Hari kiamat adalah
kehidupan di akhirat yang satu harinya sama dengan 50.000 tahun di dunia. Di
sana tidak terdapat bangunan, pohon untuk berlindung, dan juga pakaian yang
menutupi badan.
Di hari itu,
matahari, yang saat ini berada di atas kita sekitar 94 juta mil, Allah
perintahkan untuk datang dan mendekat hingga jarak yang telah ditentukan.
Berapa? Yaitu hanya satu mil di atas kepala para penghuni Padang Mahsyar. Apa
yang terjadi? Tentu saja, kondisi panas yang maha dahsyat. Para hamba menderita
banjir keringat. Bahkan sebagian dari mereka tenggelam dalam keringatnya
sendiri. Mereka tidak bisa lari, sembunyi atau mencari tempat berteduh. Sebab
bumi telah rata dengan tanah dan tidak ada satupun tempat untuk berteduh.
Dalam kondisi yang
sangat mengerikan itu, ternyata ada golongan manusia yang mendapatkan
keistimewaan dan perhatian spesial dari Allah. Di saat kebanyakan mereka
tersengat panasnya matahari yang mendidih, justru manusia-manusia istimewa itu
mendapatkan naungan awan yang melindungi mereka dari sengatan sang surya.
Mereka merasa nyaman dan tentram di bawah naungan tersebut. Siapakah gerangan
golongan yang amat beruntung itu? Ternyata mereka tidak satu jenis. Bahkan
mereka terdiri dari berbagai golongan yang memiliki amal salih yang
berbeda-beda.
Salah satunya adalah
ahlul-Qur’an. Ya, mereka adalah golongan yang mendapatkan pertolongan dari
Allah Ta’ala melalui syafa’at. Syafaa’t dari mana? Tentu saja dari al-Qur’an
yang membersamai mereka di dunia.



