Desember 30, 2017

Meraih Syafa’at al-Qur’an


Hari kiamat adalah kehidupan di akhirat yang satu harinya sama dengan 50.000 tahun di dunia. Di sana tidak terdapat bangunan, pohon untuk berlindung, dan juga pakaian yang menutupi badan.

Di hari itu, matahari, yang saat ini berada di atas kita sekitar 94 juta mil, Allah perintahkan untuk datang dan mendekat hingga jarak yang telah ditentukan. Berapa? Yaitu hanya satu mil di atas kepala para penghuni Padang Mahsyar. Apa yang terjadi? Tentu saja, kondisi panas yang maha dahsyat. Para hamba menderita banjir keringat. Bahkan sebagian dari mereka tenggelam dalam keringatnya sendiri. Mereka tidak bisa lari, sembunyi atau mencari tempat berteduh. Sebab bumi telah rata dengan tanah dan tidak ada satupun tempat untuk berteduh.

Dalam kondisi yang sangat mengerikan itu, ternyata ada golongan manusia yang mendapatkan keistimewaan dan perhatian spesial dari Allah. Di saat kebanyakan mereka tersengat panasnya matahari yang mendidih, justru manusia-manusia istimewa itu mendapatkan naungan awan yang melindungi mereka dari sengatan sang surya. Mereka merasa nyaman dan tentram di bawah naungan tersebut. Siapakah gerangan golongan yang amat beruntung itu? Ternyata mereka tidak satu jenis. Bahkan mereka terdiri dari berbagai golongan yang memiliki amal salih yang berbeda-beda.

Salah satunya adalah ahlul-Qur’an. Ya, mereka adalah golongan yang mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala melalui syafa’at. Syafaa’t dari mana? Tentu saja dari al-Qur’an yang membersamai mereka di dunia.

Desember 23, 2017

Propaganda LGBT dan Laknat Allah

Ketika Adam ‘alaihissalam dan istrinya Hawa alaihassalam masih berada di dalam Surga, Allah Ta’ala telah mengingatkan kepada mereka berdua agar berhati-hati dari makar musuh nyata mereka yakni Iblis laknatullah ‘alaih. Tentu saja berhati-hati untuk seluruh hal, tidak terkecuali ucapan-ucapan yang terdengar manis dari Iblis. Sebab Iblis sendiri telah bersumpah di hadapan Allah Ta’ala bahwa ia akan berusaha dengan segala cara untuk menyesatkan Adam dan anak keturunannya dari jalan yang benar (QS. Al-A’raf :16-17).

Alhasil, Allah Ta’ala menakdirkan Adam ‘‘alaihissalam dan istrinya terperdaya dengan tipu daya Iblis laknatullah ‘alaih yang membuat mereka terusir dari surga. Pertanyaan yang paling penting adalah bagaimana cara Iblis laknatullah ‘alaih mampu menyesatkan Adam yang cerdas? Sebab, tidak menutup kemungkinan, cara atau trik itu juga yang Iblis laknatullah ‘alaih dan bala tentaranya jalankan hingga sekarang dalam menyesatkan kita anak cucu Adam. Walaupun mungkin variannya beda-beda tapi intinya tetap sama.

Runut kejadiannya telah Allah Ta’ala sebutkan dengan jelas dalam Al-Qur’an. Iblis laknatullah‘alaih yang telah jelas pernyataan permusuhannya kepada Adam dan anak keturunannya, datang dengan wajah kamuflase dan palsu yang dibungkus dengan penampilan dan kata-kata meyakinkan.

Desember 16, 2017

Manusia Berkah Penuh Manfaat

Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdo’a untuk mendapatkan keberkahan, baik dalam umur, keluarga, usaha, harta benda maupun lainnya. Namun, pernahkah kita bertanya, apakah makna keberkahan itu? Dan bagaimana memperolehnya?

Bila kita lihat lebih seksama, baik melalui ilmu bahasa Arab maupun dalil-dalil dalam al-Qur’an dan Sunnah, kita akan mendapati bahwa kata “al-barakah” memiliki kandungan dan pemahaman yang sangat luas dan agung.

Secara ilmu bahasa, “al-barakah” berarti berkembang dan bertambah (Lihat Al-Misbahul-Munir, 1/45. Al-Qamus Al-Muhith, 2/1236. Lisanul Arab 10/395). Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,  “Asal makna keberkahan ialah kebaikan yang banyak dan abadi” (Lihat Syarhu Shahih Muslim, oleh An-Nawawi 1/225). Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Barakah berarti kebaikan yang banyak dan tetap” (Lihat Al-Qaul Al-Mufid 1:245).

Desember 02, 2017

Dakwah Tak Harus Ceramah

Allah telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (risalah) kepada seluruh umat manusia. Risalah yang beliau bawa ini akan kekal sampai hari kiamat dan menjadi petunjuk bagi seluruh makhluk demi menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rasulullah menyampaikan risalah Rabbnya kepada kaum muslimin sebagai misi diutusnya beliau sebagai Rasul. Allah berfirman, “Hai nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi” (QS. al-Ahzab : 45-46). Misi dalam perintah berdakwah ini diulang beberapa kali dalam al-Qur’an. Ini adalah indikasi kuat akan keagungan misi tersebut. Allah berfirman, “Dan serulah kepada (agama) Rabbmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus” (QS. al-Hajj :67). Juga firman-Nya, “Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali” (QS. ar-Ra’d :36).

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...