September 24, 2014

Panduan Qurban ; Meraih Taqwa Dengan Ibadah Qurban Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah

Segala puji bagi Allah I  yang telah memberikan nikmatnya yang tak terhingga kepada kita. Salam dan shalawat senantiasa tercurah kepada pemimpin dan uswah hasanah kita Rasulullah r. Semoga pula rahmat dan berkah senantiasa tercurah kepada keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang istiqomah hingga hari kiamat. Amma Ba’du.
Berkat taufiq dan pertolongan dari Allah I, di hadapan Anda saat ini kami sajikan sebuah buku yang merangkum berbagai hukum dan adab yang berkaitan dengan ibadah qurban. Semuanya disarikan dari tuntunan dan rujukan kita yang utama, al-Qur’an dan Sunnah nabawiyah. Untuk menguatkan dan memperjelas keduanya, kami juga menambahkan penjelasan para ulama yang telah terbukti kedalaman ilmu dan ketinggian taqwa mereka kepada Sang Pencipta Rabbul ‘Alamin.

September 18, 2014

Sikap Terhadap Kuburan

Belum lama, berbagai media cetak dan elektronik mengangkat isu pembongkaran dan pemindahan makam Rasulullah r di masjid Nabawi. Berita ini sontak membuat mayoritas kaum muslimin dunia angkat bicara menyampaikan penolakannya. Alhamdulillah, sikap pemerintah Indonesia yang langsung melakukan klarifikasi perihal isu tersebut langsung ke pemerintah Arab Saudi, dinilai sebagai langkah yang tepat dan bijak. Sikap ini diilhami oleh semangat tabayyun (klarifikasi) yang telah dituntunkan oleh agama kita yang mulia terhadap setiap berita atau isu yang belum pasti kebenarannya (QS. Al-Hujurat : 6). Dan ternyata, isu tersebut adalah hanya sebatas isu atau rumor belaka. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Juru bicara Kantor Pusat Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi [republika.co.id].

Satu hal yang patut diingat juga adalah bahwa seorang nabi yang wafat, maka ia dikuburkan pada tempat di mana ia wafat. Rasulullah r  bersabda, artinya : “Allah tidak mencabut ruh seorang nabi kecuali di tempat yang dia (nabi tersebut) ingin supaya dia dikuburkan di situ.” [HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah]. Dan saat beliau r wafat, beliau r berada di rumah atau kamar Aisyah radhiyallahu ‘anha [HR. Bukhari]. Para ulama menyebutkan bahwa hal ini adalah menjadi kesepakatan (ijma’) kaum muslimin.

September 03, 2014

Memahami Khilafah Islamiyyah

Khilafah Islamiyyah ; menyatukan seluruh umat Islam di bawah naungan satu penguasa yang menghukumi mereka dengan syariat Allah di atas jalan kenabian adalah cita-cita yang agung dan menjadi dambaan setiap muslim dalam kehidupan ini. Hal ini merupakan tujuan Islam sebagaimana perintah Allah I dalam firmanNya, artinya : “dan berpegang-teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 103).

Rasulullah r bersabda, artinya :  “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara ; Allah ridha kepada kalian (ketika kalian) beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, berpegang teguh kepada tali agama Allah dan janganlah kalian bercerai berai, saling nasehat menasehati kepada pemimpin-pemimpin kalian. Dan Allah I membenci desas-desus, dan membenci banyak bertanya dan menghambur-hamburkan harta“ (HR. Muslim, Malik, dan Ahmad).

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...