Meskipun
hampir setiap menjelang pergantian tahun, hujan terus mengguyur sebagian besar
wilayah Indonesia dengan derasnya, hal itu (sama sekali) tidak menyurutkan
semangat dan animo masyarakat untuk menyambut tahun baru. Apa yang terjadi pada
malam pergantian tahun baru, pembaca mungkin lebih tahu. Mulai dari aneka
hiburan, pesta pora, kembang api, petasan, hura-hura dan lain-lain, hadir
menghiasi perayaan malam itu. Ah, tak usah kita menyebutkan semua itu di sini.
Yang pasti, mata kita telah menyaksikan gemerlapnya dunia pada malam itu.
Lalu, apa masalahnya? Masalahnya
adalah bahwa mereka adalah saudara kita, kaum muslimin. Seorang beriman, yang memandang kaum muslimin lainnya
sebagai saudara se-iman dan ibarat satu tubuh, seharusnya bersedih dan risau
dengan kenyataan ini. Mengapa mesti bersedih? Bukankah hal tersebut membuat
mereka gembira dan bahagia? Tidak. Sekiranya mereka tahu akan hakekatnya dan
mengimani segala aturan syariat berkaitan dengannya, tentu mereka tidak akan
melakukannya. Hanya karena kejahilan, hawa nafsu dan godaan setan-lah mereka
terjatuh dan rela melakukannya.

