Juli 28, 2017

Palestina Memanggil Kita

Bersyukurlah kepada Allah I, karena hari ini kita dapat melangkahkan kaki ke Rumah Allah dengan penuh ketenangan dan keamanan. Bersyukurlah kepada Allah I, karena saat kita duduk bersimpuh di Rumah-rumah Allah, tidak ada gempuran roket yang kita tunggu-tunggu untuk meluluhlantakkan Rumah Allah itu. Subhanallah, betapa banyak nikmat dari Allah I yang harus kita pertanggungjawabkan di Hari Kiamat.

Sekarang, bayangkanlah, jika kota kita ini menjadi sebuah kota yang diisolir dari seluruh penjurunya. Lalu, tiba-tiba terdengar suara pesawat-pesawat jet tempur terbang berputar-putar di atas atap rumah tempat kita tinggal, pesawat-pesawat itu kemudian melepaskan rudal-rudalnya tepat menghunjam ke arah kita, ke arah anak-anak dan keluarga kita. Bayangkanlah, jika malam ini kita hidup dalam gelap-gulita, tak ada tempat bernaung, tak ada makanan, tak ada minuman, tak ada pakaian hangat untuk mengusir dingin, dan tak ada keluarga tempat berbagi duka.


Dan bayangkanlah, bagaimana perasaan hati kita, jika dengan semua penderitaan tiada tara itu, ternyata tak seorang pun peduli dengan kita. Seluruh dunia seakan diam membisu seolah-olah tak terjadi apa-apa di kota ini.

Sakitkah perasaan kita? Sedihkah perasaan kita? Sudahlah, tak perlu kita menjawabnya.

Kita sekalian pasti telah paham bahwa itulah situasi dan kondisi yang dialami oleh saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi Palestina.

Palestina kembali berduka hari ini. Lagi-lagi, duka yang tak henti-henti. Puluhan bahkan ratusan warga Palestina kembali menjadi korban gempuran membabi buta militer zionis Israel sejak awal Syawal yang lalu. Puluhan nyawa tak berdosa, anak-anak, wanita dan lansia, terenggut di jalan-Nya (insyaaAllah) menyusul ribuan jiwa sebelumnya. Kekhusyukan warga Palestina dalam menikmati hari kemenangan di bulan ini pun tercabik karenanya.

Palestina adalah kita. Kita adalah Palestina. Begitulah Islam mengatur dan mengajar kita para penganutnya. Bahkan, Palestina tidak hanya menjadi masalah umat Islam, tetapi juga menjadi masalah seluruh umat yang ada di dunia. Ya, karena ia kejahatan dan tragedi kemanusiaan.

Segala puji bagi Allah I yang telah menjadikan kita umat Islam sebagai umat yang satu. Tujuannya adalah agar kita senantiasa merasa sebagai saudara dan peduli terhadap saudara seiman di manapun mereka berada. “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam(HR. Muslim), begitu kata Nabi kita r dalam sabdanya.

Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan Palestina dan korbannya yang terus bertambah. Akan tetapi, kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita. Kita harus terus menyampaikan kepedulian kita kepada mereka. Atau setidaknya, kita tidak boleh berhenti meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan. Sekali lagi, karena Palestina adalah kita dan kita adalah Palestina. 

Palestina adalah negeri yang berkah dan suci. Negeri ini diabadikan oleh Allah I dalam firman-Nya dan disebut oleh Nabi kita dalam sabda-sabdanya. Ayat pertama dalam surat Al-Isra' mengingatkan kita tentang perjalanan suci Nabi kita ke langit-Nya. Perjalanan suci itu dimulai dari masjid yang juga suci, masjid yang terus berdiri di negeri Palestina hari ini, Masjid Al-Aqsha. Masjid yang dimuliakan Allah, yang dipilih Allah sebagai tujuan isra' Rasulullah dan titik tolak Mi’raj beliau hingga ke Sidratul-Muntaha.

Perlu untuk kita ingat kembali, Al-Quds, terutama Masjid Al-Aqsha yang berada di dalamnya, memiliki kedudukan yang istimewa di dalam agama ini.

Pertama, Masjid Al-Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam.  Allah I mengisyaratkan hal ini dalam firman-Nya, “Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata :"Apakah yang memalingkan mereka (ummat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" (QS. Al-Baqarah:142). Dalam riwayat hadits juga disebutkan bahwa Nabi kita dahulu shalat mengahadap ke Al-Aqsha. Dari al-Bara’ bin ‘Azib, beliau berkata, “Sesungguhnya Nabi pertama kali datang ke Madinah, singgah ke kakek-kakeknya, (atau mengatakan) ke paman-pamannya, dari kelompok Anshar, dan beliau shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama 16 bulan, atau 17 bulan” (HR. Bukhari).

Kedua, Al-Quds atau Masjid Al-Aqsha dan sekililingnya adalah bumi yang diberkahi. Untuk hal ini, Allah I sendiri yang menegaskannya, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Al-Isra' :1).

Ketiga, Masjid Al-Aqsha adalah masjid ketiga yang dimuliakan Allah. Rasulullah r menyatakan dalam sabdanya, “Bepergian itu tidak ditekankan melainkan hanya ketiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjid Al-Aqsha dan Masjidku ini (Masjid Nabawi)” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam sabdanya yang lain, Nabi r juga menegaskan keutamaannya yang besar, “Shalat di Masjidil Haram sama dengan seratus ribu shalat di masjid lain, shalat di masjid-ku (Masjid Nabawi) sama dengan seribu shalat di tempat lain dan shalat di Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsha) sama dengan limaratus shalat di tempat lain” (HR. Thabrani).

Keempat, Al-Quds adalah bumi para Nabi Allah I. Bumi yang menjadi saksi perjuangan dakwah Nabi-nabi Allah seperti Ibrahim, Luth, Sulaiman dan lainnya. Allah I berfirman, “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia(QS. Al Anbiya' : 71). Begitu pula dalam firman-Nya, “Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkahinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu(QS. Al Anbiya' : 81).

Meskipun Masjid dan kota ini begitu istimewa, toh ternyata tidak menjadikan orang-orang zionis Israel itu hormat dan memuliakannya. Hingga kini, mereka terus tanpa henti berupaya untuk menghinakan, menodai dan menguasainya.  Saat ini, mereka tengah melakukan penggalian di bawah Masjid Al Aqsha berupa terowongan yang cukup besar. Jika terowongan di bawah Al-Aqsha dirasa telah cukup, Israel berencana meruntuhkannya dengan gempa buatan yang saat ini terus dikembangkan. Wal-‘iyadzu billah.

Maka sekarang, tidak cukup bagi kita untuk sekedar mengutuk, menyayangkan atau meneteskan air mata. Sekarang, Tanah al-Aqsha memanggil kita untuk kesekian kalinya. Tanah al-Aqsha menuntut tindakan nyata dari kita semua untuk ikut berperan serta membebaskan tanah suci itu dari cengkraman zionis Israel. Apa yang bisa kita lakukan untuk membela Masjid Al-Aqsha, Al-Quds dan Palestina?

Untuk skala yang lebih besar, pemerintah Indonesia bisa lebih lantang menyerukan pembelaan kepada Palestina di forum-forum internasional, terutama pada Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di mana Indonesia memiliki kedudukan penting sebagai negeri muslim terbesar di dunia.

Untuk pribadi-pribadi kita, mari menyiapkan diri masing-masing dengan bekal iman (aqidah) dan ilmu yang shahih serta ibadah yang sebaik-baiknya kepada Allah I. Sebab hanya dengan inilah semua upaya perjuangan kita akan bernilai jihad fi sabilillah. Kita harus memperbanyak jumlah tentara-tentara Allah I dengan mulai mengikrarkan diri kita masing-masing sebagai tentara Allah I yang memiliki iman yang kuat, ilmu yang shahih dan ibadah yang berkualitas.

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita waspada dari provokasi dan pengaruh zionis yahudi yang tengah berupaya agar umat Islam lupa dengan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha. Mereka tengah merancang berbagai strategi untuk melemahkan umat Islam dalam hal ini. Di antaranya melalui 4S + 3F, yaitu Song (musik dan nyanyian), Sex (baik yang langsung zina maupun pronografi dan pornoaksi), Sport (olah raga yang didesain bertentangan dengan syariat, khususnya dalam hal aurat), Smoke (rokok), Fun (tontonan lucu dan budaya foya-foya), Food (makanan yang tidak halal atau tidak thayibah), dan Faith (beragam kepercayaan atau lairan aliran pemikiran seperti Islam liberal). Untuk itu, mari mulai kembali  mengkampanyekan ”Peduli Masjid Al-Aqsha” pada setiap muslim dan muslimah yang ada di sekitar kita, yang tentu saja dimulai dari keluarga dan kerabat kita. Tanamkan kerinduan untuk mengunjungi Masjid al-Aqsha di Palestina sebagaimana kita rindu untuk selalu datang ke Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, karena inilah tiga tanah suci umat Islam.

Dari sebagian harta dan rizki yang dianugerahkan Allah I kepada kita , patut bagi kita untuk menginfakkannya kepada saudara-saudara kita di Palestina. Apalagi, saat ini mereka, terutama warga Gaza, juga didera krisis makanan, listrik, hingga obat-obatan akibat blokade Israel sejak tahun 2007 lalu.

Dari sisi ekonomi, umat Islam perlu menggencarkan kembali gerakan boikot terhadap produk-produk Israel dan produk-produk yang memberikan dukungan terhadap negara itu. Dengan jumlah umat Islam yang sangat besar, langkah ini semoga mampu menimbulkan kegoncangan ekonomi bagi mereka. Ingat selalu bahwa setiap rupiah yang Anda belanjakan untuk produk-produk semacam itu akan digunakan untuk menyiapkan peluru dan bom yang membunuh umat Islam di bumi Palestina.

Olehnya, tidak boleh ada perasaan bosan saat mendengar berita Palestina. Tidak boleh kita berputus asa dalam melantunkan doa-doa untuk saudara-saudara kita disana. Tidak boleh kita merasa bahwa doa-doa  itu sia-sia. Tidak boleh pula kita mengira bahwa zionis Israel akan dibiarkan dengan kesombongannya begitu saja. Tidak, sekali-kali tidak. Allah I sudah berjanji dalam firman-Nya, ”Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”  (QS Ibrahim : 42). Doakan mereka, doakan mereka. Sebab doa adalah senjata seorang mukmin. Dan Allah-lah yang Maha Kuasa untuk menolak setiap bahaya yang mengancam masjid-Nya dan hamba-hambaNya. Allah lah yang Maha Kuasa untuk membelokkan peluru agar tidak mengenai tubuh saudara-saudara kita di sana. Allah lah yang Maha Kuasa untuk menghancurkan Israel sebelum mereka berusaha menghancurkan Masjid Al-Aqsha, Al-Quds dan Palestina.

Percayalah, Allah I pasti akan melindungi negeri para nabi dan negeri suci di sekitar Masjid Al-Aqsa tersebut. Terbukti jelas dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa akan ada gololongan yang senantiasa memperjuangkan kejayaan Islam. Allah berfirman, “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)” (QS.Al-Ahzab : 23). Rasulullah r bersabda, “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak memperjuangkan kebenaran, dan mereka tidak akan terpengaruh dengan orang-orang yang memusuhi dan memerangi mereka” (HR. Muslim).

Sekali lagi, Tanah al-Aqsha Palestina telah memanggil kita. Dan kami telah menyampaikan peringatan ini kepada Anda  sekalian. Kelak di akhirat, kita akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita baca atau dengar hari ini. Saat nanti kita ditanya: apa yang telah engkau lakukan untuk membantu mereka di Palestina? Apa yang telah engkau lakukan untuk membebaskan Masjid al-Aqsha? Semoga saja kita semua sudah siap untuk menjawabnya.
Wallahu a’lam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Ke Mana Ayah Pergi?

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Begitulah ...