Malam adalah
saat yang penuh dengan keheningan dan ketenangan, sungguh ini waktu yang tepat
untuk beristirahat menghilangkan kelelahan dan kepenatan menjalani hiruk pikuk
dunia di siang hari.
Namun, di
balik keheningan dan kesejukannya, al-Quran sebagai kalam Allah I, dalam beberapa ayatnya ketika
berbicara soal malam, justru tidak berbicara tentang istirahat atau berdiam
diri. Akan tetapi, berbicara tentang aktivitas, sebuah kerja dan amal yang
agung. Apakah itu?
Di dalam
al-Qur’an, Allah I memerintahkan mengisi sebagian malam dengan
mengoptimalkan berbagai aktivitas ibadah, seperti membaca al-Quran, sujud, rukuk,
bertasbih, berdzikir, beristighfar, bermunajat, dan berdoa, khususnya degan
qiyamullail.
Allah I berfirman, artinya : "Hai orang
yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali
sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang
dari sedikit dari itu. Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Alquran
dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan
yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat untuk khusyu
dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.''
(QS. al-Muzzammil : 1-6).
Manusia yang
merindukan ketinggian dan kejayaan, niscaya menjadi para perindu –perindu
malam. Betapa tidak, mereka menjadikan malam sebagai sumber energi menghadapi
perjuangan dan kelelahan siang. Energi jiwa dengan menguatkan ikatan dengan
Allah I Sang
Penguasa. Energi raga dan pemikiran dengan dengan menghirup kesegaran udaranya.
Malam
dijadikan madrasah untuk meneguhkan tekad, meneguhkan semangat, dan membuktikan
kesungguhan yang meyakinkan.
Bagi mereka,
malam dijadikan sebagai ajang pembuktian keikhlasan,kesungguhan pengabdian,
kesungguhan
beramal walau tak seorang manusia pun yang menyaksikannya.
Pantas saja,
bila para panglima perang Islam di zaman Rasulullah r memilih
kualitas tentaranya dengan parameter mengerjakan qiyamullail.
Qiyamullail
atau yang biasa disebut juga Shalat Tahajjud atau Shalat
Malam adalah salah satu ibadah yang agung dan mulia , yang disyari’atkan oleh
Allah I sebagai ibadah nafilah atau ibadah
sunnah.
Akan tetapi
bila seorang hamba mengamalkannya dengan penuh kesungguhan, maka ia memiliki
banyak keutamaan. Ya, memang berat, karena tidak setiap muslim sanggup
melakukannya.
Ketahuilah...
Mereka yang
menunaikannya, berarti telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana
dalam firman-Nya, artinya : “Dan pada sebagian malam
hari, shalat tahajjudlah kamu sebagai ibadah nafilah bagimu, mudah-mudahan
Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79).
Ketahuilah...
Qiyamullail
adalah shalat yang paling afdhal setelah
shalt fardhu. Rasulullah r
bersabda,
artinya : “Shalat
yang paling utama sesudah shalat fardhu adalah qiyamul lail (shalat di tengah
malam)”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Ketahuilah...
Qiyamul lail
itu adalah kebiasaan orang-orang shalih dan calon penghuni surga. Allah I berfirman, artinya : “Sesungguhnya
orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata
air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka.
Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat
kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di
akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”
(QS. Adz-Dzariyat : 15-18).
Ketahuilah ...
Makruh
hukumnya meninggalkan shalat malam bagi yang telah terbiasa mengerjakannya.
Rasulullah r bersabda kepada sahabat Abdullah bin Umar t,artinya : “Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah (yakni Abdullah
bin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma) seandainya ia shalat di waktu
malam.” (HR Muslim).
Beliau r menasihati Abdullah ibnu Umar t : “Wahai Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti
fulan, ia kerjakan shalat malam, lalu ia meninggalkannya.” (HR.
Bukhari dan Muslim).
Ketahuilah ...
Siapa yang
menunaikan qiyamullail, dia akan terpelihara dari gangguan setan, dan ia akan
bangun di pagi hari dalam keadan segar dan bersih jiwanya. Sebaliknya, siapa
yang meninggalkan qiyamul lail, ia akan bangun di pagi hari dalam keadan
jiwanya dililit kekalutan (kejelekan) dan malas untuk beramal shalih.
Suatu hari
pernah diceritakan kepada Rasulullah r tentang
orang yang tidur semalam suntuk tanpa mengingat untuk shalat,
maka beliau r menyatakan:
“Orang
tersebut telah dikencingi setan di kedua telinganya.”
(Muttafaqun ‘alaih).
Rasulullah r juga
menceritakan : “Setan mengikat pada
tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan (simpul) ketika kalian
akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur
itu): “Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.” Maka apabila
(ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala (berdoa), maka terurailah
(terlepas) satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul
lagi. Dan kemudian apabila ia shalat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia
berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak
bangun shalat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan
kotor
jiwanya dan malas (beramal shalih)” (Muttafaqun
‘alaih).
Ketahuilah...
Di malam hari itu
ada satu waktu dimana Allah I akan mengabulkan doa orang yang berdoa, Allah I akan memberi sesuatu bagi orang yang meminta kepada-Nya,
dan Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya bila ia memohon ampunan
kepada-Nya.
Hal itu
sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah r dalam
sabda beliau, artinya : “Di waktu malam
terdapat satu saat dimana Allah akan mengabulkan doa setiap malam.” (HR
Muslim No. 757).
Dalam riwayat
lain disebutkan oleh beliau r, artinya :
“Rabb kalian turun setiap malam ke langit dunia tatkala
lewat tengah malam, lalu Ia berfirman: “Adakah orang yang berdoa agar Aku
mengabulkan doanya?” (HR. Bukhari 3/25-26).
Dalam riwayat
lain juga disebutkan, bahwa Allah I juga berfirman, artinya : “Barangsiapa
yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya, siapa yang memohon
(sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku pun akan memberinya, dan siapa yang berdoa
kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” Hal ini
terus terjadi sampai terbitnya fajar” (Tafsir
Ibnu Katsir 3/54).
Kesungguhan
Salafus Shalih untuk menegakkan Qiyamul lail
Disebutkan dalam
sebuah riwayat, bahwa tatkala orang-orang sudah terlelap dalam tidurnya, Ibnu
Mas’ud t justru mulai bangun untuk shalat tahajjud, sehingga
terdengar seperti suara dengungan lebah (yakni Al-Qur’an yang beliau baca dalam
shalat lailnya seperti dengungan lebah, karena beliau membaca dengan suara
pelan tetapi bisa terdengar oleh orang yang ada disekitarnya), sampai menjelang
fajar menyingsing.
Al-Imam
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah ditanya :
“Mengapa orang-orang yang suka bertahajjud itu wajahnya paling bercahaya
dibanding yang lainnya?”
Beliau
menjawab : “Karena mereka suka berduaan bersama
Allah Yang Maha Rahman, maka Allah menyelimuti mereka dengan cahaya-Nya.”
Abu Sulaiman rahimahullah
berkata: “Malam hari bagi orang yang setia beribadah di dalamnya, itu lebih
nikmat daripada permainan mereka yang suka hidup bersantai-santai. Seandainya
tanpa adanya malam, sungguh aku tidak suka tinggal di dunia ini.”
Al-Imam Ibnu
Al-Munkadir rahimahullah menyatakan : “Bagiku, kelezatan dunia ini hanya
ada pada tiga perkara, yakni qiyamul lail, bersilaturrahmi dan shalat
berjamaah.”
Al-Imam Hasan
Al-Bashri rahimahullah juga pernah menegaskan :
“Sesungguhnya orang yang telah melakukan dosa, akan terhalang dari qiyamul
lail.” Ada seseorang yang bertanya: “Aku tidak dapat bangun untuk untuk qiyamul
lail, maka beritahukanlah kepadaku apa yang harus kulakukan?” Beliau menjawab :
“Jangan engkau bermaksiat (berbuat dosa) kepada-Nya di waktu siang, niscaya Dia
akan membangunkanmu di waktu malam.”(Tazkiyyatun Nufus, karya Dr Ahmad Farid).
Pembaca yang
budiman, inilah beberapa keutamaan dan keindahan qiyamul lail. Sungguh, akan
merasakan keindahannya bagi orang yang memang hatinya telah diberi taufik oleh
Allah Ta’ala, dan tidak akan merasakan keindahannya bagi siapa pun yang
dijauhkan dari taufik-Nya.
Semoga, kita
semua termasuk di antara hamba-hamba-Nya yang diberi keutamaan menunaikan
qiyamul lail secara istiqamah. Menjadi perindu-perindu malamNya.
Wallahu waliyyut
taufiq.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar