Februari 18, 2014

Idolisasi yang Tidak Islami

Gegap gempita dunia hiburan Indonesia terus menjadi trend dan komoditas industri yang produktif. Berbagai ajang yang spektakuler telah menyedot perhatian sebagaian besar penduduk negeri ini untuk menikmati sisi entertain hingga berpartisipasi aktif sebagai lakon entertain-nya. Kalangan muda-mudi muslim lagi-lagi menjadi pelanggan tetapnya. Di antaranya yaitu ajang pencarian idola dan bakat dengan model reality show. Sebut saja, Indonesian Idol, Academia, dan lainnya, di mana lisensi pelaksanaan ajang tersebut (Indonesian Idol) diperoleh dari Amerika Serikat melalui Fremantle Media.

Ajang seperti Indonesian Idol ini sendiri telah menyebar hampir ke semua negara. Di Arab sendiri, acara ini telah dilarang karena memakai nama “Arab Idol”. Kaum muslimin di sana melarang acara ini ditayangkan di televisi karena memakai kata “Idol”, yang berarti berhala.

Februari 11, 2014

Cinta Palsu Valentine’s Day

Sebentar lagi, penanggalan kalender Masehi di bulan Februari ini akan sampai pada tanggal 14. Hari yang oleh sebagian orang disebut sebagai hari “Valentine’s Day” atau hari “Kasih Sayang”. Boleh jadi di setiap tahunnya, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya.

Seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun mendapat sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan cinta dan rasa kasih saying dengan berbagai ekspresinya, semuanya menjadi penyemarak suasana valentine.

Sejarah Valentine’s Day

Berdasarkan literatur ilmiah, sejarah Valentine’s Day berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...