Desember 21, 2012

Agar Tidur Tidak Diganggu Setan

Seringkali redaksi menerima pertanyaan dari pembaca berkaitan dengan mimpi buruk yang dialami saat tidur. Menerima pertanyaan tersebut kami pun menjawabnya dengan penjelasan seadanya karena keterbatasan media komunikasi yang hanya melalui SMS.

Nah, pada kesempatan ini, kami menuliskan pembahasan berkaitan hal tersebut. Pembahasan mengenai tips dan nasehat agar tidur menjadi tenang, tidak diganggu setan dan tentunya berpahala, insya Allah.

Selamat membaca...

Sebelumnya kita perlu memahami bahwa semua kondisi tidak nyaman, tidak enak yang dialami setiap muslim, sejatinya bisa menjadi sumber pahala baginya. Dengan syarat, dia berusaha untuk bersabar dan mengharap pahala dari Allah I dengan musibah itu. Termasuk ketika Anda tidak nyaman pada saat istirahat, baik karena gangguan makhluk halus maupun makhluk ‘kasar’.


Jadikan pengalaman pahit Anda dalam hidup ini sebagai sumber pahala. hadirkan perasaan mengharap pahala dari Allah Ta’ala.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah t, bahwa Nabi r bersabda, artinya : “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, ganggung orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641).

Terkait aktivitas tidur, sekuat apapun manusia, dia menjadi sangat lemah ketika tidur. Orang yang tidur lelap, bisa menjadi sasaran bagi makhluk jahat di sekitarnya. Jika dia bisa merasa aman dari gangguan manusia, tidak ada jaminan aman dari gangguan makhluk yang tidak nampak. Itulah jin yang jahat atau setan. Jika mereka tidak mengganggu Anda di alam nyata, bisa jadi mereka akan mengganggu Anda di dalam tidur atau alam mimpi.

Dari Abu Hurairah t, Nabi r bersabda, artinya :  “Mimpi itu ada tiga macam :  bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).



Jika gangguan dari luar, Anda bisa meminta bantuan orang lain untuk mengusirnya. Tapi ini tidak berlaku ketika dalam mimpi. Anda tidak mungkin memanggil teman, suami, atau istri Anda untuk mengusir setan yang mengganggu Anda dalam dunia mimpi.

Karena itulah, orang yang tidur tanpa berdzikir terlebih dahulu, akan menjadi penyesalan baginya.

Dalam al-Adzkar, Imam an-Nawawi rahimahullah membuat judul bab : “Bab Makruh Tidur tanpa Berdzikir kepada Allah (sebelum tidur)” (al-Adzkar, Hal. 95).

Selanjutnya, Imam an-Nawawi rahimhullah menyebutkan hadits : Dari Abu Hurairah t, Nabi r bersabda, artinya : “Siapa yang tidur, sementara tidak berdzikir ketika hendak tidur, akan menjadi penyesalan baginya di hadapan Allah.” (HR. Abu Daud 4856 dan dishahihkan al-Albani).

Malaikat dan Setan Menghadiri Seseorang yang Hendak tidur

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah t, dinyatakan : “Apabila manusia berbaring di pembaringannya (akan tidur), malaikat dan setan segera menghampirinya. Malaikat membisikkan, “Akhiri (malam-mu) dengan kebaikan”, sedangkan setan membisikan, “Akhiri (malam-mu) dengan keburukan”. Apabila dia berdzikir menyebut nama Allah kemudian tidur, maka malaikat melindungi dia di malam itu.” (HR. Ibnu Hibban 5533, Hakim dalam al-Mustadrak 1969 dan beliau shahihkan, kemudian disepakati oleh Adz-Dzahabi).


Di saat Anda tidur, Anda sangat butuh pertolongan dan pengamanan dari Allah I. Untuk mendapatkan jaminan keamanan ini, Rasulullah r mengajarkan kepada kita berbagai doa dan dzikir sebelum tidur. Anda bisa rutinkan sunnah ini, setiap kali Anda hendak tidur :

Pertama, ruqyah badan sebelum tidur.

Yang dimaksud di sini adalah dengan membaca beberapa surah dalam al-Qur’an yang memang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah r untuk dibaca sebelum tidur.

Yaitu dengan mengumpulkan dua tapak tangan dan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian ditiupkan ke dua tangan, lalu diusapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, sambil berbaring. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan tiga kali (HR. Bukhari 9/62 dengan Fathul Baari dan Muslim 4/1723).

Kedua, tidur dengan nama Allah I .

Berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah t, beliau mengatakan : “Apabila Rasulullah r hendak tidur, beliau membaca :

BISMIKA ALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA

(“Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup”)(HR. Bukhari 6324).

Orang yang sedang tidur, sejatinya adalah orang yang sedang Allah I wafatkan. Allah I berfirman, artinya : “Allah mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya dan (mewafatkan) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya (sehingga tidak bangun dari tidurnya) dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.” (QS. Az-Zumar: 42)

Ketiga, membaca ayat kursi.

Bacalah ayat kursi sebelum Anda tidur. Jika Anda belum hafal, bisa buka surat Al-Baqarah ayat: 255. Bacaan ini sebelum tidur memiliki keutamaan yang besar.

Hadits dari Abu Hurairah t, bahwa beliau pernah ditugasi Rasulullah r untuk menjaga zakat Ramadhan. Malam harinya datang seorang pencuri dan mengambil makanan. Dia langsung ditangkap oleh Abu Hurairah t. “Akan aku laporkan kamu ke Rasulullah r .” Orang inipun memelas. Minta dilepaskan karena dia sangat membutuhkan dan punya tanggungan keluarga. Dilepaslah pencuri ini. Siang harinya Nabi r bertanya kepada Abu Hurairah t tentang kejadian semalam. Setelah diberi laporan, Nabi r  bersabda: “Dia dusta, dia akan kembali lagi.” Benar, di malam kedua dia datang lagi. Ditangkap Abu Hurairah t, dan memelas, kemudian beliau lepas. Malam ketiga dia datang lagi. Kali ini tidak ada ampun. Orang inipun minta dilepaskan. “Lepaskan aku, nanti aku ajari bacaan yang bermanfaat untukmu.” Dia mengatakan : “Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” Maka Nabi r bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“ (HR. Bukhari).

Nabi r bersabda, artinya : “Apabila kamu masuk ke tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi 'Allahu La Ilaha Illa Huwal Hayyul Qayyum', sehingga habis ayat ini. Maka sesungguhnya, akan sentiasa ada penjaga dari Allah untuk kamu dan syaitan tidak akan dapat mendekati kamu sehingga pagi". (HR Bukhari)

Keempat, membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah, sudah mencukupi.

Dari Abu Mas’ud Al-badri t, Nabi r bersabda, artinya : “Dua ayat di akhir surat Al-Baqarah, siapa yang membacanya di suatu malam, itu sudah cukup baginya.” (HR. Bukhari 4008 & Muslim 807)

Dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, mulai: AAMANARRASULU BIMA UNZILA ILAIHI... sampai selesai. Tepatnya surat Al-Baqarah ayat 285 dan 286.

Makna “dua ayat ini cukup bagi pembacanya” : dua ayat ini akan menjaganya dari segala keburukan, dan melindunginya dari segala yang dibenci. Ada sebagian ulama yang mengatakan; dua ayat ini menjadi sebab baginya untuk bangun malam. Sehingga dia bisa mudah melakukan tahajud. [Keterangan DR. Dib Bagha dalam Ta’liq Shahih Bukhari, 5/84].

Kelima, berwudhu agar diwafatkan di atas fitrah.

Dari al-Barra’ bin Azib t, bahwa Rasulullah r bersabda kepada beliau, artinya : “Jika kamu hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu ketika shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan dan ucapkan :


ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA, WA WAJJAHTU WAJHII ILAIKA, WA FAWWAD-TU AMRII ILAIKA, WA ALJA’-TU DZAHRII ILAIKA, RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAIKA. LA MALJA-A WA LAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA. AAMAN-TU BI KITAABIKAL-LA-DZII ANZALTA WA BI NABIYYIKAL-LA-DZII ARSALTA

(Ya Allah, aku pasrahkan jiwaku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, akku sAndarkan diriku kepada-Mu, karena mengahrapkan pahala-Mu dan takut adzab-Mu, tiada tempat bersAndar dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utu)

Jika kamu meninggal maka kamu mati dia atas fitrah, dan jika bangun pagi maka kamu mendapatkan pahala. Jadikanlah bacaan ini yang terakhir kamu ucapkan.” (HR. Bukhari 6311 dan Muslim 2710).

Inilah beberapa tips dan nasehat agar tidur Anda tidak diganggu setan, insya Allah. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.

Maraji :
·   Hishnul Muslim min Adzkaril Kitab was Sunnah, Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani.
·   Nasihat Agar Tidur tidak Diganggu Setan, Ammi Nur Baits, Lc.
* Untuk lafadz arab doa-doa di atas, silahkan dilihat pada kitab Hishnul Muslim atau dapat menghubungi redaksi [085 259 432 633].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...