Januari 26, 2017

Jangan Mudah Menyebar Hoax

Setelah dua pekan tidak menyapa pembaca, alhamdulillah buletin yang kita cintai ini kembali hadir di hadapan para pembaca sekalian. Semoga kehadiran buletin senantiasa memberi arti dan manfaat bagi umat dan bangsa ini. Amin.

Pembahasan kita kali ini adalah terkait sebuah fenomena yang sedang ramai menghiasi media-media komunikasi hari ini. Apa itu? Dia adalah “hoax” (baca : hoaks). Tahukah kita apa itu hoax?

Secara bahasa, kata “hoax” berasal dari Bahasa Inggris yang berarti tipuan, menipu, berita bohong , berita palsu atau kabar burung. Hoax tidak lain adalah berita atau informasi dusta, bohong, dan tidak benar.

Hoax telah menjadi sebuah istilah yang begitu akrab di telinga kita hari-hari ini, menyusul maraknya penggunaan media sosial online sebagai sarana dalam menyebarkannya. Ia pun telah menjadi alat ampuh untuk menggiring opini masyarakat di negeri ini. Jauh sebelum kita, para penjajah melakukan strategi devide et impera di negeri ini dengan menyebarkan hoax di tengah-tengah umat. Hasilnya, hoax ini mampu mencerai-beraikan komponen bangsa ini waktu itu.

Januari 19, 2017

Istighfar di Waktu Sahur

“Wa bil–ashaari hum yastaghfiruun”

“dan pada waktu sahur, mereka pun beristighfar”

Berbincang tentang istighfar pada waktu sahur, ada dua ayat yang diabadikan Allah I dalam firman-Nya; pertama, pada surat Ali Imran ayat 17, kedua, surat Adz-Dzariyat ayat 18. Kedua ayat ini sama-sama menyebutkan salah satu amalan orang yang dijanjikan surga; beristighfar pada waktu sahur.

Kita bertanya, sedemikian istimewakah waktu sahur sehingga beristighfar pada waktu itu berbuah surga? Jawabannya, tentu iya.

Berikut sedikit penjelasan tentang masalah ini.

Januari 12, 2017

Berobat Dengan Ruqyah

Allah I menciptakan makhlukNya dengan memberikan cobaan dan ujian. Banyak dalil yang menunjukkan bahwa musibah, penderitaan dan penyakit merupakan hal yang lazim bagi manusia. Semua itu pasti menimpa mereka, untuk mewujudkan peribadahan kepada Allah I semata dan untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Allah I berfirman, “Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" (QS. Al-Mulk : 2). Ketahuilah, Allah I tidak menetapkan sesuatu, baik berupa takdir kauni (takdir yang pasti berlaku di alam semesta ini) atau takdir syar’i, melainkan di dalamnya terdapat hikmah yang sangat besar, sehingga tidak mungkin bisa dinalar oleh akal manusia.

Ketika Allah I memberikan ujian berupa penyakit, maka seorang muslim wajib berikhtiar untuk kesembuhannya dengan berusaha secara maksimal. Dalam usaha mengobati penyakit yang dideritanya, maka seorang muslim wajib meyakini bahwa obat dan dokter hanyalah sarana kesembuhan. Yang menyembuhkan penyakit hanyalah Allah I. Sebagaimana firmanNya, “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia” (QS. Yunus : 107).

Januari 05, 2017

Apa Tujuan Hidupmu?

Manusia. Sebenarnya ia adalah makhluk yang beruntung. Tidak semua makhluk ciptaan Allah I seperti ia. Penciptaannya sempurna. Ia sebenarnya ditakdirkan menjadi makhluk yang paling terhormat. Namun, sayang seribu sayang. Kenyataan yang menyedihkan, makhluk yang satu ini masih saja terombang-ambing oleh dirinya sendiri. Ia seperti tak pernah mengerti benar mengapa ia hidup. Ya, ia tak tahu apa tujuan yang hendak dicapai dalam mengarungi lautan kehidupannya. Dan engkau pasti sudah paham siapa makhluk itu. Dia adalah kita.

Di tengah kegalauan kita ini, kami ingin mengajak pembaca sekalian membaca torehan tinta Ibnu Qudamah Al-Maqdisy rahimahullah tentang kita berikut ini. Ia mengatakan,

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...