November 23, 2012

Mengenal Ahlul Bait Rasulullah

Pernahkah kita mendengar istilah “ahlul bait”. Atau istilah “habib”? Jika iya, tahukah Anda apa artinya? Siapa dan bagaimana kedudukan mereka dalam agama kita?

Di bulan Muharram seperti ini, sebuah kelompok yang menamakan dirinya sebagai kelompok Syi’ah, biasanya menyelenggarakan seremonial duka cita mengenang wafatnya salah seorang ahlul bait nabi r , yaitu Husain bin Ali t, dengan ratapan dan tangisan yang sungguh jauh dari tuntunan agama kita yang suci.

Di sini, kita tidak akan membahas secara panjang lebar berkaitan dengan seremonial mungkar tersebut di atas. Tetapi, yang akan kita bahas adalah penjelasan ilmiah berdasarkan al-Qur’an dan sunnah dalam memahami “ahlul bait” Rasulullah r dan kedudukan mereka. Hal ini bertujuan agar kita tidak terjatuh dalam aqidah menyimpang berkaitan dengan sikap pengagungan dan penghormatan kita kepada mereka.

Kita sering mendengar istilah “habib”. Nah, habib ini adalah  gelar yang dinisbatkan (dilekatkan) secara khusus kepada keturunan Nabi Muhammad r. Artinya, jika seseorang disebut “habib” maka ia diakui sebagai “ahlul bait” Nabi r. Benarkah demikian?

November 15, 2012

Bulan Muharram Datang Lagi*


Hari ini kita kembali memasuki bulan Muharram tahun 1434 Hijriah. Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat, semuanya berlalu silih berganti seiring dengan bergantinya siang dan malam.

Selayaknya bagi kita untuk banyak bersyukur kepada Allah yang telah menganugerahkan kita umur hingga kembali menemui bulan mulia ini. Begitu pula, muhasabah atau instrospeksi diri dan istighfar adalah penting dilakukan setiap muslim. Mengapa? Ya, karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak, kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shalih. Sudahkah tilawah al-Qur’an, sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan? Sudahkah malam-malam yang kita lewati, lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah, meneteskan air mata taubat ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan televisi atau sepakbola? Semoga saja, kita termasuk di antara antara hamba yang mampu bersyukur.

Pada edisi kali ini, kami akan menuliskan sedikit penjelasan berkaitan dengan bulan Muharram. Semoga dengan penjelasan tersebut, kita dapat memahami betapa besar keutamaan yang ada di dalamnya, sehingga kita mampu mengoptimalkan waktu – waktunya.

November 02, 2012

Mengemis dan Meminta-Minta

Profesi mengemis bagi sebagian orang lebih diminati daripada profesi-profesi lainnya, karena cukup hanya dengan mengulurkan tangan kepada anggota masyarakat, dia bisa mendapatkan sejumlah uang yang cukup banyak tanpa harus bersusah payah.

Masyarakat pada umumnya memandang bahwa pengemis itu identik dengan orang yang berpenampilan tidak rapih, rambutnya tidak terawat, wajahnya kusam, pakaiannya serba kumal dan lusuh yang dengannya dapat dijadikan sarana untuk mengungkapkan kemelaratannya, serta dapat menarik rasa belas kasihan masyarakat kepada dirinya.

Akan tetapi akhir-akhir ini, sebagian pengemis tidak lagi berpenampilan seperti yang disebutkan di atas. Justru ada di antara mereka yang berpakaian rapi, memakai jas, berdasi dan sepatu, bahkan kendaraannya pun lumayan bagus. Mereka bersemangat mencari sumbangan atau bantuan dana dengan berbagai proposal permohonan demi memperkaya diri atau keluarganya dan tidak menyalurkannya kepada pihak yang penerima sebagaimana mestinya. Walahul Musta’an

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...