Januari 31, 2014

Mendadak Ngustadz

Sebuah hal menarik di sebuah negeri entah berantah, semua bisa dibuat serba instan. Dengan modal keterampilan mengolah kata atau retorika, seseorang bisa dengan mudah “diustadzkan”.

Dengan modal kitab al-Qur'an dan terjemahannya, seseorang bisa langsung menafsirkan al-Qur'an  al-Karim. Dengan sedikit modal bahasa arab, ditambah laptop atau smartphone, seseorang langsung dapat membuka pengajian dan akhirnya tanpa sungkan berfatwa pada masalah-masalah yang memerlukan kompetensi fiqih tingkat tinggi.

Mereka berfatwa pada masalah-masalah yang seandainya ditanyakan kepada Umar bin Khattab t, niscaya beliau akan mengumpulkan ahli Badr (para sahabat yang ikut perang Badr) untuk mencari jawabannya.

Fenomena terakhir yang muncul, seorang mentalis (mungkin paranormal) yang tiba-tiba tampil sebagai mufassir. Konon tafsirnya “luar biasa”. Ya, benar saja, karena memang keluar dari yang biasa. 

Januari 03, 2014

Banjir, Mengapa Terjadi?

Banjir, salah satu bentuk bencana alam yang saat ini melanda sebagian wilayah negeri kita tercinta, Indonesia. Sebut saja, Jakarta, Manado, Subang dan beberapa wilayah lainnya.

Dalam menyikapi kondisi ini, kebanyakan manusia hanya menjadikan perkara-perkara lahiriyah yang kasat mata sebagai barometer dalam menilai fenomena banjir ini.

Kebanyakan manusia menilai bahwa banjir (hanya) terjadi karena tersumbatnya sungai sebagai aliran air, bobolnya tanggul, curah hujan yang tinggi, dan lainnya.

Salahkah? Hal ini jelas tidak salah dan sah-sah saja. Namun sayangnya, pernahkah kita tergerak untuk memahami hakekat yang tersembunyi dari setiap kejadian yang tampak secara kasat mata? Sadarkah kita bahwa kerusakan yang nampak secara kasat mata terkadang disebabkan oleh kerusakan yang tidak kasat mata dan kerap lebih parah dan fatal akibat buruknya?

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...