Juni 28, 2012

Meremehkan Dosa

Dosa, setiap kita pasti tak lepas darinya. Demikianlah sunnatullah bagi manusia sebagai hamba yang tidak pernah luput dari kekurangan. Namun, hendaknya kita tidak berkecil hati. Bukankah Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang menyediakan ampunan dan penghapusan kesalahan kepada hambaNya di setiap saat?

Meskipun demikian, kenyataan menyedihkan hari ini adalah para hamba yang hina dan lemah justru meremehkan dosa kepada Penciptanya. Mereka lupa bahwa dosa dan kemaksiatanya dapat mengundang murka Sang Maha Kuat I.

Sebagai seorang mu’min yang bersaudara di atas tali keimanan, patutlah kiranya bagi kita untuk saling mengingatkan agar segera menjauhi dosa dan kemaksiatan, serta tidak meremehkannya.

Dahulu, Rasulullah r telah mewanti – wanti kepada umatnya akan dosa yang dianggap remeh. Beliau r menyebutnya sebagai muhqirat adz-dzunub. Tahukah Anda apa itu muhqirat adz-dzunub?

Imam Ahmad dalam Musnadnya menyebutkan satu riwayat dari hadits Sahal bin Sa'ad t, ia berkata : Rasulullah r bersabda, artinya : "Jauhilah oleh kalian muhqirat adz-dzunub. Sesungguhnya perumpamaan muhqirat adz-dzunub itu seperti suatu kaum yang singgah di satu lembah, lalu satu orang datang membawa satu dahan (kayu bakar) dan yang lainnya juga demikian sampai mereka mengumpulkan banyak kayu bakar yang bisa mematangkan roti mereka. Sesungguhnya muhqirat adz-dzunub itu, kapan pelakunya dibalas maka akan menghancurkannya." (HR. Ahmad dan dishahihkan Albani di dalam kitab Silsilah al-Ahadits al-Shahihah, no. 389).

Juni 15, 2012

Agar Ikhlas Dalam Setiap Amal

Seringkali kita terbentur dengan sulitnya menghadirkan keikhlasan dalam setiap amal. Padahal ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya amalan, di samping keharusan amalan tersebut mencocoki contoh dari Sang Nabi r.

Ikhlas di sini bukanlah “ikhlas” dengan makna “rela atau ridha” sebagaimana istilah yang biasa kita gunakan sehari – hari. Bukan itu!

Tapi ikhlas di sini adalah memurnikan amalan dan ibadah hanyalah kepada Allah I satu – satunya, tidak kepada yang lainnya.

Dalam setiap kesempatannya, setan akan senantiasa menggoda manusia untuk merusak agar melenceng dari keikhlasan yang sesungguhnya. Seorang mukmin akan senantiasa berjihad dengan musuhnya, iblis, sampai dia menemui Rabb-nya di atas keimanan kepadaNya dan keikhlasan di setiap amal yang dikerjakannya.

Syaikh DR. Abdul Muhsin Al-Qasim, beliau adalah  salah seorang imam dan khatib Masjid Nabawi saat ini, memberikan tips di antara faktor yang dapat mendorong seorang untuk berlaku ikhlas. Kami tuliskan secara singkat kepada para pembaca sekalian. Semoga bermanfaat.

Juni 01, 2012

Jika Handphone Jadi Pilihan

Di zaman modern ini telah banyak teknologi yang memudahkan aktivitas manusia. Salah satunya adalah dengan hadirnya teknologi komunikasi melalui Handphone (HP).

Tidak diragukan lagi, keberadaan HP merupakan salah satu di antara sekian banyak nikmat Allah I  kepada kita. Maka agar nikmat tersebut bisa tetap terjaga dan benar-benar menjadi karunia, kita perlu mensyukurinya. Di antara bentuk syukur adalah menggunakan nikmat tersebut pada tempatnya, sesuai tuntunan Rabb Pengatur Manusia dan menjadikannya sebagai sarana yang bisa membantu untuk kita menjalankan ketaatan kepada Rabb Yang berhak disembah tanpa selainNya I .

Terkait dengan penggunaan HP ini, banyak hal yang sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai syukur tersebut. Tatkala teknologi seluler yang memberikan banyak kemudahan, ini ternyata digunakan tidak pada tempatnya dan bahkan dijadikan sebagai sarana baru untuk berbuat maksiat.

Maka perlu kiranya kita menilik kembali bagaimana bimbingan Syari’at Islamiyah dalam penggunaan HP. Mungkin ada yang bertanya, “Masalah HP kok diatur, itu kan cuma masalah dunia?”. Maka kami katakan bahwa Islam diturunkan oleh Allah I untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia. Kita wajib tunduk kepada segala aturanNya. Dunia dijalankan dengan nyaman tanpa harus melanggar rambu – rambu syariat yang berlaku mutlak hingga hari kiamat. Wallahul Muwaffiq

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...