Desember 31, 2014

Musibah Indonesia

Bangsa Indonesia seakan-akan tidak pernah henti dirundung musibah dan bencana. Belum hilang dari ingatan kita musibah dan bencana tanah longsor di pulau Jawa, disusul dengan banjir di beberapa daerah nusantara termasuk di ibukota Jakarta, kebakaran besar di salah satu tempat di Solo, dan yang terakhir adalah jatuhnya salah satu pesawat penumpang komersil yang hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan. Seakan-akan semua makhluk Allah I ; tanah, air, api dan udara menampakkan keperkasaannya di bawah ketundukan Allah I, Sang Pencipta dan Penguasa semua makhluk-Nya.

Desember 24, 2014

Yang Perlu Anda Tahu di “Tahun Baru“

Terulang kembali. Fenomena menarik di berbagai sudut dan pinggir jalan kota seperti tahun lalu, muncul lagi. Para pedagang terompet musiman berjejer panjang menjajakan berbagai jenis terompet dan aksesorisnya kepada orang-orang yang lewat. “Ini untuk merayakan Tahun Baru yang akan segera tiba”, kata mereka. Tidak hanya itu, berbagai jenis baliho, umbul-umbul dan spanduk bertuliskan berbagai tema Tahun Baru, tampak menghiasi berbagai sisi jalan dan bangunan kota.

Jika kita bertanya, siapakah mereka? Siapakah konsumen mereka? Siapakah yang meramaikan, menghidupkan, memeriahkan, dan merayakan Tahun Baru yang akan segera datang itu? Tentunya, kita tidak ragu dan sepakat bahwa mayoritas mereka adalah saudara kita, kaum muslimin. Wallahul musta’an.

Desember 20, 2014

Perhatikan, Wahai Kepala Keluarga!

Seorang suami adalah kepala keluarga. Di pundaknyalah terdapat amanah kepemimpinan atas apa yang dipimpinnya, meliputi isteri, anak-anak dan orang-orang yang ada di bawah tanggungannya. Demikianlah Allah I  telah menetapkannya. Allah I berfirman, artinya : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisa: 34). Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa kewajiban nafkah duniawi bagi isteri dan anak-anak terletak di pundak suami.

Desember 18, 2014

Intoleransi dan Kebiasaan Ikut-ikutan

Kata Christmas (Natal) yang diartikan sebagai Mass of Christ atau disingkat dengan Christ-Mass adalah sebuah hari dirayakannya kelahiran “Yesus”. Biasanya rutin dilaksanakan setiap tanggal 25 Desember pada tiap tahunnya. Berbagai aktivitas pun dilakukan untuk memperingati hari ini seperti doa bersama, pesta, pohon natal, dan sejenisnya.

November 27, 2014

Berhutang, Jangan Dibiasakan

Islam adalah agama yang mulia. Islam telah mengatur seluruh permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat termasuk di dalamnya permasalahan hutang-piutang.

Hutang-piutang adalah fenomena yang begitu luas di masyarakat. Olehnya, kami menuliskannya untuk para pembaca sekalian. Selamat membaca.

Hukum Berhutang
Hukum asal dari berhutang adalah boleh (jaa-iz). Allah I menyebutkan sebagian adab berhutang di dalam Al-Qur’an. Allah I berfirman, artinya : “Hai orang-orang yang beriman! Apabila kalian ber-mu’amalah tidak secara tunai (hutang) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.(QS Al-Baqarah: 282).

November 19, 2014

BBM Naik, Sabarlah!

Kita semua tahu dan sadar bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mungkin akan membawa kesulitan bagi rakyat banyak. Mengapa? Ya, sederhana saja. Jika BBM naik, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Maka, “semakin “tercekik”lah rakyat yang sebagian besarnya berada di bawah garis kemiskinan”, begitu katanya.

Demikianlah kebanyakan orang hari ini dalam menghadapi masalah ini. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Kebijakan ini semoga berubah, itu harapannya. Namun, adakah yang berpikir, mengapa pemimpin kita memilih jalan untuk menaikkan BBM? Adakah yang mau merenung, apa betul pemimpin kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh rakyatnya sendiri? Wallahul Musta’an.

November 12, 2014

Menjadi Perindu Malam

Malam adalah saat yang penuh dengan keheningan dan ketenangan. Malam adalah waktu yang tepat untuk beristirahat, menghilangkan kelelahan dan kepenatan menjalani hiruk pikuk dunia di siang hari.

Namun, di balik keheningan dan kesejukannya, al-Quran sebagai kalam Allah I dalam beberapa ayatNya ketika berbicara tentang malam, justru tidak berbicara tentang istirahat atau berdiam diri. Akan tetapi, berbicara tentang aktivitas, sebuah kerja dan amal yang agung. Apakah itu?

Di dalam al-Qur’an, Allah I memerintahkan mengisi sebagian malam dengan ibadah dalam berbagai varian aktivitasnya seperti membaca al-Quran, sujud, rukuk, bertasbih, berdzikir, beristighfar, bermunajat, dan berdoa, khususnya dengan qiyamullail.

Oktober 31, 2014

Mendoakan Pemimpin

Baru saja, presiden baru Indonesia beserta seluruh menterinya dilantik. Presiden dan para pembantunya adalah pemimpin kita. Semua adalah ketentuan Allah I dengan hikmahNya yang agung. Kepemimipinan dan kekuasaan adalah hak Allah I untuk menganugerahkannya kepada hamba-hambaNya yang Ia pilih. Allah I berfirman, artinya : “Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Al-Baqarah : 26 ).

Oktober 21, 2014

Hati-hati Meremehkan Sunnah

Adalah wajib bagi seorang mukmin dan mukminah untuk menaati Rasulullah r, mengagungkan sunnah-sunnahnya, mendahulukan perkataan dan petunjuk beliau r di atas perkataan, petunjuk dan jalan selain beliau r. Kita sepakat itu, karena Allah I langsung yang memerintahkannya melalui firmanNya, artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu`min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS. Al-Ahzaab:36).

September 24, 2014

Panduan Qurban ; Meraih Taqwa Dengan Ibadah Qurban Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah

Segala puji bagi Allah I  yang telah memberikan nikmatnya yang tak terhingga kepada kita. Salam dan shalawat senantiasa tercurah kepada pemimpin dan uswah hasanah kita Rasulullah r. Semoga pula rahmat dan berkah senantiasa tercurah kepada keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang istiqomah hingga hari kiamat. Amma Ba’du.
Berkat taufiq dan pertolongan dari Allah I, di hadapan Anda saat ini kami sajikan sebuah buku yang merangkum berbagai hukum dan adab yang berkaitan dengan ibadah qurban. Semuanya disarikan dari tuntunan dan rujukan kita yang utama, al-Qur’an dan Sunnah nabawiyah. Untuk menguatkan dan memperjelas keduanya, kami juga menambahkan penjelasan para ulama yang telah terbukti kedalaman ilmu dan ketinggian taqwa mereka kepada Sang Pencipta Rabbul ‘Alamin.

September 18, 2014

Sikap Terhadap Kuburan

Belum lama, berbagai media cetak dan elektronik mengangkat isu pembongkaran dan pemindahan makam Rasulullah r di masjid Nabawi. Berita ini sontak membuat mayoritas kaum muslimin dunia angkat bicara menyampaikan penolakannya. Alhamdulillah, sikap pemerintah Indonesia yang langsung melakukan klarifikasi perihal isu tersebut langsung ke pemerintah Arab Saudi, dinilai sebagai langkah yang tepat dan bijak. Sikap ini diilhami oleh semangat tabayyun (klarifikasi) yang telah dituntunkan oleh agama kita yang mulia terhadap setiap berita atau isu yang belum pasti kebenarannya (QS. Al-Hujurat : 6). Dan ternyata, isu tersebut adalah hanya sebatas isu atau rumor belaka. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Juru bicara Kantor Pusat Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi [republika.co.id].

Satu hal yang patut diingat juga adalah bahwa seorang nabi yang wafat, maka ia dikuburkan pada tempat di mana ia wafat. Rasulullah r  bersabda, artinya : “Allah tidak mencabut ruh seorang nabi kecuali di tempat yang dia (nabi tersebut) ingin supaya dia dikuburkan di situ.” [HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah]. Dan saat beliau r wafat, beliau r berada di rumah atau kamar Aisyah radhiyallahu ‘anha [HR. Bukhari]. Para ulama menyebutkan bahwa hal ini adalah menjadi kesepakatan (ijma’) kaum muslimin.

September 03, 2014

Memahami Khilafah Islamiyyah

Khilafah Islamiyyah ; menyatukan seluruh umat Islam di bawah naungan satu penguasa yang menghukumi mereka dengan syariat Allah di atas jalan kenabian adalah cita-cita yang agung dan menjadi dambaan setiap muslim dalam kehidupan ini. Hal ini merupakan tujuan Islam sebagaimana perintah Allah I dalam firmanNya, artinya : “dan berpegang-teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 103).

Rasulullah r bersabda, artinya :  “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara ; Allah ridha kepada kalian (ketika kalian) beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, berpegang teguh kepada tali agama Allah dan janganlah kalian bercerai berai, saling nasehat menasehati kepada pemimpin-pemimpin kalian. Dan Allah I membenci desas-desus, dan membenci banyak bertanya dan menghambur-hamburkan harta“ (HR. Muslim, Malik, dan Ahmad).

Juni 19, 2014

Menyambut Ramadhan Mulia

Dalam kehidupan dengan tuntunan Islam, kita tentu tahu bagaimana anjuran agama Islam dalam menyambut tamu. Iya kan? Kita juga tahu bagaimana mempersiapkan kedatangannya dalam rangka memuliakan dan melayaninya secara baik. Dalam menyambutnya, kita akan berusaha memperindah pemandangan yang ada di rumah, mengumpulkan seluruh keluarga dan menyiapkan berbagai macam hidangan. Terlebih lagi jika tamu tersebut adalah tamu yang sangat kita hormati. Tentu, persiapan yang kita lakukanpun akan semakin besar dan optimal.

Nah, di depan kita bersama, beberapa pekan ke depan, tamu besar nan agung akan datang menghampiri kita semua, kaum muslimin, insya Allah. Siapa dia? Tentunya, dia bukan pejabat tinggi. Bukan pula raja. Juga bukan seorang kaya raya. Namun dia adalah tamu yang lebih agung dari itu semua. Dia adalah bulan suci Ramadhan.

Mei 22, 2014

Tak Terputus

Kehidupan dunia adalah kehidupan yang fana, kehidupan sementara, kehidupan yang sebentar saja. Jika kita dikaruniai usia yang sama dengan Rasulullah r , hidup kita di dunia sekitar 63 tahun lamanya. Mungkin ada yang lebih lama dari itu, tetapi banyak juga yang kurang dari itu. Pendek kata, jika waktunya telah tiba, kematian tak bisa ditunda. Allah I berfirman, artinya :  “Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya” (QS. An Nahl : 61).

Maka, hidup yang sangat singkat ini harus diisi dengan bekal yang banyak. Selayaknya kita mempersiapkan bekal dengan amalan-amalan yang berbobot dan bernilai berat bahkan dengan pahala yang tak terputus meskipun kita telah wafat. Inilah yang biasa kita sebut sebagai amal jariyah.

Mei 16, 2014

Terbuai Oleh Musik dan Nyanyian

Siapa saja yang hidup di akhir zaman seperti saat ini, terasa sulit untuk lepas dari pengaruh lantunan suara musik dan nyanyian. Begitu luas dan tersebarnya kedua hal ini, bahkan hingga ke pelosok desa sekalipun. Bisa jadi, inilah kenyataan yang telah disinyalir oleh Nabi kita, Muhammad r, sejak 14 abad yang lalu.

Sebuah kisah tentang sosok si “fulan”. Hidupnya dahulu tidak bisa lepas dari alat musik dan nyanyian. Di masa silam dahulu, ia termasuk orang-orang yang gandrung terhadap lantunan musik dan nyanyian. Bahkan nyanyian dan musik menjadi “sarapan” di setiap harinya. Namun, sekarang hidupnya jauh berbeda. Setelah Allah I mengenalkannya dengan al-haq (cahaya al-Qur’an dan al-Sunnah), dia pun perlahan-lahan menjauhinya. Alhamdulillah, dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan kalamullah yang semakin membuat dirinya  mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Rabbnya.

Mei 08, 2014

Jika Harus Memuji

Sebagian kita mungkin senang akan pujian manusia. Sebagian kita pun mungkin selalu mengharapkan komentar baik dari orang lain. Sepintas, mungkin kita berpikir hal tersebut tidak masalah. Tetapi, jika kita mau untuk merenungi lebih dalam, justru pujian seringkali menipu kita. Ya, menipu kita. Manisnya buaian kata-kata indah, tidak jarang melenakan dan membuat kita semakin merasa “besar, tinggi, ujub dan sombong”. Padahal, keadaan kita yang sesungguhnya sangat jauh dari pujian tersebut.  Begitu pula, kita pun sering memuji orang lain di hadapannya. Entah dengan motivasi apa ketika kita memuji manusia. Semuanya terpulang kepada niat-niat kita ketika memujinya. Di balik pujian-pujian lisan kita, tahukah kita bagaimana syariat Islam mengaturnya? Berikut kami tuliskan beberapa perkara yang mesti untuk kita pahami. Selamat membaca…

April 30, 2014

Menjamu Bulan Rajab

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Ta’ala karena hari ini Dia I masih memberikan berbagai nikmat dan kesempatan bagi kita untuk tetap hidup. Kenikmatan tersebut kemudian semakin bermakna, karena Allah I memberikan kesempatan bagi kita untuk bersua kembali dengan hari-hariNya yang agung di bulan ini. Bulan Rajab. Ibarat tamu yang agung, selayaknya kita menjamunya dengan berbagai amal shalih dan ibadah kepada Sang Pemiliknya.

Melalui buletin yang kita cintai ini, pada Edisi 35 Tahun II/Rajab 1430 H/Juli 2009 M yang lalu, kita telah mengetahui beberapa hadits yang populer dan banyak tersebar berkaitan dengan keutamaan dan amalan di bulan Rajab. Namun sayang, hadits-hadits tersebut merupakan hadits-hadits yang lemah, bahkan sebagiannya maudhu’ atau palsu. Sehingga jelas tidak dapat dijadikan sebagai dasar dan acuan dalam pelaksanaan amalan ibadah. Silahkan Anda membaca kembali, semoga memperoleh faidah dan nilai tambah.

Maret 21, 2014

Fenomena Suap, Waspada Money Politic

Dalam konteks sistem perpolitikan (baca : non syariah) kekinian, politik dan uang merupakan “pasangan” yang seringkali tak terpisahkan. Uang adalah penting untuk membiayai kampanye politik yang sangat berpengaruh terhadap hasil politik melalui sistem pemilu. Seringkali uang dijadikan sebagai senjata ampuh (nan rapuh) untuk mendongkrak elektabilitas dan suara pemilih dalam pemilu.

Betapa tidak, berdasarkan hasil survei ”Politik Uang dalam Pemilu” yang dilakukan oleh Polling Center pada 30/12/2013 (kompas.com),  yang dilakukan terhadap 2.760 responden di enam daerah, yakni Aceh, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur, menunjukkan bahwa lebih dari separuh (52,1%) masyarakat (responden/sampel) akan menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari partai-partai politik dan pihak lainnya demi suara mereka. Ironisnya, berdasarkan survey tersebut, politik uang seperti ini bagi sebagian masyarakat dipandang sebagai rezeki musiman yang tidak seharusnya ditolak. Belum lagi, jika politik uang ini dibawa kepada masyarakat dengan ”berbalut” bantuan. Tentu akan mendapatkan sambutan meriah dari sebagian masyarakat kita.

Maret 13, 2014

Mencari Berkah Kiswah

Sebuah kasus yang membuat geger baru-baru ini di Masjidil Haram, yaitu pengguntingan kain kiswah (pembungkus ka’bah) oleh salah seorang ibu, jama’ah Indonesia. Ketika beliau ditanya, untuk apa? Katanya, untuk pengobatan cucunya. Beliau menyangka bahwa keberkahan potongan kain tersebut dapat menjadi sebab kesembuhan sang cucu.

Bagaimana sebenarnya Dinul Islam mendudukkan dan mengatur masalah mencari berkah (tabarruk) ini? Berikut kami tuliskan penjelasannya. Semoga Allah I memberikan pertunjukNya kepada kita semua.

DEFINISI

Al-barakah (اْلبَرَكَةُ) yang bentuk jamaknya al-barakaat (اْلبَرَكَاتُ) maknanya adalah kebaikan yang melimpah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata : "Barakah berarti kebaikan yang banyak dan tetap.  Adapun tabarruk (التَّبَرُّكُ) merupakan mashdar dari تَبَرَّكَ - يَتَبَرَّكُ , artinya adalah mengharapkan barakah (طَلَبُ اْلبَرَكَةَ). Jadi tabarruk dengan sesuatu artinya adalah mengharapkan keberkahan dengan perantaraan sesuatu tersebut.

Maret 02, 2014

Tentang Pemilu ; Perlu Dipahami

Segala puji bagi Allah I yang telah menyempurnakan Islam dengan mengutus Rasulullah Muhammad r  yang membawa manhaj dan jalan hidup yang haq, sehingga tidak ada lagi pilihan bagi kaum beriman selain mengikuti manhaj beliau r dalam seluruh aspek kehidupan; dalam beribadah, bermu'amalah, berakhlaq, berda'wah dan berpolitik.

Menegakkan agama Allah I di atas muka bumi ini tidak akan mungkin ditempuh dan dicapai kecuali dengan manhaj (metode) yang digariskan dan dijalani oleh Rasulullah r   bersama para sahabatnya. Begitu juga dengan upaya melakukan perubahan menuju kehidupan yang diridhai Allah I, ia tidak dapat diwujudkan kecuali dengan menempuh manhaj perubahan yang ditempuh Sang Rasul penutup itu bersama dengan para sahabatnya. Sesungguhnya, manhaj penegakan Islam dan perubahan menuju kehidupan yang diridhai Allah itu tersimpul pada dua kata; da'wah dan tarbiyah yang dibangun atas dasar ajaran Islam yang shahih dan murni. Inilah jalan pilihan bagi siapapun yang ingin melihat tegaknya Islam di muka bumi ini dan ingin menyaksikan terjadinya perubahan menuju kehidupan yang diridhai Allah I.

Februari 18, 2014

Idolisasi yang Tidak Islami

Gegap gempita dunia hiburan Indonesia terus menjadi trend dan komoditas industri yang produktif. Berbagai ajang yang spektakuler telah menyedot perhatian sebagaian besar penduduk negeri ini untuk menikmati sisi entertain hingga berpartisipasi aktif sebagai lakon entertain-nya. Kalangan muda-mudi muslim lagi-lagi menjadi pelanggan tetapnya. Di antaranya yaitu ajang pencarian idola dan bakat dengan model reality show. Sebut saja, Indonesian Idol, Academia, dan lainnya, di mana lisensi pelaksanaan ajang tersebut (Indonesian Idol) diperoleh dari Amerika Serikat melalui Fremantle Media.

Ajang seperti Indonesian Idol ini sendiri telah menyebar hampir ke semua negara. Di Arab sendiri, acara ini telah dilarang karena memakai nama “Arab Idol”. Kaum muslimin di sana melarang acara ini ditayangkan di televisi karena memakai kata “Idol”, yang berarti berhala.

Februari 11, 2014

Cinta Palsu Valentine’s Day

Sebentar lagi, penanggalan kalender Masehi di bulan Februari ini akan sampai pada tanggal 14. Hari yang oleh sebagian orang disebut sebagai hari “Valentine’s Day” atau hari “Kasih Sayang”. Boleh jadi di setiap tahunnya, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya.

Seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun mendapat sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan cinta dan rasa kasih saying dengan berbagai ekspresinya, semuanya menjadi penyemarak suasana valentine.

Sejarah Valentine’s Day

Berdasarkan literatur ilmiah, sejarah Valentine’s Day berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

Januari 31, 2014

Mendadak Ngustadz

Sebuah hal menarik di sebuah negeri entah berantah, semua bisa dibuat serba instan. Dengan modal keterampilan mengolah kata atau retorika, seseorang bisa dengan mudah “diustadzkan”.

Dengan modal kitab al-Qur'an dan terjemahannya, seseorang bisa langsung menafsirkan al-Qur'an  al-Karim. Dengan sedikit modal bahasa arab, ditambah laptop atau smartphone, seseorang langsung dapat membuka pengajian dan akhirnya tanpa sungkan berfatwa pada masalah-masalah yang memerlukan kompetensi fiqih tingkat tinggi.

Mereka berfatwa pada masalah-masalah yang seandainya ditanyakan kepada Umar bin Khattab t, niscaya beliau akan mengumpulkan ahli Badr (para sahabat yang ikut perang Badr) untuk mencari jawabannya.

Fenomena terakhir yang muncul, seorang mentalis (mungkin paranormal) yang tiba-tiba tampil sebagai mufassir. Konon tafsirnya “luar biasa”. Ya, benar saja, karena memang keluar dari yang biasa. 

Januari 03, 2014

Banjir, Mengapa Terjadi?

Banjir, salah satu bentuk bencana alam yang saat ini melanda sebagian wilayah negeri kita tercinta, Indonesia. Sebut saja, Jakarta, Manado, Subang dan beberapa wilayah lainnya.

Dalam menyikapi kondisi ini, kebanyakan manusia hanya menjadikan perkara-perkara lahiriyah yang kasat mata sebagai barometer dalam menilai fenomena banjir ini.

Kebanyakan manusia menilai bahwa banjir (hanya) terjadi karena tersumbatnya sungai sebagai aliran air, bobolnya tanggul, curah hujan yang tinggi, dan lainnya.

Salahkah? Hal ini jelas tidak salah dan sah-sah saja. Namun sayangnya, pernahkah kita tergerak untuk memahami hakekat yang tersembunyi dari setiap kejadian yang tampak secara kasat mata? Sadarkah kita bahwa kerusakan yang nampak secara kasat mata terkadang disebabkan oleh kerusakan yang tidak kasat mata dan kerap lebih parah dan fatal akibat buruknya?

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...