Oktober 29, 2016

Pungli dan Suap di Sekitar Kita

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kita semua tahu itu. Namun ironisnya, kebesaran komunitas muslim tidak serta merta menjadikan nilai-nilai Islam itu tumbuh dan bersemi di setiap relung komunitasnya. Tidak jarang, nilai-nilai Islam dan syariahnya pun hilang tanpa bekas. Padahal, semuanya telah tahu bahwa Islam adalah pedoman sempurna bagi seluruh ranah kehidupan, baik pada lingkungan masyarakat maupun pemerintahan, yang seharusnya dibumikan.

Fenomena hilangnya nilai-nilai Islam di masyarakat yang sedang hangat hari ini adalah tentang maraknya pungutan liar dan suap dari para aparat negara. Pada pertengahan Oktober 2016 lalu, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Perpres Nomor 87 dengan membentuk Satuan Petugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Peraturan ini lahir sebagai bentuk penegasan kembali dari pemerintah kita bahwa tindak pungutan liar dan suap, kapanpun dan dimanapun adalah terlarang.

Oktober 15, 2016

Karena Allah Maha Tahu

Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai yang diharapkan. Terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai. Terkadang seseorang harus tersandung dengan batu cadas setelah melalui dataran halus. Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa.

Inilah tabiat kehidupan. Tak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini. Sungguh Allah I telah menetapkannya, sebagaimana firmanNya, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4).

Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu. Tetapi yang peroleh pada akhirnya adalah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika ini yang terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain.

Oktober 08, 2016

Penistaan Agama; Bukan Perkara Sepele!


Belakangan ini, kita sering dikagetkan dengan berbagai macam fenomena pelecehan dan penistaan terhadap agama Islam. Penghinaan dan stigmatisasi terhadap pilar-pilar dan simbol kehormatan Islam kerap bermunculan di berbagai media. Sebut saja misalnya, ketika isu ISIS/IS mulai marak, salah satu koran terbesar berbahasa Inggris di Indonesia memuat karikatur penghinaan terhadap simbol Islam. Sebuah karikatur dalam salah satu terbitannya, memperlihatkan seorang bersorban yang menyandang senjata tengah menaikkan bendera bertuliskan lafadz kalimat tauhid “Laa Ilaaha illa Allah Muhammadar-Rasulullah” dan tepat di bawah kalimat tersebut nampak gambar tengkorak kematian (skull) yang tepat di tengah-tengahnya tertera lafadz bertuliskan Allah, Rasul dan Muhammad. Tidak lama setelah itu, fenomena serupa juga muncul dari sejumlah mahasiswa yang menggelar acara orientasi mahasiswa baru dengan tema yang cukup meresahkan umat Islam, yaitu “Tuhan Membusuk; Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan”. Tema yang kontroversial tersebut ditulis di spanduk-spanduk dan juga disebarkan lewat internet.

Oktober 01, 2016

Menikah di Bulan Muharram, Siapa Takut!

Bulan Dzulhijah yang baru saja berlalu, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi banyak kalangan kaum muslimin di tanah air. Betapa tidak, pada bulan ini para tamu Allah dijamu di Baitullah dan mendapat pengalaman spiritual yang tinggi. Yang belum ke sana pun turut merasakan kebahagiaan dengan mengamalkan puasa Arafah yang sangat sakral itu. Sehari setelahnya, hari raya tahunan umat Islam, Idul Adha, menjadi sebuah kegembiraan tersendiri dengan penyembelihan hewan kurban dan menjadi ajang untuk berbagi kepada sesama. Selain itu, kebahagiaan bulan ini juga terasa lengkap dengan banyaknya hajat pernikahan yang dilangsungkan pada bulan ini. Barangkali, di atas meja-meja di rumah kita, telah diramaikan dengan tumpukan undangan hajat pernikahan dari tetangga atau kerabat.

Bulan Dzulhijah, khususnya di Indonesia, memang dikenal sebagai bulan pernikahan. Sebagian orang jauh-jauh hari menyiapkan tanggal pernikahan di bulan ini. Salah satu alasannya, jangan sampai hari H pernikahan masuk ke bulan Muharram. Pasalnya, keyakinan yang tersebar di sebagian daerah di tanah air, bulan Muharram atau lebih dikenal bulan Suro adalah bulan yang tidak baik untuk menggelar pernikahan atau hajatan. Bulan sial kata mereka. Wallahul musta’an.  

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...