Bangsa Indonesia seakan-akan tidak pernah henti
dirundung musibah dan bencana. Belum hilang dari ingatan kita musibah dan
bencana tanah longsor di pulau Jawa, disusul dengan banjir di beberapa daerah
nusantara termasuk di ibukota Jakarta, kebakaran besar di salah satu tempat di
Solo, dan yang terakhir adalah jatuhnya salah satu pesawat penumpang komersil
yang hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan. Seakan-akan semua makhluk
Allah I ; tanah, air, api dan udara menampakkan
keperkasaannya di bawah ketundukan Allah I, Sang Pencipta dan Penguasa semua
makhluk-Nya.
Desember 31, 2014
Desember 24, 2014
Yang Perlu Anda Tahu di “Tahun Baru“
Terulang kembali. Fenomena
menarik di berbagai sudut dan pinggir jalan kota seperti tahun lalu, muncul
lagi. Para pedagang terompet musiman berjejer panjang menjajakan berbagai jenis
terompet dan aksesorisnya kepada orang-orang yang lewat. “Ini untuk merayakan
Tahun Baru yang akan segera tiba”, kata mereka. Tidak hanya itu, berbagai jenis
baliho, umbul-umbul dan spanduk bertuliskan berbagai tema Tahun Baru, tampak
menghiasi berbagai sisi jalan dan bangunan kota.
Jika kita bertanya, siapakah
mereka? Siapakah konsumen mereka? Siapakah yang meramaikan, menghidupkan,
memeriahkan, dan merayakan Tahun Baru yang akan segera datang itu? Tentunya,
kita tidak ragu dan sepakat bahwa mayoritas mereka adalah saudara kita, kaum
muslimin. Wallahul musta’an.
Desember 20, 2014
Perhatikan, Wahai Kepala Keluarga!
Seorang suami adalah kepala
keluarga. Di pundaknyalah terdapat amanah kepemimpinan atas apa yang
dipimpinnya, meliputi isteri, anak-anak dan orang-orang yang ada di bawah
tanggungannya. Demikianlah Allah I telah menetapkannya. Allah I berfirman, artinya : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi
kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki)
atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah
menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisa: 34). Dari ayat
ini, kita dapat memahami bahwa kewajiban nafkah duniawi bagi isteri dan
anak-anak terletak di pundak suami.
Desember 18, 2014
Intoleransi dan Kebiasaan Ikut-ikutan
Kata Christmas (Natal)
yang diartikan sebagai Mass of Christ atau disingkat dengan Christ-Mass
adalah sebuah hari dirayakannya kelahiran “Yesus”. Biasanya rutin dilaksanakan
setiap tanggal 25 Desember pada tiap tahunnya. Berbagai aktivitas pun dilakukan
untuk memperingati hari ini seperti doa bersama, pesta, pohon natal, dan
sejenisnya.
November 27, 2014
Berhutang, Jangan Dibiasakan
Islam adalah agama yang mulia.
Islam telah mengatur seluruh permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat
termasuk di dalamnya permasalahan hutang-piutang.
Hutang-piutang adalah fenomena
yang begitu luas di masyarakat. Olehnya, kami menuliskannya untuk para pembaca
sekalian. Selamat membaca.
Hukum Berhutang
Hukum asal dari berhutang adalah boleh
(jaa-iz). Allah I menyebutkan sebagian adab berhutang di dalam Al-Qur’an. Allah I berfirman,
artinya : “Hai orang-orang yang beriman! Apabila kalian ber-mu’amalah tidak
secara tunai (hutang) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian
menuliskannya.” (QS Al-Baqarah: 282).
November 19, 2014
BBM Naik, Sabarlah!
Kita semua tahu dan sadar bahwa
kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mungkin akan membawa kesulitan bagi
rakyat banyak. Mengapa? Ya, sederhana saja. Jika BBM naik, semua kebutuhan
pokok akan ikut naik. Maka, “semakin “tercekik”lah rakyat yang sebagian
besarnya berada di bawah garis kemiskinan”, begitu katanya.
Demikianlah kebanyakan orang hari
ini dalam menghadapi masalah ini. Semua ingin agar suaranya didengar oleh
penguasa. Kebijakan ini semoga berubah, itu harapannya. Namun, adakah yang
berpikir, mengapa pemimpin kita memilih jalan untuk menaikkan BBM? Adakah yang
mau merenung, apa betul pemimpin kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh
rakyatnya sendiri? Wallahul Musta’an.
November 12, 2014
Menjadi Perindu Malam
Malam adalah
saat yang penuh dengan keheningan dan ketenangan. Malam adalah waktu yang tepat
untuk beristirahat, menghilangkan kelelahan dan kepenatan menjalani hiruk pikuk
dunia di siang hari.
Namun, di balik
keheningan dan kesejukannya, al-Quran sebagai kalam Allah I dalam beberapa ayatNya ketika
berbicara tentang malam, justru tidak berbicara tentang istirahat atau berdiam
diri. Akan tetapi, berbicara tentang aktivitas, sebuah kerja dan amal yang
agung. Apakah itu?
Di dalam
al-Qur’an, Allah I
memerintahkan mengisi sebagian malam dengan ibadah dalam berbagai varian
aktivitasnya seperti membaca al-Quran, sujud, rukuk, bertasbih, berdzikir,
beristighfar, bermunajat, dan berdoa, khususnya dengan qiyamullail.
Oktober 31, 2014
Mendoakan Pemimpin
Baru saja,
presiden baru Indonesia beserta seluruh menterinya dilantik. Presiden dan para pembantunya
adalah pemimpin kita. Semua adalah ketentuan Allah I dengan
hikmahNya yang agung. Kepemimipinan dan kekuasaan adalah hak Allah I
untuk
menganugerahkannya kepada hamba-hambaNya yang Ia pilih. Allah I berfirman, artinya : “Katakanlah:
"Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang
yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau
kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang
yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya
Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Al-Baqarah
: 26 ).
Oktober 21, 2014
Hati-hati Meremehkan Sunnah
Adalah
wajib bagi seorang mukmin dan mukminah untuk menaati Rasulullah r,
mengagungkan sunnah-sunnahnya, mendahulukan perkataan dan petunjuk beliau r
di atas perkataan, petunjuk dan jalan selain beliau r.
Kita sepakat itu, karena Allah I
langsung yang memerintahkannya melalui firmanNya, artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang
mu`min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya
telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain)
tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka
sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS. Al-Ahzaab:36).
September 24, 2014
Panduan Qurban ; Meraih Taqwa Dengan Ibadah Qurban Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah
Segala puji bagi
Allah I yang
telah memberikan nikmatnya yang tak terhingga kepada kita. Salam dan shalawat
senantiasa tercurah kepada pemimpin dan uswah hasanah kita Rasulullah r. Semoga pula rahmat
dan berkah senantiasa tercurah kepada keluarga, sahabat dan para pengikutnya
yang istiqomah hingga hari kiamat. Amma Ba’du.
Berkat taufiq dan
pertolongan dari Allah I, di hadapan Anda
saat ini kami sajikan sebuah buku yang merangkum berbagai
hukum dan adab yang berkaitan dengan ibadah qurban. Semuanya disarikan dari
tuntunan dan rujukan kita yang utama, al-Qur’an dan Sunnah nabawiyah. Untuk
menguatkan dan memperjelas keduanya, kami juga menambahkan penjelasan para
ulama yang telah terbukti kedalaman ilmu dan ketinggian taqwa mereka kepada
Sang Pencipta Rabbul ‘Alamin.
September 18, 2014
Sikap Terhadap Kuburan
Belum lama,
berbagai media cetak dan elektronik mengangkat isu pembongkaran dan pemindahan
makam Rasulullah r di
masjid Nabawi. Berita ini sontak membuat mayoritas kaum muslimin dunia angkat
bicara menyampaikan penolakannya. Alhamdulillah, sikap pemerintah Indonesia
yang langsung melakukan klarifikasi perihal isu tersebut langsung ke pemerintah
Arab Saudi, dinilai sebagai langkah yang tepat dan bijak. Sikap ini diilhami
oleh semangat tabayyun (klarifikasi) yang telah dituntunkan oleh agama
kita yang mulia terhadap setiap berita atau isu yang belum pasti kebenarannya (QS.
Al-Hujurat : 6). Dan ternyata, isu tersebut adalah hanya sebatas isu atau rumor
belaka. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Juru bicara Kantor Pusat Urusan
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi [republika.co.id].
Satu hal yang
patut diingat juga adalah bahwa seorang nabi yang wafat, maka ia dikuburkan
pada tempat di mana ia wafat. Rasulullah r bersabda, artinya : “Allah tidak mencabut
ruh seorang nabi kecuali di tempat yang dia (nabi tersebut) ingin supaya dia
dikuburkan di situ.” [HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh
Al-Albani rahimahullah]. Dan saat beliau r wafat, beliau r berada di
rumah atau kamar Aisyah radhiyallahu ‘anha [HR. Bukhari].
Para ulama menyebutkan bahwa hal ini adalah menjadi kesepakatan (ijma’)
kaum muslimin.
September 03, 2014
Memahami Khilafah Islamiyyah
Khilafah Islamiyyah ; menyatukan
seluruh umat Islam di bawah naungan satu penguasa yang menghukumi mereka dengan
syariat Allah di atas jalan kenabian adalah cita-cita yang agung dan menjadi dambaan setiap
muslim dalam kehidupan ini. Hal ini merupakan tujuan Islam sebagaimana
perintah Allah I dalam firmanNya, artinya : “dan berpegang-teguhlah kamu
semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali
Imran: 103).
Rasulullah r bersabda, artinya :
“Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian
pada tiga perkara ; Allah ridha kepada kalian (ketika kalian) beribadah hanya
kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, berpegang teguh kepada tali
agama Allah dan janganlah kalian bercerai berai, saling nasehat menasehati
kepada pemimpin-pemimpin kalian. Dan Allah I membenci desas-desus, dan membenci banyak bertanya dan menghambur-hamburkan
harta“ (HR.
Muslim, Malik, dan Ahmad).
Juni 19, 2014
Menyambut Ramadhan Mulia
Dalam kehidupan
dengan tuntunan Islam, kita tentu tahu bagaimana anjuran agama Islam dalam
menyambut tamu. Iya kan? Kita juga tahu bagaimana mempersiapkan kedatangannya
dalam rangka memuliakan dan melayaninya secara baik. Dalam menyambutnya, kita
akan berusaha memperindah pemandangan yang ada di rumah, mengumpulkan seluruh
keluarga dan menyiapkan berbagai macam hidangan. Terlebih lagi jika tamu
tersebut adalah tamu yang sangat kita hormati. Tentu, persiapan yang kita
lakukanpun akan semakin besar dan optimal.
Nah, di depan kita
bersama, beberapa pekan ke depan, tamu besar nan agung akan datang menghampiri
kita semua, kaum muslimin, insya Allah. Siapa dia? Tentunya, dia bukan pejabat
tinggi. Bukan pula raja. Juga bukan seorang kaya raya. Namun dia adalah tamu
yang lebih agung dari itu semua. Dia adalah bulan suci Ramadhan.
Mei 22, 2014
Tak Terputus
Kehidupan dunia
adalah kehidupan yang fana, kehidupan sementara, kehidupan yang sebentar saja.
Jika kita dikaruniai usia yang sama dengan Rasulullah r , hidup kita di
dunia sekitar 63 tahun lamanya. Mungkin ada yang lebih lama dari itu, tetapi
banyak juga yang kurang dari itu. Pendek kata, jika waktunya telah tiba,
kematian tak bisa ditunda. Allah I
berfirman, artinya : “Maka apabila
telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat
mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya” (QS. An
Nahl : 61).
Maka, hidup yang
sangat singkat ini harus diisi dengan bekal yang banyak. Selayaknya kita
mempersiapkan bekal dengan amalan-amalan yang berbobot dan bernilai berat
bahkan dengan pahala yang tak terputus meskipun kita telah wafat. Inilah yang
biasa kita sebut sebagai amal jariyah.
Mei 16, 2014
Terbuai Oleh Musik dan Nyanyian
Siapa saja yang
hidup di akhir zaman seperti saat ini, terasa sulit untuk lepas dari pengaruh
lantunan suara musik dan nyanyian. Begitu luas dan tersebarnya kedua hal ini,
bahkan hingga ke pelosok desa sekalipun. Bisa jadi, inilah kenyataan yang telah
disinyalir oleh Nabi kita, Muhammad r, sejak
14 abad yang lalu.
Sebuah kisah tentang
sosok si “fulan”. Hidupnya dahulu tidak bisa lepas dari alat musik dan nyanyian.
Di masa silam dahulu, ia termasuk orang-orang yang gandrung terhadap lantunan
musik dan nyanyian. Bahkan nyanyian dan musik menjadi “sarapan” di setiap
harinya. Namun, sekarang hidupnya jauh berbeda. Setelah Allah I mengenalkannya dengan al-haq (cahaya
al-Qur’an dan al-Sunnah), dia pun perlahan-lahan menjauhinya. Alhamdulillah,
dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan kalamullah yang
semakin membuat dirinya mencintai dan
merindukan perjumpaan dengan Rabbnya.
Mei 08, 2014
Jika Harus Memuji
Sebagian kita
mungkin senang akan pujian manusia. Sebagian kita pun mungkin selalu
mengharapkan komentar baik dari orang lain. Sepintas, mungkin kita berpikir hal
tersebut tidak masalah. Tetapi, jika kita mau untuk merenungi lebih dalam,
justru pujian seringkali menipu kita. Ya, menipu kita. Manisnya buaian
kata-kata indah, tidak jarang melenakan dan membuat kita semakin merasa “besar,
tinggi, ujub dan sombong”. Padahal, keadaan kita yang sesungguhnya sangat jauh
dari pujian tersebut. Begitu pula, kita
pun sering memuji orang lain di hadapannya. Entah dengan motivasi apa ketika
kita memuji manusia. Semuanya terpulang kepada niat-niat kita ketika memujinya.
Di balik pujian-pujian lisan kita, tahukah kita bagaimana syariat Islam mengaturnya?
Berikut kami tuliskan beberapa perkara yang mesti untuk kita pahami. Selamat
membaca…
April 30, 2014
Menjamu Bulan Rajab
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada
Allah Ta’ala karena hari ini Dia I masih memberikan berbagai
nikmat dan kesempatan bagi kita untuk tetap hidup. Kenikmatan tersebut kemudian
semakin bermakna, karena Allah I memberikan kesempatan
bagi kita untuk bersua kembali dengan hari-hariNya yang agung di bulan ini.
Bulan Rajab. Ibarat tamu yang agung, selayaknya kita menjamunya dengan berbagai
amal shalih dan ibadah kepada Sang Pemiliknya.
Melalui buletin yang kita cintai ini, pada
Edisi 35 Tahun II/Rajab 1430
H/Juli 2009 M yang lalu, kita
telah mengetahui beberapa hadits yang populer dan banyak tersebar berkaitan
dengan keutamaan dan amalan di bulan Rajab. Namun sayang, hadits-hadits tersebut
merupakan hadits-hadits yang
lemah, bahkan sebagiannya maudhu’ atau palsu. Sehingga jelas tidak dapat
dijadikan sebagai dasar dan acuan dalam pelaksanaan amalan ibadah. Silahkan
Anda membaca kembali, semoga memperoleh faidah dan nilai tambah.
Maret 21, 2014
Fenomena Suap, Waspada Money Politic
Dalam konteks sistem perpolitikan (baca : non syariah)
kekinian, politik dan uang merupakan “pasangan” yang seringkali tak
terpisahkan. Uang adalah penting untuk membiayai kampanye politik yang sangat berpengaruh
terhadap hasil politik melalui sistem pemilu. Seringkali uang dijadikan sebagai
senjata ampuh (nan rapuh) untuk mendongkrak elektabilitas dan suara pemilih
dalam pemilu.
Betapa tidak, berdasarkan hasil survei ”Politik Uang
dalam Pemilu” yang dilakukan oleh Polling Center pada 30/12/2013
(kompas.com), yang dilakukan terhadap
2.760 responden di enam daerah, yakni Aceh, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan
Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur, menunjukkan bahwa lebih dari
separuh (52,1%) masyarakat (responden/sampel) akan menerima pemberian dalam
bentuk apa pun dari partai-partai politik dan pihak lainnya demi suara mereka.
Ironisnya, berdasarkan survey tersebut, politik uang seperti ini bagi sebagian
masyarakat dipandang sebagai rezeki musiman yang tidak seharusnya ditolak.
Belum lagi, jika politik uang ini dibawa kepada masyarakat dengan ”berbalut”
bantuan. Tentu akan mendapatkan sambutan meriah dari sebagian masyarakat kita.
Maret 13, 2014
Mencari Berkah Kiswah
Sebuah kasus
yang membuat geger baru-baru ini di Masjidil Haram, yaitu pengguntingan kain
kiswah (pembungkus ka’bah) oleh salah seorang ibu, jama’ah Indonesia. Ketika
beliau ditanya, untuk apa? Katanya, untuk pengobatan cucunya. Beliau menyangka
bahwa keberkahan potongan kain tersebut dapat menjadi sebab kesembuhan sang
cucu.
Bagaimana sebenarnya Dinul Islam mendudukkan dan mengatur masalah
mencari berkah (tabarruk) ini? Berikut kami tuliskan penjelasannya.
Semoga Allah I memberikan pertunjukNya kepada kita semua.
DEFINISI
Al-barakah (اْلبَرَكَةُ) yang bentuk jamaknya al-barakaat
(اْلبَرَكَاتُ) maknanya adalah kebaikan
yang melimpah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata
: "Barakah berarti kebaikan yang banyak dan tetap. Adapun tabarruk (التَّبَرُّكُ) merupakan mashdar dari تَبَرَّكَ - يَتَبَرَّكُ , artinya adalah mengharapkan
barakah (طَلَبُ اْلبَرَكَةَ). Jadi tabarruk dengan sesuatu artinya adalah
mengharapkan keberkahan dengan perantaraan sesuatu tersebut.
Maret 02, 2014
Tentang Pemilu ; Perlu Dipahami
Segala puji bagi Allah I yang telah menyempurnakan Islam dengan mengutus
Rasulullah Muhammad r yang
membawa manhaj dan jalan hidup yang haq, sehingga tidak ada lagi pilihan bagi
kaum beriman selain mengikuti manhaj beliau r dalam
seluruh aspek kehidupan; dalam beribadah, bermu'amalah, berakhlaq, berda'wah
dan berpolitik.
Menegakkan agama Allah I di atas muka bumi ini tidak akan mungkin ditempuh dan
dicapai kecuali dengan manhaj (metode) yang digariskan dan dijalani oleh
Rasulullah r bersama para sahabatnya. Begitu juga dengan
upaya melakukan perubahan menuju kehidupan yang diridhai Allah I, ia tidak dapat diwujudkan kecuali dengan menempuh
manhaj perubahan yang ditempuh Sang Rasul penutup itu bersama dengan para
sahabatnya. Sesungguhnya, manhaj penegakan Islam dan perubahan menuju kehidupan
yang diridhai Allah itu tersimpul pada dua kata; da'wah dan tarbiyah yang
dibangun atas dasar ajaran Islam yang shahih dan murni. Inilah jalan pilihan
bagi siapapun yang ingin melihat tegaknya Islam di muka bumi ini dan ingin
menyaksikan terjadinya perubahan menuju kehidupan yang diridhai Allah I.
Februari 18, 2014
Idolisasi yang Tidak Islami
Gegap
gempita dunia hiburan Indonesia terus menjadi trend dan komoditas
industri yang produktif. Berbagai ajang yang spektakuler telah menyedot
perhatian sebagaian besar penduduk negeri ini untuk menikmati sisi entertain
hingga berpartisipasi aktif sebagai lakon entertain-nya. Kalangan muda-mudi
muslim lagi-lagi menjadi pelanggan tetapnya. Di antaranya yaitu ajang pencarian
idola dan bakat dengan model reality show. Sebut saja, Indonesian Idol,
Academia, dan lainnya, di mana lisensi pelaksanaan ajang tersebut (Indonesian
Idol) diperoleh dari Amerika Serikat melalui Fremantle Media.
Ajang
seperti Indonesian Idol ini sendiri telah menyebar hampir ke semua
negara. Di Arab sendiri, acara ini telah dilarang karena memakai nama “Arab
Idol”. Kaum muslimin di sana melarang acara ini ditayangkan di televisi karena
memakai kata “Idol”, yang berarti berhala.
Februari 11, 2014
Cinta Palsu Valentine’s Day
Sebentar lagi, penanggalan
kalender Masehi di bulan Februari ini akan sampai pada tanggal 14. Hari yang
oleh sebagian orang disebut sebagai hari “Valentine’s Day” atau hari “Kasih
Sayang”. Boleh jadi di setiap tahunnya, hari ini adalah hari yang
ditunggu-tunggu oleh sebagian orang, baik di negeri ini maupun di berbagai
belahan bumi lainnya.
Seiring dengan masuknya beragam
gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun mendapat sambutan
hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine,
semarak warna pink, ucapan cinta dan rasa kasih saying dengan berbagai
ekspresinya, semuanya menjadi penyemarak suasana valentine.
Sejarah Valentine’s Day
Berdasarkan literatur ilmiah,
sejarah Valentine’s Day berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah
Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke
dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki
hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.
Januari 31, 2014
Mendadak Ngustadz
Sebuah hal
menarik di sebuah negeri entah berantah, semua bisa dibuat serba instan. Dengan
modal keterampilan mengolah kata atau retorika, seseorang bisa dengan mudah
“diustadzkan”.
Dengan modal
kitab al-Qur'an dan terjemahannya, seseorang bisa langsung menafsirkan
al-Qur'an al-Karim. Dengan sedikit modal
bahasa arab, ditambah laptop atau smartphone, seseorang langsung dapat
membuka pengajian dan akhirnya tanpa sungkan berfatwa pada masalah-masalah yang
memerlukan kompetensi fiqih tingkat tinggi.
Mereka
berfatwa pada masalah-masalah yang seandainya ditanyakan kepada Umar bin
Khattab t,
niscaya beliau akan mengumpulkan ahli Badr (para sahabat yang ikut perang Badr)
untuk mencari jawabannya.
Fenomena
terakhir yang muncul, seorang mentalis (mungkin paranormal) yang tiba-tiba
tampil sebagai mufassir. Konon tafsirnya “luar biasa”. Ya, benar saja,
karena memang keluar dari yang biasa.
Januari 03, 2014
Banjir, Mengapa Terjadi?
Banjir, salah
satu bentuk bencana alam yang saat ini melanda sebagian wilayah negeri kita
tercinta, Indonesia. Sebut saja, Jakarta, Manado, Subang dan beberapa wilayah
lainnya.
Dalam
menyikapi kondisi ini, kebanyakan manusia hanya menjadikan perkara-perkara
lahiriyah yang kasat mata sebagai barometer dalam menilai fenomena banjir ini.
Kebanyakan
manusia menilai bahwa banjir (hanya) terjadi karena tersumbatnya sungai
sebagai aliran air, bobolnya tanggul, curah hujan yang tinggi, dan lainnya.
Salahkah? Hal
ini jelas tidak salah dan sah-sah saja. Namun sayangnya, pernahkah kita
tergerak untuk memahami hakekat yang tersembunyi dari setiap kejadian yang
tampak secara kasat mata? Sadarkah kita bahwa kerusakan yang nampak secara
kasat mata terkadang disebabkan oleh kerusakan yang tidak kasat mata dan kerap lebih
parah dan fatal akibat buruknya?
Langganan:
Komentar (Atom)
Postingan Terbaru
Ke Mana Ayah Pergi?
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...
-
Masih saja, sebagian kaum muslimin kukuh dengan kebiasaannya membaca surah yasin kepada orang yang akan maupun telah meninggal dunia. Tid...
-
Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai yang diharapkan. Terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah bebera...
-
Segala puji bagi Allah I yang telah menyempurnakan Islam dengan mengutus Rasulullah Muhammad r yang membawa manhaj dan jalan hidup yan...


















