Memiliki
rumah indah dan nyaman adalah keinginan setiap manusia. Di dunia ini, memiliki
rumah yang indah, luas, megah dan nyaman adalah perkara yang tidak setiap orang mampu mewujudkannya. Ia harus
memeras keringat lebih dahulu untuk mencari
uang, karena harganya yang mahal.
Namun, syukurlah,
rumah di akhirat yaitu di surga kelak bisa dibangun tanpa harus membayar mahal
sebagaimana di dunia. Yang diperlukan adalah kekuatan untuk
beramal shalih dan menahan hawa nafsu. Dan yang pasti, rumah
di surga jauh lebih indah dan nyaman yang tidak
pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan
tidak dapat
digambarkan oleh pikiran kita.
Rasulullah r telah
mengabarkan kepada umatnya tentang amalan-amalan yang apabila dilakukan oleh
manusia, maka Allah I akan
membangunkan sebuah rumah untuknya di surga.
Apa
sajakah itu?
Membangun Masjid
di Dunia
Membangun masjid
atau membantu dalam pembangunan masjid adalah cara untuk membangun rumah di
surga. Rasulullah r bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah
walaupun hanya sebesar sangkar burung atau lebih kecil dari itu, Allah akan
bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Ibnu
majah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Menjaga Sholat
Dhuha dan Qabliyah Dzuhur
Menjaga atau
istiqamah dalam mengerjakan amalan sunnah, yaitu Shalat Dhuha dan Shalat Sunnah
Qabliyah (sebelum) Dhuhur masing-masing sebanyak 4 raka’at, akan menjadi sebab
dibangunankannya rumah di surga bagi pelakunya. Rasulullah r bersabda (artinya) : “Barangsiapa
yang shalat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur empat raka’at, akan
dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Ath
Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani
rahimahullah dalam silsilah shahihah no 2346).
Menjaga Sholat
Sunnah Rawatib 12 Raka’at
Hal ini mungkin
diremehkan oleh sebagian kaum muslimin. Namun, masya Allah ganjaran yang
disiapkan sangat besar. Berdasarkan sabda Rasulullah r (artinya) : “Barangsiapa yang shalat (rawatib) sehari semalam 12
raka’at, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim,
An-Nasai, Abu Dawud,
Ibnu Majah
dari Ummu Habibah).
Shalat 12 raka’at
itu adalah 2 raka’at qabliyah
shubuh, 4 sebelum dzuhur dan 2 setelahnya, 2
setelah maghrib, dan 2 setelah ‘isya sebagaimana yang disebutkan
dalam riwayat imam At-Tirmidzi.
Membaca Surat
Al Ikhlash Sepuluh Kali
Pernahkah kita
melakukannya dengan sengaja untuk mendapat ganjaran ini? Jika belum, simaklah
sabda Nabi kita yang mulia Muhammad r (artinya)
: “Barangsiapa yang membaca “Qulhuwallahu ahad” sepuluh kali, Allah akan
bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Ahmad
dari Mu’adz bin Anas, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani
rahimahullah dalam shahih Jami’ no 6472).
Bagaimana
seorang meninggalkan kesempatan ini, padahal hanya butuh 3 menit saja?
Membaca Do’a
Masuk Pasar
Nah, terkhusus
kepada para pelaku pasar, pedagang, makelar, dan pembeli yang hendak memasuki
pasar untuk melakukan bisnisnya, penting untuk membaca hadits dari Rasulullah r berikut (artinya) :
“Siapa yang
masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu,
lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil
khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta
kebaikan, menghapus darinya sejuta keurukan, mengangkat untuknya sejuta
derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. At-Tirmidzi,
Ahmad, Ibnu majah, dan Al-Hakim dari Ibnu
Umar. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).
Mengucapkan Alhamdulillah
dan Istirja’ Ketika Anak Kita Wafat
Ketika kita
tertimpa musibah, maka hal dianjurkan oleh kita adalah melakukan Istirja’ yaitu
ucapan “innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, sebagaimana firman
Allah I (artinya) : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang
yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa
ilaihi raaji'uun"[QS. Al-Baqarah : 155-156].
Namun, tahukah
kita bahwa setelah itu kita pun dianjurkan untuk memuji Allah (mengucapkan
“Alhamdulillah”)?
Jika belum tahu,
simaklah hadits Rasulullah r berikut (artinya)
:
“Apabila anak
seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikatNya, “Kalian
telah mencabut nyawa anak hambaku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman,
“kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah
berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hambaku?” Mereka berkata, “Ia memujimu dan
mengucapkan istirja’ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun).”
Allah berfirman, “Bangunkan rumah untuk
hambaku di surga, dan namai ia rumah pujian.” (HR. At-Tirmidzi
dari Abu musa Al-Asy’ari. Dihasankan
oleh Syaikh Al-Albani
rahimahullah).
Bergaul
Dengan Akhlak yang Mulia
Hal ini adalah
perkara yang agung dan tinggi kedudukannnya dalam din yang mulia ini. Betapa
tidak, akhlak menjadi barometer tingkat kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah
r bersabda (artinya) : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah
yang paling baik akhlaknya” (HR. Abu Dawud 4682. Tirmidzi
1162, Ahmad 2/472 Lihat As-Shahihah 284).
Imam Ibnul Qayyim
rahimahullah berkata, “Agama ini seluruhnya adalah akhlak, barangsiapa yang
memperbaiki akhlaknya maka baik pula agamanya”. (Madarijus
Salikin 2/320).
Imam Fudhail bin
Iyadh mengatakan, “Barangsiapa yang jelek akhlaknya maka jelak pula agamanya”. (Adab Syar’iyah 2/191).
Rasul kita yang
mulia r , menjamin rumah di surga tertinggi bagi yang berakhlak mulia. Sebagaimana
sabda Rasulullah r (artinya) : “Aku menjamin dengan rumah di pinggir surga bagi orang yang
meninggalkan pertengkaran walaupun ia dipihak yang benar. Aku
menjamin dengan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta
walaupun untuk ketika bercanda. Aku menjamin dengan rumah di surga yang paling
tinggi bagi orang yang baik akhlaknya.” (HR. Abu
Dawud dari Abu Umamah. Dihasankan
oleh Syaikh Al-Albani
rahimahullah).
Iman, Islam,
Hijrah dan Jihad
Rasulullah r bersabda (artinya) : “Aku
menjamin
orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di
pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tinggi. Aku menjamin
orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir
surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang
melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan, dan lari dari semua
keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk meninggal.” (HR. An-Nasai,
Ibnu Hibban dan Al-Hakim.
Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani
rahimahullah).
Ke Masjid di Waktu
Subuh dan Malam Hari
Rasulullah r bersabda (artinya) : “Siapa yang ke masjid waktu subuh atau malam hari,
maka Allah menyiapkan baginya tempat tinggal di surga setiap kali ia
berangkat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Syaikh Ibnu
Utsaimin rahimahullah menyatakan: “makna tekstual dari hadits ini
menunjukkan bahwa orang yang pergi ke masjid pagi-pagi atau sore hari, baik
berangkat pagi-pagi untuk shalat atau menuntut ilmu atau selainnya dari
kebaikan, maka Allah I akan menetapkan untuknya tempat tinggal di surga (Syarah Riyadhush Shalihin, 3:202).
Menyambung dan Menutup Celah Dalam Shaf
Shalat
Rasulullah r pernah
bersabda (artinya) : “Siapa
yang menutup sela-sela barisan dalam shalat, maka Allah bangunkan rumah di
surga dan angkat derajatnya.” (HR. al-Muhaamili
dalam amaalinya dan dishahihkan al-Albani rahimahullah).
Mengunjungi
Orang Sakit Atau Saudara Seiman
Berdasarkan sabda
Rasulullah r (artinya) : “Siapa yang mengunjungi orang sakit atau saudaranya seiman
(seagama Islam), maka ia diseru oleh orang (malaikat): ‘Engkau adalah orang
baik dan baik pula perjalananmu dan Allah telah menyiapkan bagimu rumah di
surga’.” (HR.
At-Tirmizi dan dishahihkan Al-Albani rahimahullah)
Rumah, Ada
Kamarnya
Di atas telah
kita sebutkan amalan-amalan untuk membangun rumah di surga. Namun, sebuah
rumah tentu butuh kamar-kamar dan kebun sehingga
menjadi lebih sejuk dan nikmat dipandang mata.
Adapun untuk
membuat kamar-kamar yang istimewa, Rasulullah r (artinya) : “Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang luarnya tampak
dari dalam, dan dalamnya tampak dari luar.” Abu Musa Al
Asy’ari berkata, “Untuk siapa ia wahai Rasulullah?” Beliau r bersabda,
“Untuk orang yang baik ucapannya, memberi makan dan shalat di waktu malam.”
(HR. Ath-Thabrani
dan Al-Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani
rahimahullah).
Adapun untuk
menanam pohon di surga, ia adalah dzikir kepada Allah I sebagaimana dalam hadits (artinya) : “Aku bertemu
dengan Ibrahim di malam isra mi’raj. Ia berkata
kepadaku, “Hai Muhammad, sampaikan salamku untuk umatmu dan kabarkan kepada
mereka bahwa surga itu tanahnya baik, airnya tawar, dan kini tanahnya masih
kosong, dan tanamannya adalah subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallahu,
wallahu akbar.” (HR. At-Tirmidzi
dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani
rahimahullah).
Akhirnya, rumah
itu kini mempunyai kamar-kamar yang istimewa, dan kebun-kebun dengan pohon-pohonnya yang indah. Untuk inilah kita
berlomba-lomba, wahai Saudaraku.
Wallahu
Ta’ala A’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar