Setiap kita pasti menginginkan kiranya Allah
I menganugerahkan anak
– anak yang shalih. Anak – anak yang bertakwa, mampu
berbakti kepada rabbnya, rasulnya, agama dan orangtua.
Namun, sudahkah kita berupaya maksimal untuk
itu? Sudahkah kita membentuk keshalihan dalam pribadi sebagai orangtua atau
calon orangtua (bagi yang belum dan akan menjadi orangtua)? Tahukah kita bahwa
harapan dan cita - cita besar itu sangat ditentukan oleh keadaan dan kualitas
kita sebagai orangtua ? Alangkah ironi, ketika kita berharap anak menjadi shalih
dan bertakwa, sedangkan kita sendiri berkubang dalam maksiat dan dosa.
Dalam beberapa ayat dalam al-Qur’an dan
sunnah nabawiyyah, ternyata keshalihan dan kebaikan orangtua memiliki pengaruh
yang besar terhadap perkembangan dan kebaikan anak – anak mereka, di dunia
bahkan di akhirat. Demikian pula amal buruk dan dosa-dosa besar yang dilakukan
oleh kedua orang tua memiliki dampak negatif terhadap pendidikan anak.
Mengapa demikian? Pertama, ketika si anak membuka matanya di muka bumi
ini, yang pertama kali ia lihat adalah ayah dan bundanya. Manakala ia melihat
orangtuanya berhias akhlak mulia serta tekun beribadah, niscaya itulah yang
akan terekam dengan kuat di benaknya. Dan insya Allah itupun
juga yang akan ia praktekkan dalam kesehariannya. Pepatah mengatakan: “buah
tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”. Betapa banyak ketakwaan pada diri anak
disebabkan ia mengikuti ketakwaan kedua orangtuanya atau salah seorang dari
mereka. Ingat karakter dasar manusia, terutama anak kecil, yang suka meniru!



