Januari 29, 2016

Doa Tak Kunjung Terkabul

Manusia, sangat memerlukan sandaran yang dapat memberikan kekuatan kepada dirinya pada saat dia lemah. Manusia, sangat membutuhkan pegangan ketika segala kekuatan di luar dirinya tidak mampu lagi menopang dan menunjang dirinya. Di saat seperti itu, tiada jalan selain menyandarkan sepenuhnya kepada kuasa Sang Penguasa, setelah berupaya untuk berikhtiar dan berusaha semampunya. Di saat seperti itu pula, tiada jalan selain dengan jalan mengadukan nasib dan keadaaannya kepada Yang Maha Kuasa dalam mengatur dan menentukan jalan hidupnya sekaligus menggenggam dan menguasai langit dan bumi beserta isinya. Dan, pengaduan itu tidak lain berupa doa yang dipanjatkan kepadaNya.

Namun dalam perjalanannya, seringkali sebuah doa terasa hambar ketika jawaban belum mendatanginya. Seringkali, doa terasa salah ketika ia belum terkabulkan jua. Hingga akhirnya, ada di antara kita yang berprasangka kepada Sang Khalik dengan prasangka yang tak sepantasnya.

Januari 21, 2016

Karena Memaafkan Lebih Baik

Waktu terus berputar. Beragam peristiwa ikut mengiringi derap langkah kehidupan kita di atas bumi yang juga terus berputar. Problematika hidup bermasyarakat, juga sangatlah kompleks. Yang demikian itu karena masyarakat beserta seluruh lapisannya memiliki karakter dan kepribadian yang tidak sama, begitu pula dengan tingkat pemahaman tentang agama dan kesiapan untuk menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari yang juga beragam.

Oleh sebab itu, dibutuhkan kesiapan jiwa, sikap tabah dan lapang dada yang didasari dengan ilmu syariat. Mengapa? Karena dalam pergaulan, secara umum tabiat setiap orang adalah senang untuk dipuji dan diberi, namun benci dan berat jika dicela dan dinodai. Di sinilah ujian, apakah seseorang mampu menguasai dirinya saat pribadinya disinggung dan haknya ditelikung, atau membalasnya dengan amarah yang sulit dibendung.

Dalam Al-Qur’an, Allah I memuji orang-orang yang mampu menahan amarahnya sebagaimana firmanNya, “Dan orang-orang yang menahan amarahnya” (QS. Ali-Imran: 134).

Januari 15, 2016

Jangan Mudah Menuduh

Mungkin di antara kita selama hidup pernah difitnah atau dituduh. Ada yang dituduh sebagai pembohong, pengkhianat, pencuri, dikatakan dzalim, munafik, sesat atau tuduhan-tuduhan lainnya.

Padahal, menuduh dan memfitnah orang lain dengan sesuatu yang tidak dilakukannya adalah sebuah kezhaliman yang besar. Dan biasanya, tuduhan kepada orang lain itu diawali dengan sikap berprasangka buruk dan mencari-cari kesalahan orang lain. Sementara sikap seperti ini, telah diwanti-wanti oleh panutan kita yang mulia Rasulullah r. Beliau r bersabda, “Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka (buruk), karena prasangka (buruk) itu adalah sedusta-dusta perkataan” (HR. Bukhari). Begitu pula dalam sabdanya, “Wahai sekalian orang yang telah ber-Islam dengan lisannya namun belum masuk keimanan dalam hatinya. Janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, jangan mencelanya, dan jangan mencari-cari aib mereka. Karena sesungguhnya barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, niscaya Allah akan mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang Allah cari-cari aibnya, niscaya akan disingkap aibnya meskipun di rumahnya sendiri”. (HR. Abu Dawud. Dishahihkan (dikuatkan) oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

Januari 12, 2016

Tokoh-Tokoh Nasional Beri Dukungan Terhadap Wahdah Islamiyah

Wahdah Islamiyah mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi tuduhan teroris oleh Metro TV. Konferensi pers pada Senin (11/1) di Restoran Pulau Dua Senayan Jakarta tersebut juga dihadiri 26 tokoh  Islam Indonesia untuk memberi dukungan kepada Wahdah Islamiyah. (Baca juga: Metro TV Fitnah Wakil Sekjen MUI Pusat)

Diantara Tokoh Nasional yang hadir Dr. Hidayat Nurwahid (Wakil Ketua MPR RI), Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Bahtiar Nasir (Sekjend MIUMI), Ustadz Bobby Pencetus Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum, Dr.Syafi’i Antonio, Ustadz Fahmi Salim,Yan Harlan, Ustadz Tony Rasyid, Ustadz Amirsyah Tambunan (MUI Pusat), Ustadz Cholil Nafis (NU), Adhyaksa Dault Mantan Menpora, Dr. Aries Muftie, Teten Kustiawan, SyakirSula, Ustadz Ferry Nur, Pak Fahmi Askar, Ustaz Fadzlan Garamatan, Pak Iqbal Parewangi (Senator DPD asal sulsel), Syekh Ali Jeber, Mustafa Nahrawardaya, Egi Sudjana dan Ustadz Adnin Armas.

Klarifikasi Resmi Wahdah Islamiyah atas Fitnah Metro TV

Wahdah Islamiyah secara resmi memberikan klarifikasi atas tuduhan Metro TV terhadap ormas mereka terkait jaringan teroris. Klarifikasi tersebut dibacakan oleh Wakil Ketua Wahdah Islamiyah ustadz Ikhwan Abdul Jalil pada saat konferensi pers pada Senin (11/1) di Restoran Pulau Dua Senayan Jakarta. (Baca juga: Tokoh-Tokoh Nasional Beri Dukungan Terhadap Wahdah Islamiyah)

Berikut ini klarifikasi lengkap: 

Januari 07, 2016

Memuliakan Mushaf Al-Qur’an

Masih segar di ingatan kita, sebuah kasus ditemukannya sisa bahan cetakan sampul atau cover mushaf Al-Quran yang digunakan sebagai bahan pembuatan terompet perayaan tahun baru di salah satu wilayah di negeri ini. Sungguh, hal ini melukai nurani keberagamaan kita sebagai kaum Muslimin. Hingga, tidak sedikit tokoh dan ulama negeri ini yang akhirnya murka dan mengecam tindakan tersebut.

Sementara, Al-Qur’an adalah kalamullah, firman Allah Ta’ala yang menciptakan dan memberikan kita nikmat yang tak terhitung. Al-Qur’an adalah petunjuk jalan bagi kita semua. Al-Qur’an akan menjadi syafa’at bagi para pembacanya di hari akhirat nanti. Al-Qur’an adalah kitab yang mulia, yang disifati sendiri oleh Allah I dalam firmanNya, “Sungguh ia adalah Al-Qur’an Al-Karim (yang mulia)” (QS. Al Waqi’ah: 77).

Maka, seseorang yang berakal dan mengetahui hal ini tentu tidak akan lancang dan berani untuk menghinakan Al-Qur’an dalam bentuk apapun, sekecil apapun penghinaan itu, termasuk terhadap mushaf Al-Qur’an dimana ayat-ayatnya tertulis di dalam setiap lembarannya.

Januari 01, 2016

Saat Musim Hujan Tiba

Musim hujan telah tiba. Tidak ada setetes air hujan yang membasahi bumi ini kecuali atas kehendak dan kekuasaan Allah I. Kita pun patut bersyukur karenanya. Betapa tidak,  di saat dosa-dosa anak Adam sedemikian derasnya terjadi saat ini, Allah I masih menurunkan rahmatNya. Adakah kita mau merenungkannya?

Menyikapi turunnya hujan, umat Islam memiliki cara dan adab berbeda dengan kaum agama lain. Olehnya, kita perlu mengilmui beberapa hal dan hukum seputar musim hujan. Berikut ini kami tuliskan pembahasan tentangnya. Selamat membaca.

Bersyukur Dengan Turunnya Hujan

Hujan menjadi salah satu perkara terpenting bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Ia menjadi sebuah prasyarat bagi kelanjutan kehidupan, tidak hanya manusia, tetapi juga makhluk lainnya. Allah I  berfirman, artinya : “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al-Anbiya:30).

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...