Oktober 12, 2010

Telah Wafat ; Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Allah Subhanahu Wa Ta’la berfirman, artinya : “Hanyalah yang memiliki khasy-yah (takut) kepada Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya adalah para ulama. [QS. Fathir : 28]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan" [HR. Bukhari dan Muslim].
Telah berpulang ke Rahmat Allah Ta'ala Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu pada hari jum'at (08-11-2010 M/ 29-11-1431 H), dan dishalatkan jenazah beliau di Masjid al-Haram Mekkah setelah shalat isya'.

Syaikh Zainu rahimahullah dilahirkan di Kota Halab di Suria tahun 1925 M bertepatan dengan tahun 1344 H.

Ketika beliau berumur 10 tahun, beliau belajar di sekolah "Daar el-Huffazh", selama 5 tahun menghafal al-Qur'an.

Kemudian beliau melanjutkan pendidikan di Halab yang dikenal dengan 'Kuliyah asy-Syar'iyyah at-Tajhiziyah' di bawah 'Al-Auqaf al-Islamiyah', sekolah tersebut mengajarkan ilmu-ilmu syar'I dan modern.

Lalu beliau melanjutkan pendidikan di "Darul Mu'allimin" di Halab, dan mengajar di sana sekitar 29 tahun. Kemudian beliau meninggalkan dunia mengajar di Halab. Dan mengajar di Makkah al-Mukarramah. Lalu beliau pergi ke Yordan untuk berdakwah, dan menjadi Imam, Khatib, dan pengajar al-Qur'an di sana.

Pada tahun 1400 H beliau kembali ke Makkah, dan mengajar di "Daar el-Hadits al-Khairiyah" di Mekkah.

Di antara kitab-kitab karangan beliau yang mulia yang digandakan (diperbanyak) oleh Al-Maktabah al-Islamiyah adalah: 'Takrimu al-Mar'ah Fi al-Islam', 'Aqidatu Kulli Muslimin Fi Sualin wa Jawabin', 'Taujihat Li Ishlahi al-Fardi wa al-Mujtama'", dan 'Minhaju al-Firqah an-Najiyah wa ath-Thaifah al-Manshurah', 'Kaifa Ihtadaitu Ila at-Tauhid wa ash-Shirati al-Mustaqim', dan 'Tafsir wa Bayan Li A'zhami Surati fi al-Qur'an', dan 'Qutuf min asy-Syamail al-Muhammadiyah, wa al-Akhlaq an-Nabawiyah' dan 'Al-Adab al-Islamiyah'."

(http://www.almoslim.net/node/135296).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...