Mei 21, 2015

Al-Qur’an Dilagukan, Bolehkah?

Pembacaan Al-Quran di Istana Negara saat pelaksanaan acara kenegaraan beberapa hari yang lalu, menuai kontroversi. Apa sebab? Tidak lain karena lantunan ayat-ayat suci Al-Quran oleh sang qari’ menggunakan irama salah satu budaya suku Indonesia ; langgam Jawa.

Hal ini kemudian menjadi perbincangan hangat menjurus keras di kalangan masyarakat khususnya pengguna media sosial di dunia maya (internet). Sebagian mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah masalah. “Larangannya tidak tidak ada, masyarakat saja yang belum terbiasa. Namun karena ini disiarkan secara nasional, makanya jadi kontroversi dan khawatir mengganggu telinga masyarakat. Karena masyarakat Indonesia itu kalau soal agama terlalu sensitif”, demikian pendapat kubu yang pro dengan hal ini. Sebagaian lain, dari kubu yang kontra berpendapat bahwa cara ini  tetap menyalahi aturan bacaan Al-Qur’an sebagaimana mestinya.

Mei 14, 2015

Reuni di Surga

Berkumpul bersama sanak keluarga tercinta dalam kehidupan dunia adalah sebuah reuni yang akan selalu dirindukan oleh manusia. Tak terkecuali Anda dan kami pastinya. Seorang suami akan merasa bahagia jika bisa bertemu istri dan anak-anaknya. Begitu pula sebaliknya, seorang anak akan merasa bahagia jika bisa bertemu dengan ibu-bapaknya. Dan tentunya,  kebahagiaan dalam kebersamaan ini diharapkan terjadi selamanya. Bahkan, tidak hanya di dunia, tetapi juga berlanjut sampai di akhirat nanti. Inilah reuni terindah di surga-Nya kelak. Bukan begitu?

Pertanyaannya, bisakah kita  mewujudkan harapan ini? Kalau bisa, bagaimanakah caranya? Ikuti pembahasannya dalam edisi kali ini. Semoga para pembaca memperoleh manfaat. Selamat membaca!

Mei 07, 2015

Islam Memandang Prostitusi

Indonesia surganya prostitusi. Begitu kata orang-orang. Mungkin tidak berlebihan jika ungkapan ini muncul. Betapa tidak, arena prostitusi ada di mana-mana, khususnya di kota-kota besar Indonesia, dari yang sederhana hingga yang termewah. Tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya. Arena ini kerap telah dikondisikan melalui lokalisasi. Belum lagi, model terbaru  dewasa ini melalui media teknologi internet. Jadilah prostitusi semakin merajalela karena kemudahan untuk mengaksesnya. Sungguh sebuah ironi di tengah masyarakatnya yang mayoritas mengaku muslim. Wallahul-musta’an.

Apakah prostitusi itu? Mengapa prostitusi semakin marak? Bagaimana Islam memandang praktek prostitusi?  Silahkan membaca dan mencermati pembahasan di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...