Malaikat adalah
salah satu makhluk Allah I yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi-Nya. Ia merupakan makhluk
yang selalu menta’ati Allah I dalam setiap keadaan. Hal ini sebagaimana firman Allah I dalam surah at-Tahrim ayat 6 (artinya) : “Tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Allah I juga mensifatkan malaikat sebagaimana dalam firmanNya (artinya)
: “Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang
dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan
perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka
dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan
kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena
takut kepada-Nya (QS. Al-Anbiya : 26-28).
Di dalam
al-Qur’an ada satu ayat yang sangat terkenal bahkan selalu dan sering kita
mendengarnya, khususnya pada saat kita menghadiri shalat Jumat, yakni surah
al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi :
“Innallaha wa
malaaikatahu yushalluuna ‘alannabiy, yaa ayyuhalladzina aamanuu, shallu ‘alaihi
wa shallimuu tasliimaa”
artinya : “Sesungguhnya
Allah dan para malaikatnya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang
berima, bershalawatlah kamu kepada Nabi
dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Pernahkah kita
bertanya, apa makna shalawat Allah I dan MalaikatNya?
Pertama, makna shalawat
Allah I kepada hambanya, para ulama kita telah mengungkapkan beberapa makna :
1. Pujian Allah I kepada para hamba di hadapan para malaikat. Makna ini
diungkapkan oleh Abul ‘Aliyah rahimahullah sebagai penjelas makna shalawat
Allah kepada Nabi-Nya yang mulia, yaitu : “Shalawat Allah kepada Nabi-Nya
adalah sebuah pujian di hadapan para Malaikat.” (Kitab Shahih
Bukhari kitab at-Tafsir bab Innalllaha wa Malaikatahu Yusholluna ‘alannabiy).
2. Penyucian
Allah I kepada hamba-Nya. Imam ar-Raghib al-Ashfahani rahimahullah berkata :
”Sebenarnya shalawat Allah kepada kaum muslimin bermakna penyucian Allah
kepada mereka.” (Lihat Kitab al-Mufradat
fii Gharibil Qur’an).
3. Kasih saying
Allah I kepada para hamba. Imam Abu ‘ubaid
al- rahimahullah berkata : ”Ia merupakan sebuah wujud kasih saying
dari Allah.”
4. Kemuliaan dari
Allah I . Makna ini diungkapkan oleh Sufyan ats-Tsaury rahimahullah.
5. Keberkahan
dari Allah. Makna ini diungkapkan oleh Abu Ubaidah rahimahullah (Dalam Zadul Masir).
Kedua, adapun
makna shalawat para malaikat kepada para hamba Allah, al-Hafiz Ibnul Jauzi rahimahullah
berkata : ”Ada dua pendapat tentang makna shalawat para malaikat kepada para hamba
Allah, yakni :
1. Do’a Malaikat
kepada mereka. Makna ini diungkapkan oleh Abul ‘Aliyah rahimahullah (Kitab Shahih
Bukhari kitab at-Tafsir bab Innalllaha wa Malaikatahu Yusholluna ‘alannabiy).
2. Permohonan
ampunan yang mereka panjatkan kepada Allah I untuk para hamba.
Makna ini diungkapkan oleh Muqatil rahimahullah (Dalam Zadul Masir).
Sedangkan lawan
dari shalawat adalah laknat. Apa makna laknat Allah, malaikat dan manusia?
Laknat maknanya
adalah pengusiran karena kemurkaaan. Laknat Allah I pada hari kiamat dalam bentuk siksaan, sedangkan di
dunia dalam bentuk terputusnya seorang hamba dari kasih sayang dan
pertolongan-Nya, sedangkan dari manusia dalam bentuk sebuah do’a agar orang
yang terlaknat tertimpa bencana. (Lihat al-Mufradat
fii Gharibil Qur’an).
Nah, dari
beberapa penjelasan di atas, sebagai manusia yang cerdas, tentulah kita sangat
berharap dan ingin meraih doa dan shalawat dari Allah dan malaikatNya.
Jika saja, seseorang
dibolehkan untuk bertawassul kepada orang shalih yang masih hidup untuk
mendoakannya kepada Allah I, karena diharapkan bahwa kemungkinan terkabulnya doa
tersebut lebih besar (karena dia adalah orang yang shalih), maka bagaimana lagi
jika yang mendoakan kita adalah para malaikat Allah I ? Bukankah malaikat adalah makhluk Allah I yang tidak pernah bermaksiat dan selalu taat kepadaNya?
Jauh sebelum kita
lahir, Rasulullah r telah mengabarkan kepada kita, tips dan trik meraih doa para malaikat
tersebut. Tentu dengan harapan agar kita lebih termotivasi dalam beramal shalih
meskipun itu nampak kecil. Dan yang pasti itu semua untuk kebaikan kita di
dunia dan di akhirat.
Apa sajakah “tips
dan trik” itu?
Berikut kami
sampaikan satu per satu secara singkat :
Tidur Dalam
Keadaan Bersuci
Imam Ibnu Hibban rahimahullah
meriwayatkan dari Abdullah bin Umar t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya) : "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci,
maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia
tidak akan bangun hingga malaikat
berdoa `Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur
dalam keadaan
suci” (Dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37).
Ini nampak
sepele. Namun ganjarannya begitu besar. Subhanallah.
Duduk Menunggu
Shalat
Imam Muslim
meriwayatkan dari Abu Hurairah t,bahwa Rasulullah
r bersabda, (artinya) : "Tidaklah salah seorang di antara kalian
yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para
malaikat akan mendoakannya `Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'"
(Shahih Muslim no. 469).
Berada di
Shaf Awal
Imam Abu Dawud
(dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin `Azib t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya) : "Sesungguhnya
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada
shaf- shaf terdepan" (Dishahihkan oleh Syaikh Al
Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130).
Menyambung
Shaf (Tidak Membiarkan Sebuah Kekosongan
di Dalam
Shaf)
Para Imam
yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu
Khuzaimah,
Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anha, bahwa
Rasulullah r bersabda (artinya)
:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu
bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf – shaf (Dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat
Tarhib I/272).
Mengucapkan
`Amin' Ketika Seorang Imam Selesai Membaca
Al Fatihah
Imam Bukhari
meriwayatkan dari Abu Hurairah t, bahwa
Rasulullah r bersabda (artinya),
"Jika seorang Imam membaca `ghairil maghdhuubi `alaihim waladh dhaallin',
maka ucapkanlah oleh kalian `aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu
bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang
masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782).
Saudaraku, jika
kita pun terpaksa luput dari takbiratul imam, maka upayakanlah untuk tidak lagi
luput dari mengucapkan “Amin” bersama para malaikat, mengingat keutamaannya
yang agung.
Shalat Shubuh Dan
`Ashar Berjama'ah
Imam Ahmad meriwayatkan
dari Abu Hurairah t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya)
: "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang
menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh)
naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka
berkumpul lagi pada waktu shalat `ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang
hari (hingga shalat `ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas
pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, Bagaimana
kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, Kami datang sedangkan mereka
sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang
melakukan shalat, maka
ampunilah
mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no.
9140, hadits ini dishahihkan
oleh Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah).
Mendoakan Saudaranya
Tanpa Sepengetahuannya
Diriwayatkan oleh
Imam Muslim dari Ummu Darda' radhiallahu anha, bahwasannya Rasulullah r bersabda (artinya), "Doa seorang muslim untuk saudaranya
yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan
dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya,
setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat
tersebut berkata `aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'"
(Shahih Muslim no. 2733).
Maka, pilihlah
doa-doa yang terbaik untuk saudara kita yang lainnya, karena itu pun akan kita
peroleh.
Nah, sudahkah
kita mendoakan saudara semuslim di negeri-negeri yang saat ini mereka
tertindas, di Suriah, Palestina, Myanmar dan tempat lainnya? Jika belum, doakan
mereka segera Saudaraku...
Orang-Orang yang
Berinfak
Imam Bukhari dan
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya), "Tidak satu hari pun dimana
pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya,
salah satu diantara keduanya berkata, `Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang
yang berinfak'. Dan lainnya
berkata, `Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit” (Shahih
Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010).
Orang yang Makan
Sahur
Imam Ibnu Hibban
dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya), "Sesungguhnya Allah dan para
malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib
I/519).
Menjenguk
Orang Sakit
Imam Ahmad
meriwayatkan dari Ali bin Abi
Thalib t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya),
"Tidaklah
seorang mukmin
menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan
bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja
hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al-Musnad
no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih").
Mengajarkan
Kebaikan Kepada Orang Lain
Diriwayatkan oleh
Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya),
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahliibadah bagaikan keutamaanku atas
seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan
bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya
bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343).
Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar