Mei 21, 2011

Gadai Dalam Islam

Telah masuk pertanyaan kepada redaksi via telepon dari salah seorang pembaca, perihal hukum gadai dalam Islam.

Apakah barang gadai dapat diambil manfaat darinya ?

Berikut ini kami jelaskan sedikit masalah “gadai” menurut pandangan Islam dengan merujuk kepada nash-nash/dalil-dalil yang shahih dan pendapat para ulama. Semoga Allah I memudahkan dan menjadikan manfaat bagi kita semua.

MAKNA GADAI
Makna gadai secara bahasa adalah “tertahan” sebagaimana dalam satu ayat al-Qur’an:

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (٣٨)
 Tiap-tiap jiwa tertahan (untuk mempertanggungjawabkan) atas apa yang telah diperbuatnya (QS. Al-Muddatstsir [74]: 38).

Sedangkan makna gadai menurut istilah ahli fiqh adalah “barang yang dijadikan sebagai jaminan hutang apabila tidak dapat melunasinya”. (Lihat Fathul Bari 5/173, al-Mughni 6/443, Aunul Ma;bud 9-10 / 319).

Mei 07, 2011

Membentengi Keluarga Dari Sihir

Secara etimologis, sihir artinya sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus penyebabnya. Sedangkan menurut istilah syariat, Abu Muhammad Al-Maqdisi menjelaskan, sihir adalah azimat-azimat, mantra-mantra atau pun buhul-buhul yang bisa memberi pengaruh terhadap hati sekaligus jasad, bisa menyebabkan seseorang menjadi sakit, terbunuh, atau pun memisahkan seorang suami dari istrinya.

Jadi sihir benar-benar ada, memiliki pengaruh dan hakikat yang bisa mencelakakan seseorang dengan taqdir Allah I yang bersifat kauni . Allah I berfirman, arinya  : "Dan (aku berlindung kepada Allah) dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembuskan pada buhul-buhul". [QS. al-Falaq : 4].

Sihir juga pernah menimpa Rasulullah r . Yaitu ketika seorang Yahudi bernama Labid bin Al A’sham menyihir beliau r . Aisyah radhiallahu anha menceritakan : "Rasulullah r pernah disihir, sehingga beliau merasa seolah-olah mendatangi istri-istrinya, padahal tidak melakukannya".[HR. Bukhari dan Muslim].

Sihir memiliki bentuk beraneka ragam dan bertingkat-tingkat. Di antara contohnya adalah tiwalah (sihir yang dilakukan oleh seorang istri untuk mendapatkan cinta suaminya/pelet), namimah (adu domba), al ‘athfu (pengasihan), ash-sharfu (menjauhkan hati) dan sebagainya.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...