Pernahkah kita mendengar istilah “ahlul
bait”. Atau istilah “habib”? Jika iya, tahukah Anda apa artinya? Siapa dan
bagaimana kedudukan mereka dalam agama kita?
Di bulan Muharram seperti ini, sebuah
kelompok yang menamakan dirinya sebagai kelompok Syi’ah, biasanya menyelenggarakan
seremonial duka cita mengenang wafatnya salah seorang ahlul bait nabi r , yaitu
Husain bin Ali t, dengan ratapan dan tangisan yang sungguh jauh dari
tuntunan agama kita yang suci.
Di sini, kita tidak akan membahas secara panjang lebar
berkaitan dengan seremonial mungkar tersebut di atas. Tetapi, yang akan kita bahas
adalah penjelasan ilmiah berdasarkan al-Qur’an dan sunnah dalam memahami “ahlul
bait” Rasulullah r
dan kedudukan mereka. Hal ini bertujuan agar kita tidak terjatuh dalam aqidah
menyimpang berkaitan dengan sikap pengagungan dan penghormatan kita kepada mereka.
Kita sering mendengar istilah “habib”. Nah,
habib ini adalah gelar yang dinisbatkan (dilekatkan)
secara khusus kepada keturunan Nabi Muhammad r. Artinya,
jika seseorang disebut “habib” maka ia diakui sebagai “ahlul bait” Nabi r. Benarkah
demikian?

