Juni 28, 2013

Perindu – Perindu Ramadhan

Hari-hari yang indah dan didambakan itu kini akan kembali datang kepada kita. Hari-hari yang terdapat pada bulan yang sangat istimewa bagi Sang Pemiliknya dan bagi siapapun yang mengetahui keistimewaannya.

Tamu nan agung yang selalu dinanti-nanti oleh semua orang yang merindukannya, dia adalah bulan Ramadhan nan agung.

Benarkah kita merindukannya?

Apabila benar kita rindu, sungguh kita akan mencium bau Ramadhan dari jauh. Ya, seperti Ya'qub Alaihissalam mencium bau anaknya, Yusuf Alaihissalam, karena     kerinduan yang menggelora.

Jika benar kita rindu Ramadhan, sungguh kita akan membuat persiapan menyambutnya. Layaknya, seseorang yang merindukan kedatangan kekasih yang telah lama pergi.

Juni 21, 2013

Ketika BBM Naik Nasehat Bagi Saudaraku “Mahasiswa”

Kita semua tahu dan sadar bahwa kenaikan harga BBM mungkin akan membawa kesulitan bagi rakyat banyak. Mengapa? Ya, sederhana saja. Jika BBM naik, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Maka, semakin “tercekik”lah rakyat yang sebagian besarnya berada di bawah garis kemiskinan, begitu katanya.

Ya, demikianlah kebanyakan orang hari ini dalam menghadapi masalah ini. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Kebijakan ini semoga berubah, itu harapannya. Namun, adakah yang berpikir, mengapa pemimpin kita memilih jalan untuk menaikkan BBM? Adakah yang mau merenung, apa betul presiden tercinta kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh rakyatnya sendiri? Lalu mengapa tidak mau menyikapi hal ini dengan bersabar? Wallahul Musta’an

Taat Kepada Penguasa
Inilah prinsip yang menjadi warisan para pendahulu (salaf) kita yang shalih , orang-orang yang meniti jalan para sahabat Nabi radhiallahu anhum. Mari kita renungkan hadits dari  Rasulullah r (artinya) : “ Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak) dari Habasyah[HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih].

Juni 06, 2013

Kontes Miss World : Penistaan Martabat Perempuan

Lazimnya, perempuan biasanya ingin tampil cantik, dan senang dipuji kecantikannya.  Sementara laki-laki  lazimnya senang memandang kecantikan perempuan.  Keinginan naluriah itu ada pada manusia. Rasulullah r pun memberitahukan, bahwa perempuan dikawini karena empat hal: kecantikannya, hartanya, nasabnya, dan juga agamanya.

Nabi r memerintahkan untuk mengutamakan faktor agama, jika rumah tangganya mau selamat. Toh, faktor cantik tidak dilarang untuk dijadikan sebagai pertimbangan. Sebab, itu memang naluriah laki-laki normal. Al-Quran juga menjelaskan, salah satu syahwat dunia adalah kecintaan kepada perempuan, anak-anak, harta perniagaan,emas dan perak, sawah ladang, dan peternakan. (QS 3:14). 

Islam bukanlah agama yang membunuh naluri manusia, sehingga melarang pemeluknya untuk menikah dengan alasan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah I. Tapi, Islam juga bukan agama yang memerintahkan umatnya untuk mengumbar nafsu syahwatnya. 

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...