Desember 24, 2015

Tahun Baru

Meskipun hampir setiap menjelang pergantian tahun, hujan terus mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia dengan derasnya, hal itu (sama sekali) tidak menyurutkan semangat dan animo masyarakat untuk menyambut tahun baru. Apa yang terjadi pada malam pergantian tahun baru, pembaca mungkin lebih tahu. Mulai dari aneka hiburan, pesta pora, kembang api, petasan, hura-hura dan lain-lain, hadir menghiasi perayaan malam itu. Ah, tak usah kita menyebutkan semua itu di sini. Yang pasti, mata kita telah menyaksikan gemerlapnya dunia pada malam itu.

Lalu, apa masalahnya? Masalahnya adalah bahwa mereka adalah saudara kita, kaum muslimin.  Seorang beriman, yang memandang kaum muslimin lainnya sebagai saudara se-iman dan ibarat satu tubuh, seharusnya bersedih dan risau dengan kenyataan ini. Mengapa mesti bersedih? Bukankah hal tersebut membuat mereka gembira dan bahagia? Tidak. Sekiranya mereka tahu akan hakekatnya dan mengimani segala aturan syariat berkaitan dengannya, tentu mereka tidak akan melakukannya. Hanya karena kejahilan, hawa nafsu dan godaan setan-lah mereka terjatuh dan rela melakukannya.

Desember 17, 2015

Jangan Gadaikan Aqidahmu!

Memasuki pertengahan hingga akhir bulan Desember setiap tahunnya, kita akan merasakan atmosfir yang terbentuk di sekitar kita yang ditujukan untuk memperingati dan menyambut datangnya perayaan Natal. Di jalan-jalan, penuh dengan slogan ucapan Selamat Natal. Di pusat perbelanjaan, kita disuguhi dengan pernak-pernik perayaan Natal seperti Santa Klaus, lagu-lagu rohani Kristen, dekorasi pohon Natal yang dihiasi dengan hiasan sedemikian rupa dan lainnya. Media, juga tidak lupa untuk mem-blow up perayaan Natal ini. Disuguhilah masyarakat Indonesia dengan film-film, sinetron-sinetron, atau tayangan-tayangan lainnya bernuansa Natal. 

Inilah fakta yang memprihatinkan dari sebuah bangsa yang mengatasnamakan dirinya sebgai Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Namun ironisnya, ia menjelma sebagai bangsa yang terlihat begitu mengagungkan kebudayaan-kebudayaan asing di luar Islam yang katanya dianggap sebagai budaya maju dan modern. Hingga akhirnya, budaya-budaya asing, sebut saja Tahun Baru, Valentine Day, April Mob dan lainnya, begitu mudah masuk dan diterima di negeri ini.

Desember 04, 2015

Nasehat Menjelang Pilkada

Topik Pilkada hari-hari ini menjadi buah bibir dan tema hangat di mana-mana dan berbagai media. Pasalnya, dalam waktu yang tidak lama lagi, beberapa wilayah di Indonesia akan mengadakan hajatan besar untuk pemilihan Pemimpin Daerah secara serentak pada 9 Desember mendatang. Tak terkecuali di Butta Gowa yang kita cintai ini.

Tentu saja, kita semua berharap agar daerah ini kelak dipimpin oleh pemimpin yang mampu menjalankan amanat besar nan berat tersebut dengan sebaik-baiknya.

Berikut ini, beberapa untaian nasehat untuk pribadi kami dan kaum muslimin di Butta Gowa terkait bagaimana menyikapi Pilkada sesuai dengan koridor dan bimbingan Islam yang mulia. Semoga nasehat ini menjadi nasehat yang indah dan memberikan kemashlahatan dan manfaat untuk kita semua.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...