Telah masuk pertanyaan kepada
redaksi via telepon dari salah seorang pembaca, perihal hukum gadai dalam
Islam.
Apakah
barang gadai dapat diambil manfaat darinya ?
Berikut ini kami jelaskan sedikit masalah “gadai” menurut
pandangan Islam dengan merujuk kepada nash-nash/dalil-dalil yang shahih dan
pendapat para ulama. Semoga Allah I
memudahkan dan menjadikan manfaat bagi kita
semua.
MAKNA GADAI
Makna gadai secara bahasa adalah “tertahan” sebagaimana dalam satu
ayat al-Qur’an:
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (٣٨)
“Tiap-tiap jiwa tertahan
(untuk mempertanggungjawabkan) atas apa yang telah diperbuatnya (QS.
Al-Muddatstsir [74]: 38).
Sedangkan makna gadai menurut istilah ahli fiqh adalah “barang
yang dijadikan sebagai jaminan hutang apabila tidak dapat melunasinya”. (Lihat
Fathul Bari 5/173, al-Mughni 6/443, Aunul Ma;bud 9-10 / 319).

