Desember 28, 2012

Antara Mukjizat Kebenaran Hadits dan Fenomena Tahun Baru

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry t bahwasanya Nabi r bersabda, artinya : “Sungguh kalian akan mengikuti sunnah (cara/metode) orang-orang sebelum kamu, sejengkal-demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga andaikata mereka menelusuri lubang ‘Dhobb’ (binatang khusus padang sahara, sejenis biawak), niscaya kalian akan menelusurinya pula”. Kami (para shahabat) berkata: “Wahai Rasulullah! (mereka itu) orang-orang Yahudi dan Nashrani?”. Beliau r bersabda, artinya : “Siapa lagi (kalau bukan mereka”. [HR. Bukhari].

Penjelasan Umum Hadits

Makna hadits di atas adalah bahwa Rasulullah r telah mensyinyalir melalui nubuwat (tanda-tanda kenabian) nya, bahwa kelak di akhir zaman, ada di antara umatnya yang mengikuti gaya hidup orang-orang sebelum mereka, yaitu orang-orang Yahudi dan Nashrani.

Beliau menegaskan bahwa di dalam mengikuti dan meniru-niru gaya hidup mereka tersebut, umatnya melakukannya secara bertahap dari mulai sejengkal, sehasta dan seterusnya (sebagaimana terdapat di dalam tambahan riwayat yang lain).

Desember 21, 2012

Agar Tidur Tidak Diganggu Setan

Seringkali redaksi menerima pertanyaan dari pembaca berkaitan dengan mimpi buruk yang dialami saat tidur. Menerima pertanyaan tersebut kami pun menjawabnya dengan penjelasan seadanya karena keterbatasan media komunikasi yang hanya melalui SMS.

Nah, pada kesempatan ini, kami menuliskan pembahasan berkaitan hal tersebut. Pembahasan mengenai tips dan nasehat agar tidur menjadi tenang, tidak diganggu setan dan tentunya berpahala, insya Allah.

Selamat membaca...

Sebelumnya kita perlu memahami bahwa semua kondisi tidak nyaman, tidak enak yang dialami setiap muslim, sejatinya bisa menjadi sumber pahala baginya. Dengan syarat, dia berusaha untuk bersabar dan mengharap pahala dari Allah I dengan musibah itu. Termasuk ketika Anda tidak nyaman pada saat istirahat, baik karena gangguan makhluk halus maupun makhluk ‘kasar’.

Desember 14, 2012

Kajian Kekinian Seputar Makanan

Perkembangan zaman, dengan segala realitas kehidupan yang ada di dalamnya, telah memunculkan berbagai persoalan baru yang memerlukan respon keagamaan yang tepat dan argumentatif.

Banyak masalah baru yang tidak ada pada zaman dahulu, tidak ada pula dalam kitab-kitab klasik. Dibutuhkan kedalaman ilmu dan fatwa para ulama masa kini untuk membahas persoalan baru tersebut yang relevan dengan konteks kenyataan zaman sekarang.

Jika ditanya, mengapa kepada para ulama? Jawabannya, karena Allah I  telah memerintahkannya. Dalam firmanNya, artinya :  “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An Nahl: 43 dan Al Anbiya’: 7).

Berikut ini akan kami tuliskan beberapa contoh masalah-masalah baru (kontemporer) seputar makanan, yang kami sarikan dari fatwa para ulama.

Desember 07, 2012

Sedekah, Ternyata Tidak Hanya Dengan Uang

Setiap kita pasti tahu bahwa sedekah adalah salah satu amalan mulia dan agung dalam agama kita. Banyak keutamaan sedekah yang disebutkan oleh Allah I dan RasulNya r. Di antaranya dapat menghapuskan dosa, menambah rezeki, obat dari penyakit, menghalangi bala’ atau musibah dan lainnya.

Bagi orang yang dikarunia oleh Allah I harta yang berlimpah tentu bersedekah itu tidaklah sulit, bahkan terkadang semudah mengedipkan mata. Namun bagi orang yang ditaqdirkan Allah I tidak memilki banyak harta, maka umumnya bersedekah mungkin menjadi hal yang sulit.

Islam sebagai agama ilahiyah sungguh telah memberikan solusi. Islam memang demikian. Bila ada syari'at yang hanya mampu dikerjakan oleh orang-orang tertentu, maka Islam akan membuka “ladang” lain bagi orang-orang yang tidak mampu. Islam memberikan solusi bagaimana cara bersedekah tanpa uang atau harta. Yaitu dengan melakukan beberapa amalan yang keutamaannya dapat bernilai sedekah bagi para pelakunya. Tetapi ingat, bukan berarti solusi ini hanya boleh diamalkan oleh mereka yang sedikit harta, bukan itu. Bahkan orang kaya pun boleh melakukannya.

Nah, jika seperti itu, berarti orang kaya akan selalu lebih utama karena mereka dapat bersedekah sekaligus melakukan berbagai amalan yang dapat bernilai sedekah? Ya, itulah keutamaan yang diberikan Allah I kepada sebagian hambaNya, tentu dengan hikmahNya yang agung.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...