Desember 30, 2011

Nasehat Bagi yang Merayakan Tahun Baru

Meskipun hampir setiap menjelang pergantian tahun baru, hujan terus mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia dengan derasnya, hal itu tidak menyurutkan semangat dan animo masyarakat untuk menyambut tahun baru, tak terkecuali dari kaum muslimin.

Apa yang terjadi pada malam pergantian tahun baru, pembaca mungkin lebih tahu. Mulai dari aneka hiburan, pesta pora, kembang api, petasan, hura-hura, perzinaan, dan lain-lain, hadir menghiasi perayaan malam itu. Ah,tak usah kita membahasnya di sini. Yang pasti, mata kita telah menyaksikan “gemerlapnya dunia” pada malam itu. 

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun baru masehi sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Nasrani. Masehi adalah nama lain dari Isa Al-masih dalam keyakinan Nasrani. Sejarahnya, menurut catatan di Encarta Reference Library  Premium 2005, orang pertama yang membuat penanggalan kalender adalah seorang kaisar Romawi terkenal bernama Gaisus Julius Caesar.

Perkembangannya kemudian, seorang pendeta Nasrani yang bernama Dionisius kemudian ‘memanfaatkan’ penemuan kalender dari Julius Caesar ini untuk diadopsi sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus. Itu sebabnya, penanggalan tahun setelah kelahiran Yesus Kristus diberi tanda AD (bahasa Latin: Anno Domini yang berarti: in  the year of our lord) yaitu Masehi. Sementara untuk jaman prasejarahnya  disematkan BC (Before Christ) atau SM (Sebelum Masehi).

Jadi jelas, apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru masehi adalah bukan berasal dari budaya kita, kaum muslimin, tapi sangat erat dengan keyakinan dan ibadah kaum Nasrani.

Desember 23, 2011

Promosi Produk Dengan Hadiah

Untuk meningkatkan angka penjualan produk, para produsen biasanya melakukan penawaran dengan iming-iming hadiah. Corak promosi seperti ini bisa kita dapatkan di pasaran, dengan beragam jenis dan kiatnya. Namun, di balik cara dan metode promosi produk seperti ini, ada beberapa hal yang nampaknya bertentangan dengan kaidah dan aturan dalam syariat Islam yang mulia. Di balik semaraknya berbagai jenis “hadiah” ini, terkadang terselubung unsur penipuan dan untung-untungan alias perjudian. Wallahul musta’an.

Pada edisi ini, kami akan menuliskan kajian fikih masalah ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

RAGAM HADIAH DAN HUKUMNYA

Pertama: Hadiah Karena Pembelian Barang.

Bentuk hadiah yang pertama ini mempunyai bentuk yang bermacam-macam, diantaranya adalah :

1.       Hadiah Yang Diberikan Produsen Melalui Registrasi.

Undian semacam ini hukumnya haram, karena termasuk dalam perjudian yang dilarang dalam Islam. Kenapa masuk dalam katagori perjudian? Karena peserta membayar sejumlah uang melebihi dari harga biasa, padahal ia belum tentu mendapatkan apa yang diharapkan. Mungkin dia untung ketika mendapatkan hadiah dan mungkin juga bisa rugi jika tidak mendapatkan hadiah tersebut. Jika peserta undian jumlahnya banyak, maka yang meraup keuntungan adalah pihak penyelenggara. Hadiah yang diberikan peserta hanyalah bagian kecil dari keuntungan tersebut.

Desember 15, 2011

Begitu Sederhana, Begitu Luar Biasa

Alhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’ad. Pembaca yang budiman, pada edisi kali ini kami akan mengajak Anda sekalian untuk menyelami samudera kehidupan sosok seorang ulama rabbani abad ini. Beliau bernama Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah. Beliau lahir di  kota Riyadh pada bulan Dzulhijah 1330 H/1909 M dan wafat 27 Muharram 1420 H / 13 Mei 1999 M. Semoga Allah I merahmatinya. Amin.

Kita tidak akan menyebutkan biografi beliau secara khusus -meskipun insya Allah pada kesempatan berikutnya kami akan berusaha menuliskannya-, tetapi yang akan kami tuliskan adalah rangkaian perikehidupan akan keindahan akhlak dan sejarah emas beliau selama hidupnya.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dan teladan dari beliau. Selamat membaca. 

Kesederhanaan
Syaikh Ibnu Baz adalah seorang yang sangat tidak perhatian dengan dunia sebagaimana yang bisa kita ketahui dari keadaan beliau. Terlebih jika kita tahu bahwa beliau itu tidak memiliki rumah. DR. Zahrani pernah berupaya untuk meminta izin kepada beliau untuk membeli rumah yang biasa beliau tempati jika berada di Mekah karena rumah tersebut biasanya cuma disewa. Komentar beliau, Palingkan pandanganmu dari topik ini. Sibukkan dirimu untuk mengurusi kepentingan kaum muslimin”.

Desember 08, 2011

Mencari Kunci Rezeki Yang Hilang

Saat ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rezeki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Ditambah lagi dengan berbagai problem kehidupan dan tuntutannya.  Sehingga tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Bermunculanlah para koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan ibadah kepada Allah I untuk mendapatkan secuil uang atau alasan kebutuhan hidup.

Inilah fenomena “hilangnya kunci rezeki” di mata mereka. Mereka lupa bahwa Allah I  telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rezeki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia telah menunjukkan kunci – kunci dari pintu rezeki tersebut. Dia pula menjanjikan keluasan rezeki yang tidak disangka-sangka kepada siapa saja yang menempuhnya.

Pada edisi kali ini kami akan menuliskan beberapa hal yang dapat ditempuh agar rezeki halal dari Sang Pemberi dapat diraih, pintu rezeki dari atas langit terbuka, tentu dengan penuh harap dan keyakinan, hanya Dialah yang mencurahkan rezeki kepada hamba – hamba yang Ia kehendaki. Selamat membaca. 

Desember 02, 2011

Mulianya Bulan Muharram

Hari-hari ini kita kembali memasuki bulan Muharram tahun 1432 Hijriah. Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat, semuanya berlalu silih berganti seiring dengan bergantinya siang dan malam.

Selayaknya bagi kita untuk banyak bersyukur kepada Allah yang telah menganugerahkan kita umur hingga kembali menemui bulan mulia ini. Begitu pula, muhasabah atau instrospeksi diri dan istigfar adalah penting dilakukan setiap muslim. Mengapa? Ya, karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shalih. Sudahkah tilawah al-Qur’an, sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan? Sudahkah malam-malam yang kita lewati, lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah, meneteskan air mata taubat ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan televisi atau sepakbola? Semoga saja, kita termasuk dia antara hamba yang mampu bersyukur.

Pada edisi kali ini, kami akan menuliskan sedikit penjelasan berkaitan dengan bulan Muharram. Semoga dengan penjelasan tersebut, kita dapat memahami betapa besar keutamaan yang ada di dalamnya, sehingga kita mampu mengoptimalkan waktu – waktunya.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...