Anugerah lisan yang fasih terkadang membuat pemiliknya terbuai. Lisan terus menari hingga kehilangan arah. Bencana lisan pun senantiasa mengancam, utamanya bagi setiap kita yang tidak mampu menjaganya agar tetap di atas rambu- rambu syariat.
Terkadang kita merasa begitu nyaman mengayunkannya. Hingga tak terasa membawa pemiliknya ke muara kebinasaan. Padahal, menjaganya adalah keniscayaan untuk meraih jaminan Rasulullah akan surgaNya.

