Maret 28, 2013

Lidah, Memang Tak Bertulang

Lidah itu memang lunak tidak bertulang. Tapi dampak dan “rasanya bisa keras seperti tulang, bahkan lebih.  Seorang yang tidak menguasai ilmu beladiri pun bisa bersilat lidah.

Lidah itu tajam laksana pedang bahkan ia adalah pedang bermata dua. Jika luka tersayat pedang tidaklah susah untuk diobati. Tetapi hati yang terluka ditikam kata-kata, kemana kita hendak mecari penawarnya? Entah berapa banyak persaudaraan terputus ditebas lidah laksana pedang tadi.

Padahal Rasulullah r ketika ditanya siapa muslim yang paling afdhal? Beliau r menjawab (artinya) : “Orang yang selamat kaum muslimin dari lisan dan tanganya” [HR. Bukhari dan Muslim].

Lidah itu berbisa bagai lidah ular yang bercabang dua. Ia bisa berbahaya bagi pemiliknya dan lawan bicaranya. Lidah bisa menjadi binatang buas yang bahkan memangsa tuannya sendiri. Makanya, ada ungkapan bijak yang berbunyi : “mulutmu harimaumu”.

Maret 22, 2013

Alasan Wanita Tidak Berhijab


Allah I telah mewajibkan hijab (baca : jilbab syar’i) atas setiap wanita demi melindungi kesuciannya dan menjaga kehormatannya serta menjadi pertanda bagi keimanannya.

Namun, ironisnya, penampakan yang hari ini menghiasi kehidupan kita adalah tersebarnya fenomena sufur (keberadaan wanita keluyuran di luar rumah) dan tabarruj (terbukanya aurat wanita, rambut, leher, wajah, lengan, kaki dan segala perhiasan dan dandanannya).

Sekali lagi, sangat disayangkan, fenomena tidak sehat ini telah menjadi ciri khas masyarakat Islam, meskipun pakaian islami masih tersebar di dalamnya.

Maka pertanyaannya adalah : Mengapa kaum muslimah memilih untuk tidak berhijab, menutup aurat dan melindungi harga diri, kesucian dan kehormatan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ternyata ada beberapa alasan pokok, yang kalau kita cermati ternyata kesepuluh alasan itu sangat rapuh dan lemah.

Maret 15, 2013

Meraih Doa Malaikat

Malaikat adalah salah satu makhluk Allah I yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi-Nya. Ia merupakan makhluk yang selalu menta’ati Allah I dalam setiap keadaan. Hal ini sebagaimana firman Allah I dalam surah at-Tahrim ayat 6 (artinya) : “Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Allah I juga mensifatkan malaikat sebagaimana dalam firmanNya (artinya) : “Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya (QS. Al-Anbiya : 26-28).

Di dalam al-Qur’an ada satu ayat yang sangat terkenal bahkan selalu dan sering kita mendengarnya, khususnya pada saat kita menghadiri shalat Jumat, yakni surah al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi :

Maret 08, 2013

Jika Dipuji Orang

Di antara fenomena umum yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah fenomena pujian.

Sebagian orang mungkin sangat senang akan pujian sehingga yang diharap-harapkannya adalah pujian orang lain. Dalam tataran praktis, pujian dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk: pujian yang diucapkan untuk mengharapkan sesuatu dari orang yang dipuji, pujian yang sifatnya hanya basa-basi belaka, serta pujian yang diucapkan sebagai ekspresi kekaguman.

Bila disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa menjadi hal positif yang dapat memotivasi kita agar terus meningkatkan diri. Namun kenyataannya –dan ini yang paling sering terjadi- adalah pujian justru membuat kita terbuai, lepas kontrol, dan seterusnya. Semakin sering orang lain memuji kita, maka semakin besar potensi kita untuk terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri.

Padahal Allah I mengingatkan dalam firmanNya (artinya) : "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa” (Qs. Al-Najm; 32)

Maret 01, 2013

Membangun Rumah di Syurga

Memiliki rumah indah dan nyaman adalah keinginan setiap manusia. Di dunia ini, memiliki rumah yang indah, luas, megah dan nyaman adalah perkara yang tidak setiap orang mampu mewujudkannya. Ia harus memeras keringat lebih dahulu untuk mencari uang, karena harganya yang mahal.
Namun, syukurlah, rumah di akhirat yaitu di surga kelak bisa dibangun tanpa harus membayar mahal sebagaimana di dunia. Yang diperlukan adalah kekuatan untuk beramal shalih dan menahan hawa nafsu. Dan yang pasti, rumah di surga jauh lebih indah dan nyaman yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan tidak dapat digambarkan oleh pikiran kita.
Rasulullah r telah mengabarkan kepada umatnya tentang amalan-amalan yang apabila dilakukan oleh manusia, maka Allah I akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga.

Apa sajakah itu?

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...