang kita merasa begitu nyaman mengayunkannya. Hingga tak terasa membawa pemiliknya ke muara kebinasaannya. Padahal, menjaganya adalah keniscayaan untuk meraih jaminan Rasulullah r akan surgaNya.

Ghibah dan menggunjing adalah salah satu produknya. Seharusnya, setiap kita yang takut akan adzabNya dan meyakini bahwa Allah  r adalah Maha Melihat dan Mendengar seluruh tindak-tanduk kita, mampu menjaga manajemen lisan, saat diam dan bicara.

Apalagi di zaman ini. Ketika berbagai media komunikasi, nyata dan maya, begitu luas dan mudah. Ruang untuk mengungkapkan rasa menjadi bebas tak terarah. Hingga, saudara seiman, kerabat, kaum muslimin dan bahkan para pemimpin, pun tak luput menjadi sasaran panah.

November 06, 2015

Ketika Hujan Tertahan

Kekeringan telah melanda berbagai wilayah negeri tercinta. Sumber air menjadi semakin langka. Debu jalanan kian menebal, menjadi sumber penyebaran penyakit kala diterpa angin. Batuk, pilek, gatal-gatal menjadi secuil dampak dari kekeringan tersebut. Belum lagi, kabut asap sebagai dampak kebakaran hutan di beberapa wilayah negeri tak kunjung hilang karena diperparah dengan kondisi kering dan panas.

Demikianlah. Dengan hikmahNya, Allah I tidak menjadikan kondisi hamba-hambaNya monoton berada dalam satu keadaan saja. Dia I mengatur keadaan mereka dengan silih berganti. Ada kalanya, Allah I menjadikan negeri mereka berlimpah dengan air. Adakalanya Allah I menahan air bagi mereka hingga kekeringan terjadi.

Allah I berfirman, artinya : “Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (QS. Al-Anbiyaa’ : 35).

Juni 11, 2015

Menyambut Ramadhan

Dalam kehidupan dengan tuntunan Islam, kita tentu tahu bagaimana anjuran agama Islam dalam menyambut tamu. Iya kan? Kita juga tahu bagaimana mempersiapkan kedatangannya dalam rangka memuliakan dan melayaninya secara baik. Dalam menyambutnya, kita akan berusaha memperindah pemandangan yang ada di rumah, mengumpulkan seluruh keluarga dan menyiapkan berbagai macam hidangan. Terlebih lagi jika tamu tersebut adalah tamu yang sangat kita hormati.

Nah, di depan kita bersama, beberapa hari ke depan, tamu besar nan agung akan datang menghampiri kita semua. Siapa dia? Tentunya, dia bukan pejabat tinggi. Bukan pula raja. Juga bukan seorang kaya raya. Namun dia adalah tamu yang lebih agung dari itu semua. Dia adalah bulan suci Ramadhan.

Bagaimanakah seharusnya kita menyambutnya?

Mei 21, 2015

Al-Qur’an Dilagukan, Bolehkah?

Pembacaan Al-Quran di Istana Negara saat pelaksanaan acara kenegaraan beberapa hari yang lalu, menuai kontroversi. Apa sebab? Tidak lain karena lantunan ayat-ayat suci Al-Quran oleh sang qari’ menggunakan irama salah satu budaya suku Indonesia ; langgam Jawa.

Hal ini kemudian menjadi perbincangan hangat menjurus keras di kalangan masyarakat khususnya pengguna media sosial di dunia maya (internet). Sebagian mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah masalah. “Larangannya tidak tidak ada, masyarakat saja yang belum terbiasa. Namun karena ini disiarkan secara nasional, makanya jadi kontroversi dan khawatir mengganggu telinga masyarakat. Karena masyarakat Indonesia itu kalau soal agama terlalu sensitif”, demikian pendapat kubu yang pro dengan hal ini. Sebagaian lain, dari kubu yang kontra berpendapat bahwa cara ini  tetap menyalahi aturan bacaan Al-Qur’an sebagaimana mestinya.

Mei 14, 2015

Reuni di Surga

Berkumpul bersama sanak keluarga tercinta dalam kehidupan dunia adalah sebuah reuni yang akan selalu dirindukan oleh manusia. Tak terkecuali Anda dan kami pastinya. Seorang suami akan merasa bahagia jika bisa bertemu istri dan anak-anaknya. Begitu pula sebaliknya, seorang anak akan merasa bahagia jika bisa bertemu dengan ibu-bapaknya. Dan tentunya,  kebahagiaan dalam kebersamaan ini diharapkan terjadi selamanya. Bahkan, tidak hanya di dunia, tetapi juga berlanjut sampai di akhirat nanti. Inilah reuni terindah di surga-Nya kelak. Bukan begitu?

Pertanyaannya, bisakah kita  mewujudkan harapan ini? Kalau bisa, bagaimanakah caranya? Ikuti pembahasannya dalam edisi kali ini. Semoga para pembaca memperoleh manfaat. Selamat membaca!

Mei 07, 2015

Islam Memandang Prostitusi

Indonesia surganya prostitusi. Begitu kata orang-orang. Mungkin tidak berlebihan jika ungkapan ini muncul. Betapa tidak, arena prostitusi ada di mana-mana, khususnya di kota-kota besar Indonesia, dari yang sederhana hingga yang termewah. Tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya. Arena ini kerap telah dikondisikan melalui lokalisasi. Belum lagi, model terbaru  dewasa ini melalui media teknologi internet. Jadilah prostitusi semakin merajalela karena kemudahan untuk mengaksesnya. Sungguh sebuah ironi di tengah masyarakatnya yang mayoritas mengaku muslim. Wallahul-musta’an.

Apakah prostitusi itu? Mengapa prostitusi semakin marak? Bagaimana Islam memandang praktek prostitusi?  Silahkan membaca dan mencermati pembahasan di bawah ini. Semoga bermanfaat.

April 29, 2015

Hukuman Mati Pengedar Narkoba

Baru saja, pemerintah Indonesia melaksanakan hukuman eksekusi mati kepada beberapa orang terpidana kasus kejahatan narkoba. Pelaksanaan eksekusi tersebut pun mendapat reaksi dari berbagai pihak di dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, ketidaksetujuan terhadap hukuman mati muncul dari beberapa kelompok. Sebagian beralasan, negara mestinya menjamin hak hidup warganya. Sebagian lagi, menilai pelaksanaan hukuman mati adalah sebuah kemunduran bagi Indonesia. “Eksekusi mati bukanlah solusi yang bisa mengurangi angka kejahatan narkoba”, begitu alasan mereka juga. Namun, di sisi lain, banyak pihak yang justru mendukung pelaksanaan hukuman mati tersebut. Hal ini mengingat dampak buruk narkoba yang dapat merusak dan membunuh ratusan ribu jiwa secara perlahan.

Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna, telah menjelaskan bagaimana aturan hablumminannas (hubungan antarmanusia) dalam kehidupan. Salah satunya adalah bagaimana Islam dapat mengatasi berbagai masalah kejahatan dalam masyarakat, termasuk dalam kejahatan narkoba. Di dalam sistem Islam, Islam mewajibkan negaranya untuk membina keimanan dan ketakwaan rakyat, hal ini dapat mencegah diri seseorang dari melakukan kejahatan dalam bentuk apapun. Selain itu, sistem Islam juga mempunyai sistem sanksi (‘uqubat) yang akan menjadi palang pintu terakhir dari tindak kejahatan. Sanksi hukum Islam akan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.

April 21, 2015

Radikalisme

Beberapa pekan yang lalu, banyak situs (website) media dakwah Islam internet diblokir karena ditengarai telah terindikasi paham radikalisme dan terorisme. Protes masif (secara luas) pun bermunculan dari berbagai kalangan masyarakat menuntut pengaktifan kembali situs-situs atau website berita dakwah Islam tersebut yang bagi sebagian kalangan justru keberadaannya telah banyak mendidik dan memberikan khazanah ke-Islaman bagi kaum muslimin. 

Mencermati fenomena tersebut, beberapa pertanyaan yang mungkin terlintas dalam benak sebagian kaum muslimin terkait isu tersebut adalah ; (i) apa itu radikalisme dan terorisme? ; (ii) apakah Islam mengajarkan paham radikalisme dan terorisme? ; (iii) bagaimana Islam membimbing umat terhadap kedua paham ini?

April 08, 2015

Syukuri Apa yang Ada

Dunia ini fana. Manusia hidup di dunia sekejap saja. Toh, kehidupan dunia yang hanya sementara ini nyatanya telah menjebak banyak manusia, tenggelam mencari kesenangan yang seolah tidak ada habisnya. Setelah terpenuhi satu keinginan, akan muncul keinginan yang lain, begitu seterusnya. Hingga akhirnya, kehidupan akhirat yang kekal abadi pun kemudian terlupakan. Segala cara akan ditempuh demi menggapai keinginan akan kesenangan atas segala hal yang bersifat duniawi, tidak peduli lagi baik-buruk, halal-haram, dosa dan neraka. Yang penting dapat hidup senang bergelimang harta dan memiliki kedudukan dan tahta. Apalagi saat ini, ketika  harga terus melonjak naik, sementara lapangan pekerjaan makin susah, “Jangankan mencari yang halal, mencari yang haram saja susah, “ demikian kebanyakan orang sering mengeluh.

Maret 19, 2015

Jagalah Pandanganmu!

“Mencuci mata” sudah menjadi kebiasaan banyak orang utamanya di kalangan para muda. Nongkrong di pinggir jalan, menikmati pemandangan alam yang indah dan penuh pesona adalah hal biasa. Apalagi, di zaman yang serba canggih seperti sekarang, zaman gadget dan smartphone, begitu memanjakan kita untuk mengakses dunia maya yang penuh dengan warna, tak terkecuali “alam indah” untuk “mencuci mata”. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah alam apakah yang sedemikian indahnya sehingga menjadikan orang-orang atau para muda begitu tertarik dan kerasan untuk nongkrong dan memantau gadget hingga berjam-jam? Ternyata alam tersebut adalah wanita, sumber fitnah bagi lelaki sejak zaman dahulu. “Saya melihat karena kekaguman terhadap ciptaan Allah, Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”, seloroh mereka.

Benarkah pernyataan ini? Ini jelas adalah tipu daya dan racun syaitan yang telah merasuk dalam jiwa. Oleh karena itu, pada edisi kali ini, redaksi mencoba memaparkan beberapa perkara yang berkaitan dengan hukum pandangan, semoga bermanfaat bagi redaksi dan juga bagi saudara-saudara kami para pembaca yang budiman.

Maret 10, 2015

Menafkahi Keluarga

Kata orang tua kita, hidup berkeluarga adalah kehidupan orang dewasa. Perkataan ini memang sesuai dengan kenyataan yang ada, karena orang yang menjalani hidup berkeluarga harus siap bersikap dewasa dalam menghadapi liku-liku hidup berumah tangga.  Salah satu sikap kedewasaan dari seseorang adalah bila ia tidak semata menuntut agar semua haknya dipenuhi tanpa menyeimbangkannya dengan pemenuhan kewajiban dan tanggung jawab. Salah satu kewajiban sekaligus tanggung jawab seorang suami dalam keluarga adalah memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya sesuai kemampuan.

Sengaja kita angkat permasalahan ini karena ada di antara suami yang masih saja tidak tahu atau pura-pura tidak tahu dengan kewajibannya sehingga ia berlepas tangan darinya.

Maret 03, 2015

Terbuai Oleh Musik dan Nyanyian

Siapa saja yang hidup di akhir zaman seperti saat ini, terasa sulit untuk lepas dari pengaruh lantunan suara musik dan nyanyian. Begitu luas dan tersebarnya kedua hal ini, bahkan hingga ke pelosok desa sekalipun. Bisa jadi, inilah kenyataan yang telah disinyalir oleh Nabi kita, Muhammad r, sejak 14 abad yang lalu.

Sebuah kisah tentang sosok si “fulan”. Hidupnya dahulu tidak bisa lepas dari alat musik dan nyanyian. Di masa silam dahulu, ia termasuk orang-orang yang gandrung terhadap lantunan musik dan nyanyian. Bahkan nyanyian dan musik menjadi “sarapan” di setiap harinya. Namun, sekarang hidupnya jauh berbeda. Setelah Allah I mengenalkannya dengan al-haq (cahaya al-Qur’an dan al-Sunnah), dia pun perlahan-lahan menjauhinya. Alhamdulillah, dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan kalamullah yang semakin membuat dirinya  mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Rabbnya.

Februari 24, 2015

Menebar Kasih Sayang

Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Yusuf alaihissalam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. Seorang Sulaiman alaihissalam yang dengan segala kebesarannya, masih menghormati makhluk kecil, semut, dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati.

Rasulullah Muhammad r adalah panutan yang tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan, ketidakadilan, tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya, justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia sebagai perwujudan dari rahmatan lil ‘aalamiin-nya ajaran yang disempurnakan oleh beliau r, setelah para Nabi Allah I  sebelumnya yang juga telah mengajarkan hakikat Islam.

Februari 17, 2015

Doaku Sepanjang Masa

Doa orangtua untuk anaknya adalah salah satu doa yang makbul dan didengar Allah I. “Ada tiga doa yang pasti akan terkabul, tidak diragukan lagi: doa orangtua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang dizhalimi.” (HR. Abu Dawud. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani). Demikian pesan dari Sang Nabi r.

Semestinya orangtua senantiasa mengalirkan doa kebaikan bagi anak-anaknya. Orangtua juga mesti meneguhkan kesabaran jika menjumpai penyimpangan pada anak-anaknya. Bukan malah mengutuk atau mendoakan kejelekan bagi mereka.

Sesuatu yang sudah lazim untuk diketahui, orangtua harus membimbing anak-anaknya. Mereka butuh diarahkan, diajari, ditegur dan diluruskan bila mereka salah atau lupa. Semua itu tak lain untuk kebaikan masa depan si anak; masa depan di dunia dan masa depan di akhirat dan tentu juga untuk orangtua.

Februari 02, 2015

Demam Batu Cincin

Entah badai apa yang bertiup, tak jelas. Sekonyong-konyong bumi Indonesia kini dilanda demam hebat, demam batu cincin. Trend masyarakat memakai batu cincin atau akik begitu merebak sekarang ini. Hampir di setiap ruas jalan kota dan celah acara baik resmi maupun tak resmi, obrolan batu cincin sedang booming saat ini. Perbincangan batu cincin ini selalu saja menjadi ramai dan riuh, kaitannya dengan bisnis hingga mistis di dunia perbatuan. Celetukan beberapa penggiat batu cincin, kerap memancing rasa penasaran.

Bagi seorang muslim, tentu saja sikap kita menanggapi setiap fenomena haruslah dengan timbangan syariat. Nah, batu dan cincin, bagaimana menyikapinya? Mari kita simak pembahasan berikut. Semoga bermanfaat.

Jadwal Ta'lim

Jadwal Kajian Islam Ilmiah 
Masjid Binaan DPD Wahdah Islamiyah Gowa

SENIN

Ba’da Magrib-selesai
Pekan I dan III
Masjid Annur, Jl. Nuri Sungguminasa
Oleh Ust. Mukran Usman, Lc., M.HI.
Pembahasan Aqidah Islamiyah
CP : 085-242-920-390

Ba’da Magrib-selesai
Pekan II dan IV
Masjid Annur, Jl. Nuri Sungguminasa
Oleh Ust. M. Nirwan Idris, Lc., M.HI.
Pembahasan Tafsir Ayat-Ayat Hukum
CP : 085-242-920-390

Ba’da Magrib-selesai
Masjid Usamah bin Zaid Panciro
Oleh Ust. Asri Muh. Sholeh, Lc., M.A. / Ust. Harman Tajang, Lc., M.HI.
Pembahasan Fiqh
CP : 085-242-476-850

SELASA

Ba’da Magrib-selesai
Masjid Al-Hamra, Jl. Pallantikang
Oleh Ust. Mukran Usman, Lc., M.HI.
Pembahasan Tematik (Umum)

Ba’da Magrib-selesai
Masjid Ponpes Tahfizh Bonto Ba'do
Oleh Ust. Harman Tajang, Lc., M.HI./Ust. Bahrunnida, Lc./Ust. Muh. Ikhwan Abdul Jalil, Lc., M.HI.
Pembahasan Tematik (Umum)
CP : 082-194-934-531

RABU

Ba’da Magrib-selesai
Pekan I dan III
Masjid Annur, Jl. Nuri Sungguminasa
Oleh Ust. Ansar Sultan, Lc.
Pembahasan Tematik (Umum)
CP : 085-242-920-390

Ba’da Magrib-selesai
Pekan II dan IV
Masjid Annur, Jl. Nuri Sungguminasa
Oleh Ust. Syaibani Mujiono, S.PdI., Lc.
Pembahasan Kitab Minhajul Qashidin
CP : 085-242-920-390

Ba’da Magrib-selesai
Masjid Usamah bin Zaid Panciro
Oleh Ust. Bahrunnida, Lc. atau asatidzah lainnya
Pembahasan Tafsir/Tauhid
CP : 085-242-476-850

Ba’da Magrib-selesai
Masjid Nurul Iman Yabani, Bontoramba
Oleh Ust. Irwan Fitri, Lc.,M.A., Ust. Sirajuddin Qasim, Lc. atau asatidzah lainnya
Pembahasan Tafsir/Tematik
CP : 085-399-412-458

KAMIS


Ba’da Magrib-selesai
Pekan I dan III
Masjid Al-Amri Abdul Hamid Al-Umary, Sero'
Oleh Ust. Faisal Abdurrahman, S.Pd.I.
Pembahasan Tematik (Umum)
CP : 081-342-670-617

Ba’da Magrib-selesai
Pekan II dan IV
Masjid Al-Amri Abdul Hamid Al-Umary, Sero'
Oleh Ust. Slamet Sansi Hasman, S.T.
Pembahasan Tematik (Umum)
CP : 081-342-670-617

JUMAT

------

SABTU

Ba’da Subuh-selesai
Masjid Annur, Jl. Nuri Sungguminasa
Oleh Ust. Harman Tajang, Lc., M.H.I.
Pembahasan Tafsir Al-Qur'an
CP : 085-242-920-390

Ba’da Subuh-selesai
Masjid Al-Amri Abdul Hamid Al-Umary, Sero'
Oleh Ust. DR. Rahmat Abdul Rahman, Lc., MA.
Pembahasan Tafsir Surah Juz 30
CP : 081-342-670-617

AHAD


Ba'da Isya-selesai
Masjid Marya Bintu Imran, Limbung
Oleh Ust. Harman Tajang, Lc., M.H.I.
Pembahasan Syarh Kitab Riyadhus-Shalihin
CP : 082-299-390-695

Januari 06, 2015

Ketika Musim Hujan Tiba

Musim hujan telah tiba. Tidak ada setetes air hujan yang membasahi bumi ini kecuali atas kehendak dan kekuasaan Allah I. Ia adalah rahmat Allah I bagi bumi dan seisinya. Melalui hujan-Nya, Allah I  menumbuhkan berbagai tanaman untuk memberi rezeki kepada umat manusia.

Menyikapi turunnya hujan, umat Islam memiliki cara dan adab berbeda dengan kaum agama lain. Sebagai tanda syukur kepada Allah I atas nikmat hujan yang telah dicurahkan ini, maka kita perlu mengilmui beberapa hal dan hukum seputar musim hujan. Berikut ini kami tuliskan pembahasan tentangnya. Selamat membaca.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...