Juli 20, 2012

“Berjamaah” Dalam Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan *

Dalam syari’at Islam, kolektifitas (keberjamaahan) dalam pelaksanaan sebagian ibadahnya mempunyai kedudukan yang sangat urgen dan strategis. Hal ini berangkat dari sebuah mainstream bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi prinsip wahdah al-ummah (persatuan ummat)  sebagai salah satu risalah (visi) penting dalam kedudukannya sebagai rahmatan lil’alamin.

Maka salah satu sarana untuk mewujudkan visi tersebut disyariatkanlah beberapa jenis ibadah Jama’iyyah yang selain fungsi utamanya adalah pembuktian penghambaan seorang hamba kepada Allah Azza Wa Jalla, di lain sisi ia juga memuat nilai-nilai keberjamaahan yang sangat kental.

Dari sisi jumlah individu pelaksana sebuah ibadah yang disyari’atkan, maka ibadah tersebut dibagi menjadi dua bagian besar;

Pertama : Ibadah Fardiyah (individual). yaitu ibadah yang disyariatkan untuk dilakukan secara individual (perseorangan) tanpa melibatkan orang lain (jama’ah), contohnya: amalan hati berupa niat, keikhlasan, rasa takut kepada Allah, begitu juga sebagian amalan anggota badan seperti membaca al-Quran, melaksanakan thawaf di Ka’bah, sa’i antara  Shofa dan Marwa dan juga seperti Shalat sunnah rawatib dan yang lainnya.

Juli 13, 2012

Keyakinan Tidak Terhapus Dengan Keraguan “al yaqinu laa yuzaalu bi syakkin”

Dalam kehidupan sehari – hari, kita terkadang menemui sebuah permasalahan khususnya dalam hal ibadah dan muamalah yang tidak ada solusi secara langsung dan tekstual dalam al-Qur’an dan Hadits.

Terkadang, teks al-Qur’an dan Hadits masih bersifat umum dan luas untuk memaknai fenomena kekinian yang sulit dipecahkan. Hal ini bukanlah indikasi akan kekurangan agama kita. Bukan, bahkan justru menandakan bahwa agama ini telah mengatur segala aspek kehidupan meskipun masih bersifat umum, dan kita sebagai penganutnya mesti mempelajarinya.

Dalam upaya itu, para ulama kita telah mencurahkan segala upaya untuk memformulasikan beberapa kaidah – kaidah pokok yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan agama dengan bersumber pada hukum – hukum al-Qur’an dan Hadits.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...