Maret 15, 2013

Meraih Doa Malaikat

Malaikat adalah salah satu makhluk Allah I yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi-Nya. Ia merupakan makhluk yang selalu menta’ati Allah I dalam setiap keadaan. Hal ini sebagaimana firman Allah I dalam surah at-Tahrim ayat 6 (artinya) : “Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Allah I juga mensifatkan malaikat sebagaimana dalam firmanNya (artinya) : “Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya (QS. Al-Anbiya : 26-28).

Di dalam al-Qur’an ada satu ayat yang sangat terkenal bahkan selalu dan sering kita mendengarnya, khususnya pada saat kita menghadiri shalat Jumat, yakni surah al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi :


“Innallaha wa malaaikatahu yushalluuna ‘alannabiy, yaa ayyuhalladzina aamanuu, shallu ‘alaihi wa shallimuu tasliimaa”

artinya : “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang berima,  bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Pernahkah kita bertanya, apa makna shalawat Allah I dan MalaikatNya?

Pertama, makna shalawat Allah I kepada hambanya, para ulama kita telah mengungkapkan beberapa makna :
1. Pujian Allah I kepada para hamba di hadapan para malaikat. Makna ini diungkapkan oleh Abul ‘Aliyah rahimahullah sebagai penjelas makna shalawat Allah kepada Nabi-Nya yang mulia, yaitu : “Shalawat Allah kepada Nabi-Nya adalah sebuah pujian di hadapan para Malaikat.” (Kitab Shahih Bukhari kitab at-Tafsir bab Innalllaha wa Malaikatahu Yusholluna ‘alannabiy).

2. Penyucian Allah I kepada hamba-Nya. Imam ar-Raghib al-Ashfahani rahimahullah berkata : ”Sebenarnya shalawat Allah kepada kaum muslimin bermakna penyucian Allah kepada mereka.” (Lihat Kitab al-Mufradat fii Gharibil Qur’an).

3. Kasih saying Allah I  kepada para hamba. Imam Abu ‘ubaid al- rahimahullah berkata : ”Ia merupakan sebuah wujud kasih saying dari Allah.”

4. Kemuliaan dari Allah I . Makna ini diungkapkan oleh Sufyan ats-Tsaury rahimahullah.

5. Keberkahan dari Allah. Makna ini diungkapkan oleh Abu Ubaidah rahimahullah (Dalam Zadul Masir).

Kedua, adapun makna shalawat para malaikat kepada para hamba Allah, al-Hafiz Ibnul Jauzi rahimahullah berkata : ”Ada dua pendapat tentang makna shalawat para malaikat kepada para hamba Allah, yakni :

1. Do’a Malaikat kepada mereka. Makna ini diungkapkan oleh Abul ‘Aliyah rahimahullah  (Kitab Shahih Bukhari kitab at-Tafsir bab Innalllaha wa Malaikatahu Yusholluna ‘alannabiy).

2. Permohonan ampunan yang mereka panjatkan kepada Allah I  untuk para hamba. Makna ini diungkapkan oleh Muqatil rahimahullah (Dalam Zadul Masir).

Sedangkan lawan dari shalawat adalah laknat. Apa makna laknat Allah, malaikat dan manusia?

Laknat maknanya adalah pengusiran karena kemurkaaan. Laknat Allah I pada hari kiamat dalam bentuk siksaan, sedangkan di dunia dalam bentuk terputusnya seorang hamba dari kasih sayang dan pertolongan-Nya, sedangkan dari manusia dalam bentuk sebuah do’a agar orang yang terlaknat tertimpa bencana. (Lihat al-Mufradat fii Gharibil Qur’an).

Nah, dari beberapa penjelasan di atas, sebagai manusia yang cerdas, tentulah kita sangat berharap dan ingin meraih doa dan shalawat dari Allah dan malaikatNya.

Jika saja, seseorang dibolehkan untuk bertawassul kepada orang shalih yang masih hidup untuk mendoakannya kepada Allah I, karena diharapkan bahwa kemungkinan terkabulnya doa tersebut lebih besar (karena dia adalah orang yang shalih), maka bagaimana lagi jika yang mendoakan kita adalah para malaikat Allah I ? Bukankah malaikat adalah makhluk Allah I yang tidak pernah bermaksiat dan selalu taat kepadaNya?

Jauh sebelum kita lahir, Rasulullah r telah mengabarkan kepada kita, tips dan trik meraih doa para malaikat tersebut. Tentu dengan harapan agar kita lebih termotivasi dalam beramal shalih meskipun itu nampak kecil. Dan yang pasti itu semua untuk kebaikan kita di dunia dan di akhirat.

Apa sajakah “tips dan trik” itu?

Berikut kami sampaikan satu per satu secara singkat :

Tidur Dalam Keadaan Bersuci

Imam Ibnu Hibban rahimahullah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya) : "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa `Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur
dalam keadaan suci (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37).

Ini nampak sepele. Namun ganjarannya begitu besar. Subhanallah.

Duduk Menunggu Shalat

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah t,bahwa Rasulullah r bersabda, (artinya) : "Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya `Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469).

Berada di Shaf Awal

Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin `Azib t, bahwa Rasulullah r  bersabda (artinya) : "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf- shaf terdepan" (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130).

Menyambung Shaf (Tidak Membiarkan Sebuah Kekosongan di Dalam Shaf)

Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu
Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anha, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya) : "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf – shaf (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272).

Mengucapkan `Amin' Ketika Seorang Imam Selesai Membaca Al Fatihah

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah t, bahwa Rasulullah r  bersabda (artinya), "Jika seorang Imam membaca `ghairil maghdhuubi `alaihim waladh dhaallin', maka ucapkanlah oleh kalian `aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782).

Saudaraku, jika kita pun terpaksa luput dari takbiratul imam, maka upayakanlah untuk tidak lagi luput dari mengucapkan “Amin” bersama para malaikat, mengingat keutamaannya yang agung.

Shalat Shubuh Dan `Ashar Berjama'ah

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah t, bahwa Rasulullah r  bersabda (artinya) : "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat `ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat `ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka
ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah).

Mendoakan Saudaranya Tanpa Sepengetahuannya

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Darda' radhiallahu anha, bahwasannya Rasulullah r bersabda (artinya), "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata `aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733).

Maka, pilihlah doa-doa yang terbaik untuk saudara kita yang lainnya, karena itu pun akan kita peroleh.

Nah, sudahkah kita mendoakan saudara semuslim di negeri-negeri yang saat ini mereka tertindas, di Suriah, Palestina, Myanmar dan tempat lainnya? Jika belum, doakan mereka segera Saudaraku...

Orang-Orang yang Berinfak

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya), "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, `Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, `Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010).
Orang yang Makan Sahur

Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar t, bahwa Rasulullah r bersabda (artinya), "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519).

Menjenguk Orang Sakit

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib t, bahwa Rasulullah r  bersabda (artinya), "Tidaklah
seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al-Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih").

Mengajarkan Kebaikan Kepada Orang Lain

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily t, bahwa Rasulullah r  bersabda (artinya), "Keutamaan seorang alim atas seorang ahliibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343).

Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...