Maret 01, 2013

Membangun Rumah di Syurga

Memiliki rumah indah dan nyaman adalah keinginan setiap manusia. Di dunia ini, memiliki rumah yang indah, luas, megah dan nyaman adalah perkara yang tidak setiap orang mampu mewujudkannya. Ia harus memeras keringat lebih dahulu untuk mencari uang, karena harganya yang mahal.
Namun, syukurlah, rumah di akhirat yaitu di surga kelak bisa dibangun tanpa harus membayar mahal sebagaimana di dunia. Yang diperlukan adalah kekuatan untuk beramal shalih dan menahan hawa nafsu. Dan yang pasti, rumah di surga jauh lebih indah dan nyaman yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan tidak dapat digambarkan oleh pikiran kita.
Rasulullah r telah mengabarkan kepada umatnya tentang amalan-amalan yang apabila dilakukan oleh manusia, maka Allah I akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga.

Apa sajakah itu?

Membangun Masjid di Dunia
Membangun masjid atau membantu dalam pembangunan masjid adalah cara untuk membangun rumah di surga. Rasulullah r bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sangkar burung atau lebih kecil dari itu, Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.(HR. Ibnu majah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Menjaga Sholat Dhuha dan Qabliyah Dzuhur
Menjaga atau istiqamah dalam mengerjakan amalan sunnah, yaitu Shalat Dhuha dan Shalat Sunnah Qabliyah (sebelum) Dhuhur masing-masing sebanyak 4 raka’at, akan menjadi sebab dibangunankannya rumah di surga bagi pelakunya. Rasulullah r  bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang shalat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur empat raka’at, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam silsilah shahihah no 2346).

Menjaga Sholat Sunnah Rawatib 12 Raka’at
Hal ini mungkin diremehkan oleh sebagian kaum muslimin. Namun, masya Allah ganjaran yang disiapkan sangat besar. Berdasarkan sabda Rasulullah r (artinya) : “Barangsiapa yang shalat (rawatib) sehari semalam 12 raka’at, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim, An-Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah dari Ummu Habibah).
Shalat 12 raka’at itu adalah 2 raka’at qabliyah shubuh, 4 sebelum dzuhur dan 2  setelahnya, 2 setelah maghrib, dan 2 setelah ‘isya sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat imam At-Tirmidzi.

Membaca Surat Al Ikhlash Sepuluh Kali
Pernahkah kita melakukannya dengan sengaja untuk mendapat ganjaran ini? Jika belum, simaklah sabda Nabi kita yang mulia Muhammad r (artinya) : “Barangsiapa yang membaca “Qulhuwallahu ahad” sepuluh kali, Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Ahmad dari Mu’adz bin Anas,  dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam shahih Jami’ no 6472).
Bagaimana seorang meninggalkan kesempatan ini, padahal hanya butuh 3 menit saja?

Membaca Do’a Masuk Pasar
Nah, terkhusus kepada para pelaku pasar, pedagang, makelar, dan pembeli yang hendak memasuki pasar untuk melakukan bisnisnya, penting untuk membaca hadits dari Rasulullah r berikut (artinya) :
Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta keurukan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu majah, dan Al-Hakim dari Ibnu Umar. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

Mengucapkan Alhamdulillah dan Istirja’ Ketika Anak Kita Wafat
Ketika kita tertimpa musibah, maka hal dianjurkan oleh kita adalah melakukan Istirja’ yaitu ucapaninnaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, sebagaimana firman Allah I (artinya) : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"[QS. Al-Baqarah : 155-156].
Namun, tahukah kita bahwa setelah itu kita pun dianjurkan untuk memuji Allah (mengucapkan “Alhamdulillah”)?

Jika belum tahu, simaklah hadits Rasulullah r berikut (artinya) :
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hambaku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hambaku?” Mereka berkata, “Ia memujimu dan mengucapkan istirja’ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan rumah untuk hambaku di surga, dan namai ia rumah pujian.” (HR. At-Tirmidzi dari Abu musa Al-Asy’ari. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

Bergaul Dengan Akhlak yang Mulia
Hal ini adalah perkara yang agung dan tinggi kedudukannnya dalam din yang mulia ini. Betapa tidak, akhlak menjadi barometer tingkat kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah r bersabda (artinya) : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya(HR. Abu Dawud 4682. Tirmidzi 1162, Ahmad 2/472 Lihat As-Shahihah 284).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Agama ini seluruhnya adalah akhlak, barangsiapa yang memperbaiki akhlaknya maka baik pula agamanya”. (Madarijus Salikin 2/320).
Imam Fudhail bin Iyadh mengatakan, “Barangsiapa yang jelek akhlaknya maka jelak pula agamanya”. (Adab Syar’iyah 2/191).

Rasul kita yang mulia r , menjamin rumah di surga tertinggi bagi yang berakhlak mulia. Sebagaimana sabda Rasulullah r (artinya) : “Aku menjamin dengan rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan pertengkaran walaupun ia dipihak yang benar. Aku  menjamin dengan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun untuk ketika bercanda. Aku menjamin dengan rumah di surga yang paling tinggi bagi orang yang baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dari Abu Umamah. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

Iman, Islam, Hijrah dan Jihad
Rasulullah r bersabda (artinya) : “Aku  menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan, dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk meninggal.” (HR. An-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

Ke Masjid di Waktu Subuh dan Malam Hari

Rasulullah r bersabda (artinya) : “Siapa yang ke masjid waktu subuh atau malam hari, maka Allah menyiapkan baginya tempat tinggal di surga setiap kali ia berangkat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan: “makna tekstual dari hadits ini menunjukkan bahwa orang yang pergi ke masjid pagi-pagi atau sore hari, baik berangkat pagi-pagi untuk shalat atau menuntut ilmu atau selainnya dari kebaikan, maka Allah I akan menetapkan untuknya tempat tinggal di surga (Syarah Riyadhush Shalihin, 3:202).

Menyambung dan Menutup Celah Dalam Shaf Shalat

Rasulullah r pernah bersabda (artinya) : “Siapa yang menutup sela-sela barisan dalam shalat, maka Allah bangunkan rumah di surga dan angkat derajatnya.” (HR. al-Muhaamili dalam amaalinya dan dishahihkan al-Albani rahimahullah).

Mengunjungi Orang Sakit Atau Saudara Seiman

Berdasarkan sabda Rasulullah r (artinya) : “Siapa yang mengunjungi orang sakit atau saudaranya seiman (seagama Islam), maka ia diseru oleh orang (malaikat): ‘Engkau adalah orang baik dan baik pula perjalananmu dan Allah telah menyiapkan bagimu rumah di surga’.(HR. At-Tirmizi dan dishahihkan Al-Albani rahimahullah)
Rumah, Ada Kamarnya
Di atas telah kita sebutkan amalan-amalan untuk membangun rumah di surga. Namun, sebuah rumah tentu butuh kamar-kamar dan kebun sehingga menjadi lebih sejuk dan nikmat dipandang mata.
Adapun untuk membuat kamar-kamar yang istimewa, Rasulullah r (artinya) : “Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang luarnya tampak dari dalam, dan dalamnya tampak dari luar.” Abu Musa Al Asy’ari berkata, “Untuk siapa ia wahai Rasulullah?” Beliau r bersabda, “Untuk orang yang baik ucapannya, memberi makan dan shalat di waktu malam.(HR. Ath-Thabrani dan Al-Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).
Adapun untuk menanam pohon di surga, ia adalah dzikir kepada Allah I sebagaimana dalam hadits (artinya) : “Aku bertemu dengan Ibrahim di malam isra mi’raj. Ia berkata kepadaku, “Hai Muhammad, sampaikan salamku untuk umatmu dan kabarkan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya baik, airnya tawar, dan kini tanahnya masih kosong, dan tanamannya adalah subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallahu, wallahu akbar.” (HR. At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).
Akhirnya, rumah itu kini mempunyai kamar-kamar yang istimewa, dan kebun-kebun dengan pohon-pohonnya yang indah. Untuk inilah kita berlomba-lomba, wahai Saudaraku.
Wallahu Ta’ala A’lam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...