Januari 27, 2018

Pentingnya Belajar Tajwid

Belajar ilmu tajwid itu penting. Bahkan ia sangat penting. Betapa tidak, salah mengucapkan huruf dalam al-Qur’an, bisa berakibat fatal ; merubah makna yang diinginkan oleh Allah dalam firman-firman-Nya. Itu terjadi karena tidak menerapkan kaidah-kaidah ilmu tajwid.

Mari kita lihat contoh-contoh berikut. Seseorang yang membaca awal surah al-Ikhlas, “qul-huwal-laahu ahad”, dimana seharusnya awal kalimat tersebut dibaca dengan huruf “qaf” (), ia membacanya dengan huruf “kaf” (). Akibatnya, makna ayat tersebut berubah. Jika huruf “qaf” itu dibaca dengan benar, maka makna yang kita dapatkan adalah “Katakanlah, Dia-lah Allah yang Maha Esa”. Namun jika huruf tersebut dibaca dengan bunyi huruf “kaf”, maka makna yang kita dapatkan malah “Makanlah, Dia-lah Allah yang Maha Esa”. Pada contoh yang lain, ketika seseorang membaca sebuah ayat yang seharusnya dibaca panjang, ia membacanya dengan bacaan yang pendek. Contohnya, dalam kalimat tauhid, “Laa-ilaaha-illal-laah”. Huruf “la” () jika dibaca panjang () maka ia bermakna “tidak”. Namun jika huruf ini dibaca pendek () maka maknanya berubah menjadi “benar-benar ada”. Sehingga ketika seseorang salah dalam membaca panjang-pendeknya huruf ini, maknanya akan berubah 180 derajat. Kalimat “Laa-ilaaha-illal-laah” dengan huruf “la” dibaca panjang () berarti “ Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah”. Sedangkan kalimat “Laa-ilaah-illal-laah” dengan huruf “la” dibaca pendek () berarti “Memang benar-benar ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah”. Dengan kesalahan ini, maknanya justru berubah menjadi syirik.

Januari 13, 2018

Islam Menjaga Wanita

Di masa modern ini, pembicaraan tentang wanita adalah termasuk di antara pembicaraan yang telah menyita banyak waktu semua orang, dari kalangan intelektual hingga kalangan awam. Betapa tidak, kaum wanita dengan kelemah-lembutannya, dapat melakukan hal-hal spektakuler yang dapat mengguncang dunia. Dengan kelemah-lembutannya itu ia dapat melahirkan tokoh-tokoh besar yang dapat membangun dunia. Namun, dengan kelemah-lembutannya pulalah ia dapat menjadi penghancur dunia.

Untuk mengetahui bagaimana semestinya posisi kaum wanita yang tepat sesuai syariat Islam yang mulia, maka terlebih dahulu kita perlu mengetahui bagaimana posisi kaum wanita di kalangan generasi terdahulu sebelum datangnya Islam.

Jangan Berhenti Berdoa

Sungguh, kita adalah hamba yang lemah dan fakir. Dengan segala kelemahan dan kefakiran itu, kita senantiasa butuh perlindungan dan pertolongan. Kemampuan kita dibatasi oleh penglihatan, pendengaran, akal dan fisik yang memang serba terbatas. Banyak peristiwa terjadi di luar jangkauan kemampuan kita untuk mengatasinya.

Kita lemah, karena kita tidak tahu bagaimana jadinya jika Allah  mencabut nikmat kesehatan dan kesadaran berpikir dari diri kita hari ini. Kita lemah, karena kita tidak tahu bagaimana jadinya jika saja Allah mencabut satu per satu fungsi tubuh kita. Kita juga fakir, karena kita tidak tahu bagaimana jadinya jika Allah mencabut satu demi satu nikmat-nikmat penunjang kehidupan ini: udara, cahaya, air, dan yang lainnya. Dan yang sungguh mengerikan, seperti apa hidup ini jika saja Allah mencabut nikmat hidayah dari hati kita yang lemah ini. Duhai Allah, jangan pernah itu terjadi dalam hidup kami. Antumul-fuqara’ ilallah (kalianlah yang fakir kepada Allah). Demikian kata Allah dalam firman-Nya.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...