Seringkali
redaksi menerima pertanyaan dari pembaca berkaitan dengan mimpi buruk yang dialami
saat tidur. Menerima pertanyaan tersebut kami pun menjawabnya dengan penjelasan
seadanya karena keterbatasan media komunikasi yang hanya melalui SMS.
Nah, pada
kesempatan ini, kami menuliskan pembahasan berkaitan hal tersebut. Pembahasan
mengenai tips dan nasehat agar tidur menjadi tenang, tidak diganggu setan dan
tentunya berpahala, insya Allah.
Selamat
membaca...
Sebelumnya
kita perlu memahami bahwa semua kondisi tidak nyaman, tidak enak yang dialami
setiap muslim, sejatinya bisa menjadi sumber pahala baginya. Dengan syarat, dia
berusaha untuk bersabar dan mengharap pahala dari Allah I dengan musibah itu. Termasuk ketika
Anda tidak nyaman pada saat istirahat, baik karena gangguan makhluk halus
maupun makhluk ‘kasar’.
Jadikan
pengalaman pahit Anda dalam hidup ini sebagai sumber pahala. hadirkan perasaan
mengharap pahala dari Allah Ta’ala.
Sebagaimana
hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah t,
bahwa Nabi r bersabda,
artinya : “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa
capek, sakit, bingung, sedih, ganggung orang lain, resah yang mendalam, sampai
duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab
pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641).
Terkait
aktivitas tidur, sekuat apapun manusia, dia menjadi sangat lemah ketika tidur.
Orang yang tidur lelap, bisa menjadi sasaran bagi makhluk jahat di sekitarnya.
Jika dia bisa merasa aman dari gangguan manusia, tidak ada jaminan aman dari
gangguan makhluk yang tidak nampak. Itulah jin yang jahat atau setan. Jika
mereka tidak mengganggu Anda di alam nyata, bisa jadi mereka akan mengganggu
Anda di dalam tidur atau alam mimpi.
Dari Abu
Hurairah t,
Nabi r bersabda,
artinya : “Mimpi itu ada tiga macam :
bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar
gembira dari Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika gangguan
dari luar, Anda bisa meminta bantuan orang lain untuk mengusirnya. Tapi ini
tidak berlaku ketika dalam mimpi. Anda tidak mungkin memanggil teman, suami,
atau istri Anda untuk mengusir setan yang mengganggu Anda dalam dunia mimpi.
Karena itulah,
orang yang tidur tanpa berdzikir terlebih dahulu, akan menjadi penyesalan
baginya.
Dalam
al-Adzkar, Imam an-Nawawi rahimahullah membuat judul
bab : “Bab Makruh Tidur tanpa Berdzikir kepada Allah (sebelum tidur)” (al-Adzkar,
Hal. 95).
Selanjutnya, Imam
an-Nawawi rahimhullah menyebutkan hadits : Dari Abu Hurairah t, Nabi r bersabda, artinya : “Siapa yang tidur, sementara tidak berdzikir ketika
hendak tidur, akan menjadi penyesalan baginya di hadapan Allah.” (HR.
Abu Daud 4856 dan dishahihkan al-Albani).
Malaikat dan
Setan Menghadiri Seseorang yang Hendak tidur
Dalam hadits
yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah t,
dinyatakan : “Apabila manusia berbaring di pembaringannya (akan tidur),
malaikat dan setan segera menghampirinya. Malaikat membisikkan, “Akhiri
(malam-mu) dengan kebaikan”, sedangkan setan membisikan, “Akhiri (malam-mu)
dengan keburukan”. Apabila dia berdzikir menyebut nama Allah kemudian tidur,
maka malaikat melindungi dia di malam itu.” (HR.
Ibnu Hibban 5533, Hakim dalam al-Mustadrak 1969 dan beliau shahihkan, kemudian
disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Di saat Anda
tidur, Anda sangat butuh pertolongan dan pengamanan dari Allah I. Untuk mendapatkan jaminan keamanan
ini, Rasulullah r mengajarkan
kepada kita berbagai doa dan dzikir sebelum tidur. Anda bisa rutinkan sunnah ini,
setiap kali Anda hendak tidur :
Pertama,
ruqyah badan sebelum tidur.
Yang dimaksud
di sini adalah dengan membaca beberapa surah dalam al-Qur’an yang memang
dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah r untuk dibaca
sebelum tidur.
Yaitu dengan mengumpulkan
dua tapak tangan dan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan
An-Nas, kemudian ditiupkan ke dua tangan, lalu diusapkan ke seluruh tubuh yang
bisa dijangkau, sambil berbaring. Dimulai
dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan tiga kali (HR. Bukhari 9/62 dengan Fathul Baari dan Muslim 4/1723).
Kedua, tidur
dengan nama Allah I .
Berdasarkan
sebuah hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah t,
beliau mengatakan : “Apabila Rasulullah r hendak tidur,
beliau membaca :
BISMIKA
ALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA
(“Dengan
Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup”)(HR.
Bukhari 6324).
Orang yang
sedang tidur, sejatinya adalah orang yang sedang Allah I wafatkan.
Allah I berfirman,
artinya : “Allah mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya dan (mewafatkan)
jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang)
yang telah Dia tetapkan kematiannya (sehingga tidak bangun dari tidurnya) dan
Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.” (QS. Az-Zumar:
42)
Ketiga,
membaca ayat kursi.
Bacalah ayat
kursi sebelum Anda tidur. Jika Anda belum hafal, bisa buka surat Al-Baqarah
ayat: 255. Bacaan ini sebelum tidur memiliki keutamaan yang besar.
Hadits dari
Abu Hurairah t, bahwa
beliau pernah ditugasi Rasulullah r untuk menjaga
zakat Ramadhan. Malam harinya datang seorang pencuri dan mengambil makanan. Dia
langsung ditangkap oleh Abu Hurairah t. “Akan aku
laporkan kamu ke Rasulullah r .”
Orang inipun memelas. Minta dilepaskan karena dia sangat membutuhkan dan punya
tanggungan keluarga. Dilepaslah pencuri ini. Siang harinya Nabi r bertanya
kepada Abu Hurairah t tentang kejadian semalam. Setelah
diberi laporan, Nabi r bersabda: “Dia dusta, dia akan kembali lagi.”
Benar, di malam kedua dia datang lagi. Ditangkap Abu Hurairah t,
dan memelas, kemudian beliau lepas. Malam ketiga dia datang lagi. Kali ini
tidak ada ampun. Orang inipun minta dilepaskan. “Lepaskan aku, nanti aku ajari
bacaan yang bermanfaat untukmu.” Dia mengatakan : “Jika kamu hendak tidur,
bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah
untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” Maka Nabi r bersabda, “Benar
apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“ (HR. Bukhari).
Nabi r bersabda, artinya
: “Apabila kamu masuk ke tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi 'Allahu La
Ilaha Illa Huwal Hayyul Qayyum', sehingga habis ayat ini. Maka sesungguhnya,
akan sentiasa ada penjaga dari Allah untuk kamu dan syaitan tidak akan dapat
mendekati kamu sehingga pagi". (HR Bukhari)
Keempat,
membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah, sudah mencukupi.
Dari Abu
Mas’ud Al-badri t, Nabi r bersabda,
artinya : “Dua ayat di akhir surat Al-Baqarah, siapa yang membacanya di
suatu malam, itu sudah cukup baginya.” (HR. Bukhari
4008 & Muslim 807)
Dua ayat
terakhir surat Al-Baqarah, mulai: AAMANARRASULU BIMA UNZILA ILAIHI... sampai
selesai. Tepatnya surat Al-Baqarah ayat 285 dan 286.
Makna “dua
ayat ini cukup bagi pembacanya” : dua ayat ini akan menjaganya dari segala
keburukan, dan melindunginya dari segala yang dibenci. Ada sebagian ulama yang
mengatakan; dua ayat ini menjadi sebab baginya untuk bangun malam. Sehingga dia
bisa mudah melakukan tahajud. [Keterangan
DR. Dib Bagha dalam Ta’liq Shahih
Bukhari, 5/84].
Kelima,
berwudhu agar diwafatkan di atas fitrah.
Dari al-Barra’
bin Azib t,
bahwa Rasulullah r bersabda
kepada beliau, artinya : “Jika kamu hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu
ketika shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan dan ucapkan :
ALLAHUMMA
ASLAMTU NAFSII ILAIKA, WA WAJJAHTU WAJHII ILAIKA, WA FAWWAD-TU AMRII ILAIKA, WA
ALJA’-TU DZAHRII ILAIKA, RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAIKA. LA MALJA-A WA LAA MANJAA
MINKA ILLAA ILAIKA. AAMAN-TU BI KITAABIKAL-LA-DZII ANZALTA WA BI
NABIYYIKAL-LA-DZII ARSALTA
(Ya Allah, aku
pasrahkan jiwaku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan
urusanku kepada-Mu, akku sAndarkan diriku kepada-Mu, karena mengahrapkan
pahala-Mu dan takut adzab-Mu, tiada tempat bersAndar dan menyelamatkan diri
dari hukuman-Mu kecuali berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang
telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utu)
Jika kamu
meninggal maka kamu mati dia atas fitrah, dan jika bangun pagi maka kamu mendapatkan
pahala. Jadikanlah bacaan ini yang terakhir kamu ucapkan.” (HR.
Bukhari 6311 dan Muslim 2710).
Inilah
beberapa tips dan nasehat agar tidur Anda tidak diganggu setan, insya Allah.
Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.
Maraji :
· Hishnul
Muslim min Adzkaril Kitab was Sunnah, Syaikh Dr.
Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani.
· Nasihat
Agar Tidur tidak Diganggu Setan, Ammi Nur Baits, Lc.
* Untuk lafadz arab doa-doa di atas, silahkan dilihat
pada kitab Hishnul Muslim atau dapat menghubungi redaksi [085 259 432
633].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar