Juni 17, 2016

Fatwa Ramadhan (2)

Semoga Allah I senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada kita sekalian untuk tetap istiqamah di atas ketaatan kepada-Nya hingga akhir hayat. Amin

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah I, pada edisi kali ini, kami akan melanjutkan pembahasan beberapa masalah terkait puasa yang juga disarikan dari fatwa-fatwa ulama rabbani.

Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Puasa Tapi Tidak Shalat

Terkait dengan hal ini, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat, tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat berarti kafir dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala, “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At Taubah: 11).

Juni 10, 2016

Fatwa Ramadhan (1)

Segala puji bagi Allah I yang masih mempertemukan kita semua dengan hari-hari mulia di bulan Ramadhan ini. Puasa adalah salah satu rukun Islam dan menjadi salah satu syiar agung yang Allah I  wajibkan bagi umat Islam. Sehingga, wajib bagi setiap mukmin untuk memahami hukum-hukum seputar puasa, agar puasa tersebut dapat menjadi amal shalih yang diridhai oleh Allah I. Di antara caranya adalah dengan mengkaji kitab-kitab para ulama yang membahas tentang berbagai permasalahan dan hukum seputar puasa.

Akan tetapi, dalam perjalanannya kemudian, seringkali terdapat beberapa permasalahan yang nampak sulit dan tidak biasa terjadi di kalangan kaum muslimin dahulu, khususnya pada permasalahan - permasalahan kontemporer yang muncul kemudian. Misalnya, pada hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan teknologi yang turut andil mengubah gaya hidup manusia saat ini. Tak jarang, permasalahan-permasalahan seperti ini membingungkan sebagian orang. Akhirnya, mereka pun berpendapat dan berhukum sesuai dengan apa yang disangka benar, padahal terkadang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah agama yang benar. Olehnya, pada edisi kali ini, dengan mengharap taufiqNya, kami membawakan pembahasan beberapa permasalahan terkait puasa yang kami sajikan dalam bentuk Tanya-Jawab yang disarikan dari kumpulan fatwa-fatwa ulama kita. Hal ini adalah perwujudan dari perintah Allah  dalam firman-Nya, “Maka, tanyakanlah kepada ahludz-dzikri (ulama) apabila kamu tidak mengetahui” (QS. An-Nahl : 43). ***

Juni 03, 2016

Menghapus Dosa-Dosa

Manusia, siapa pun orangnya, selama ia masih hidup, tidak akan luput dari perbuatan dosa. Dosa-dosa yang dilakukan para hamba sangat banyak dan bervariasi, baik dosa besar maupun dosa kecil.

Bagi para pelaku dosa besar, utamanya syirik, maka Allah I telah memberikan peringatan keras dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” (QS. 4:48). Dosa syirik dan dosa-dosa besar lainnya, tidak akan diampuni oleh Allah I kecuali dengan taubat nasuha kepada Allah I.

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...