Kedua
orangtua adalah manusia yang paling berjasa dan utama bagi diri seseorang.
Allah I
telah memerintahkan dalam berbagai ayatNya di dalam Al-Qur'an agar kita
berbakti kepada mereka.
Dalam
beberapa ayatNya, Allah I menyebutkan perintah tersebut beriringan
dengan pentauhidan-Nya. Seakan-akan Allah I berpesan
kepada kita bahwa kedudukan mereka adalah yang kedua setelah kita
mentauhidkanNya. Setelah hak Allah I terpenuhi,
maka hak terbesar setelahnya adalah hak kedua orangtua kita yang wajib untuk
ditunaikan, baik ketika keduanya masih hidup atau telah wafat.
Bahkan,
keridhaan mereka adalah penentu keridhaan Rabb kita, Allah I. Rasulullah r bersabda, “Keridhaan Rabb
(Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada
kemurkaan orang tua” (HR.
Tirmidzi. Lihat Silsilah Al-Hadits Ash-Shahiihah No. 516). Dan kedurhakaan
kepada mereka adalah di antara dosa yang paling besar. Rasulullah r bersabda, “Maukah aku kabarkan
kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau r bertanya sampai 3 kali. Para
sahabat berkata, “Tentu, ya, Rasulullah”. Rasulullah r bersabda, “Syirik kepada Allah
dan durhaka kepada orangtua” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berikut
ini kami tuliskan beberapa poin terkait masalah tersebut. Selamat membaca. ****

